badge

Minggu, 10 Juli 2016

Pengalaman Mudik Ke Kampung Orang

(sumber gambar : gambargambar.co) 

Apalah saya cuma bisa senang lihat euforia mudik tiap tahunnya. Tidak punya kampung halaman karena memang seluruh keluarga dari mama dan papa ada di jabodetabek. Jadi, kalaupun pulang kampung mau nengokin siapa juga. Nenek kakek udah ngga ada juga, hiks. Kadang suka iri aja lihat ribuan orang yang walaupun desak-desakan dan macet parah, tetap berangkat ke kampung halaman tercinta. 

Pulang ke kampung halaman, satu tahun sekali itu jadi ritual yang tidak boleh dilewatkan. Kumpul sama keluarga yang setahun ditinggal. Ngobrol sampai pagi, sambil cerita-cerita tentang kerjaan di ibukota. Ahh.. rasanya ko bahagia banget. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lah pokonya.

Dulu, pernah berharap bisa punya suami yang punya kampung halaman jadi tiap tahun bisa mudik. Tapi, ternyata malah dikasih jodohnya yang deket banget ((deket banget)). Orang asli bekasi yang kampungnya pun di Bekasi :p jadilah, tiap tahun ngga pernah ngerasain mudik. Ya mau mudik kemana juga lah wong mertua dan orangtua ada di Bekasi semua :) 

Tapi, saking pengennya mudik jadilah saya dan keluarga ikutan mudik ke kampungnya kaka ipar. Kebetulan abang saya dapat istri yang punya kampung :p Jadi, tiap tahun dia pasti mudik. Sebenarnya kampungnya kaka ipar itu di Banten, yang ngga begitu jauh juga. Tapi, karena letaknya ada di atas gunung jadi berasa aja jauhnya.


"Maka Nikmat Tuhan Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan "
Untuk menuju kampungnya kaka ipar di Kabupaten Lebak-Banten, medan yang harus ditempuh Subhanallah banget. Super-super ngeri yang kalau salah-salah ambil jalur kita bisa terjun ke jurang. Di dalam mobil ada saya, suami, anak-anak dan mama papa. Kami semua ngga berhenti istighfar dan dzikir. Saat kita naik, hari udah gelap dan namanya hutan ya ngga ada lampu sama sekali. Jadi, kita cuma mengandalkan lampu mobil aja. 

Medan yang masih bebatuan dan terjal banget membuat mobil kami beberapa kali mati. Papah yang duduk di depan jadi navigator suami yang kelihatan banget grogi. Bukan karena ngga lancar bawa mobil, tapi grogi karena kondisi jalanan yang parah, gelap, dan kiri kanan jurang. Beberapa kali suami salah masukin gigi, saking groginya. Menurut abang yang memang udah pengalaman, beberapa kali malah suka ada hewan yang turun. Ihh..bener-bener takut banget kami saat itu. 

Setelah melewati jalanan yang memacu adrenalin, akhirnya sampai juga kami di rumah kaka ipar. Karena hari udah gelap, kami ngga bisa lihat view apa-apa. Hitam semua. Kami harus menunggu sampai besok pagi supaya bisa lihat pemandangan super indah. 

Sampai di rumah kaka ipar, kami disambut heboh. Mereka pada nanya, gimana rasanya naik ke atas gunung dan saya jawab dengan seulas senyum getir. Masih gemeter karena ngga nyangka jalanannya separah itu. Yang kasihan sih lihat muka suami yang pucat. Setelah diberi minum, suami langsung selonjoran, menghilangkan syok. 

Kamipun istirahat. Melupakan jalanan terjal yang baru aja kami lalui. Sungguh diluar ekspetasi, tapi itu jadi tantangan yang berhasil kami lalui. Berharap pagi segera datang dan kami bisa melihat indahnya pemandangan dari atas sini. 

