badge

Selasa, 25 Agustus 2015

Kreatif Bersama Maker Movement Dan Inovasi


Perkembangan dunia teknogi saat ini memang sudah semakin canggih. Tapi, teknologi itu jika tidak dimanfaatkan dengan baik malah akan menjadi bumerang bagi kita. Terutama anak-anak. Mereka itu mudah sekali menyerap segala informasi yang ada di sekitarnya. Dan, tidak terkecuali menjadi pengguna teknologi canggih itu. 

Anak-anak yang seharusnya bermain di alam bebas, kini kebanyakan sibuk dengan gadget. Hari-hari mereka tidak lepas dari teknologi yang tertanam dalam sebuah benda elektronik. Parahnya, ada yang sampai kecanduan game online dan perlu penanganan yang serius. 

Melihat fenomena seperti ini, sebuah perkumpulan orang-orang kreatif ini malah bergerak berbeda. Mereka menamakan diri mereka Maker Movement. Sebenarnya, ini hanyalah sekumpulan orang-orang yang hobi memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar mereka. Mereka memanfaatkannya untuk diubah menjadi barang baru. Apapun itu. Ada yang membuat robot dengan potongan besi-besi kecil, ada yang membuat meja dari kardus dan lain sebagainya. Pokonya mereka benar-benar memanfaatkan apa saja yang ada di sekeliling mereka. Yang orang lain anggap itu sampah, tapi tidak bagi orang-orang kreatif itu.

Pada 14 Agustus lalu, saya menghadiri sebuah diskusi di Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), menurut Adiatmo Rahardi (Techno Scientist) dari Komunitas Robot, anak-anak harus diajarkan untuk kreatif sejak dini. Jangan biarkan mereka hanya duduk diam dengan gadget-gadget mereka. Dengan membuat sesuatu yang baru dari barang-barang bekas, anak-anak juga akan terlatih motoriknya. Sehingga mereka menjadi lebih kreatif.

Adiatmo Rahardi 

Adi yang juga menjadi Founder of The Largest Indonesian Robot Development Community, mengatakan, bahwa keberadaan maker movement memiliki tujuan merubah pola konsumtif menjadi produktif. Maksudnya, masyarakat diajak untuk berkreasi mencipatakan barang-barang baru dari barang lama atau dari sesuatu yang ada di sekitar kita.

Dalam kesempatan ini, Adi juga memperkenalkan komunitas robot yang ia dirikan. Ia bercerita bagaimana ia dan komunitas robot berusaha menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang mengembangkan kreatifitas para anggotanya. Lewat perkembangan teknologi hingga membuat arus informasi semakin cepat, Adi berharap, gerakan maker movement ini bisa tersebarluaskan hingga ke pelosok nusantara.

Sesi selanjutnya, ada Robert AB seorang ahli di bidang marketing yang juga Dosen di Binus University. Namun, ia lebih concern pada inovasi di sebuah marketing. Robert dalam paparannya mengatakan bahwa inovasi merupakan poin terpenting dalam sebuah perusahaan atau produk. Jika tidak melakukan inovasi berkesinambungan, maka jangan berharap penjualan akan pesat. Sebuah produk jika tidak mengikuti apa mau pasar, maka bersiaplah akan tenggelam dalam persaingan produk serupa.

Robert AB

Robert mengatakan bahwa untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalani, maka inovasi merupakan hal yang wajib dilakukan. Karena, inovasi merupakan kunci sukses dalam sebuah bisnis. Menurutnya, teknologi informasi yang semakin cepat bisa digunakan sebagai alat untuk melakukan inovasi-inovasi.

Secara umum, inovasi bisa diterapkan di mana saja. Untuk mendapatkan sesuatu pencapaian yang lebih baik, maka kita harus berinovasi. Maker movement merupakan ebuah inovasi yang tercipta dari orang-orang yang kreatif.

Ibu Artha Dari Serempak
Generasi muda saat ini sudah waktunya bergerak untuk lebih kratif lagi. Untuk mendukung dan meningkatkan kreatifitas generasi muda, KPPA mengajak masyarkat untuk berperan serta berbagi informasi lewat laman www.serempak.co.id Dengan berbagi informasi, termasuk inovasi-inovasi kreatif, maka akan terwujud masyarakat yang lebih berdaya dan maju.





Hubungi Serempak 
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Jalan Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta 10110
Email : info@serempak.or.id / serempak.indonesia@gmail.com
Telpon : +62 21 380 5541 / +62 21 2904 7784


4 komentar:

  1. ini serempak id emang punyanya kementrian ya..aku pikir ini beda ternyata dibawahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ananknya KPPA kali ya mbak echa ^__^

      Hapus
  2. Balasan
    1. Makasih undangannya ya teh... pasti manfaat banget ^___^

      Hapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...