Pagi sekali saya sudah bangun. Setelah shalat subuh, saya menghambur keluar rumah. Ada view yang sangat saya nantikan untuk saya lihat. Kampung kaka ipar saya ini dikelilingi oleh Gunung Gebas dan Gunung Puntang. Jangan tanya viewnya, pokonya Masya Allah indah sekali. Pemandangan yang ngga bisa saya temui di Bekasi. Ya kali mau lihat gunung apa juga di bekasi :p

Ada Jalan Rusak Untuk Sampai Ke View Yang Indah :)
Udaranya masih bersih, jadi kalau dihirup pun ngga bikin tersedak. Pohon-pohon tinggi yang tadi malam ngga kelihatan, pagi ini bisa terlihat sangat jelas. O iya, karena ada diatas gunung, udaranya pun dingin banget dan jadinya kita semua pada takut mandi. Airnya kaya air es, jadi cukup cuci muka sama gosok gigi aja hahhahah. 



Waktunya pulang, kami dikasih oleh-oleh hasil kebun yang banyak banget. Ada kelapa, buah kolang-kaling, beberapa macam sayuran, sampai beras pun dibawain. Kita beneran kaya mudik, deh. Bagasi mobil jadi makin penuh aja. 

Mudik, Saat Yang Tepat Untuk Pulang

Euforia mudik selalu sama tiap tahunnya. Ada rasa yang ngga bisa diungkapkan dengan kata-kata tiap kali berencana untuk pulang ke kampung halaman. Walau harus menghadapi macet, desak-desakan, sampai rebutan tiket pulang, semuanya terbayar saat bisa melihat senyum keluarga di kampung. Menyambut kehadiran orang yang hadir cuma satu tahun sekali. 

Selama perjalanan mudik, kita ngga boleh abai juga dengan keselamatan. Ada baiknya kita memiliki perlindungan agar perjalanan mudik bisa lebih aman. Kita bisa melakukan Perbandingan Asuransi Jiwa  untuk memilih yang paling sesuai. Agar, mudik bisa lebih aman.

Salah satu yang bisa membantu kita dalam memilihkan asuransi yang tepat adalah Futuready. Futuready adalah broker asuransi online pertama yang akan memberikan solusi pada kita dalam memilih asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan. Kita memang ngga ingin seseuatu yang ngga enak terjadi ketika perjalanan mudik. Tapi, kita kan juga ngga bisa memprediksi apa yang akan terjadi. 



Mudik. Sesuatu yang mengantarkan kita kembali pada keluarga tercinta. Walau dibatasi waktu, tapi perjumpaan dengan keluarga yang sebentar itu pasti akan akan jadi momen yang ngga akan terlupakan. Semoga mudik di tahun-tahun berikutnya, tetap memberikan semangat dan kesan yang baik. Jangan lupa, untuk jaga kesehatan ya supaya tahun depan bisa mudik lagi. 



9 komentar:

  1. Mudik itu selalu menyenangkan ya.
    Membawa pengalaman tersendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba olin, seneng banget akhirnya ngerasain mudik walau ke kampung orang wkkkwk :)

      Hapus
  2. Dulu waktu anak2 masih kecil ikut suami merantau, jd pernah merasakan mudik.
    Sekarang tinggal di kampung halaman diprotes anak2.Mereka minta mudik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayolah, mudik ke kota mba. Kan, mudik juga judulnya.

      Hapus
  3. Hihii.. bacanya sambil ngikik2.. mudik mau di manapun yang penting happy ya mba uchi sama anak2..

    Yuk tahun depan mudik ke Padang..

    BalasHapus
  4. Mauu banget uniii, semoga ada rezekinya bisa pulang ke padang :)

    BalasHapus
  5. Kok fotonya bening ka uci eaaaaa

    BalasHapus
  6. kampungnya adem banget ya kayaknya...oh ya bajunya keren bisa kembaran mama sama anak...

    BalasHapus
  7. akhirnya bisa ikuatn mudik ya, wah suasana pedesaan menag menyenangkan

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...