badge

Jumat, 28 Oktober 2016

Begini Seharusnya Anak Muda




"ngga asik ahh kalo ngga ngerokok"
"cemen lo, pacaran aja ngga berani"
"kuper banget sih bray, dugem aja ngga pernah"


Pernah banget deh denger anak-anak abegeh ngomong kaya gini. Kebetulan di lingkungan rumah saya itu banyak juga anak-anak baru gede. Anak-anak yang katanya lagi jati diri. Lah, emang jati dirinya kemana ya, sampe dicari-cari gitu *garing* 


Persoalan pergaulan anak-anak jaman sekarang, kadang suka bikin kepala orangtua nyut-nyutan. Para anak muda ini lagi senang-senangnya berkespresi. Saking inginnya jadi ikon kekinian, mereka kadang menerobos batas-batas yang harusnya sih ya mereka jauhi. Kan, negara kita ini masih memegang teguh adat ketimuran yang memang banyak pantangan ini itunya. Tapi, kalau mau dipahami, ngga semuanya adat itu jelek. 

Ada anak muda yang merasa kalau adat ketimuran itu jadul, norak, dan ngga asik. Pokoknya mah sesuatu yang ingin mereka lakukan, etapi kata norma-norma yang ada ngga boleh, ya bakal mereka bilang ngga asik. Padahal mah itu alibi mereka aja supaya bisa menerobos batas. 

Tapi, ngga semua anak muda kita kaya gitu. Ada yang tetap menggunakan waktu yang ada untuk hal-hal kreatif. Contohnya, para anak muda yang punya bisnis startup. Duh, saya itu kalau lihat para pemilik startup yang masih muda-muda itu rasanya ko bahagia banget. Ternyata generasi muda kita itu banyak juga yang cerdas. Cerdas yang saya maksud bukan cerdas dalam kacamata akademik. Tapi, cerdas memanfaatkan dan mengambil peluang. 

Sebut aja deh owner Gojek dan Grab. Mereka berdua itu masih muda loh. Tapi, mereka sudah bisa melihat peluang. Di tengah kota yang sibuk seperti Jakarta yang terkenal banget sama macetnya, kebutuhan moda transportasi yang cepat itu jadi kebutuhan banget. Peluang itulah jadi ladang penghasilan mereka. Dan, yang kerennya mereka bisa membuka ratusan bahkan ribuan lowongan pekerjaan bagi orang lain lewat inovasi yang mereka buat. 

Jadi, anak muda itu harusnya memanfaatkan otaknya yang masih fresh untuk menciptakan sesuatu yang baru dan kreatif. Apapun itu, asal diciptakan dengan kreatifitas, pasti akan ada aja peminatnya. Saya juga kagum sama anak-anak muda yang menciptakan bisnis kuliner yang unik-unik. Di Bandung, surganya kuliner, banyak banget pemilik kafe, kedai, bahkan kaki lima yang usianya masih tergolong muda. Mereka mau gitu panas-panasan demi jual produknya. Kalau malu terus mah atuh ngga maju-maju dong. 

Selain berbisnis, ada juga anak muda yang membuat komunitas-komunitas sesuai minat. Misalnya aja komunitas backpacker, komunitas buku, atau komunitas pecinta film. Di komunitas pasti banyak yang didapatkan, misalnya aja network. Dari sebuah network bukan ngga mungkin kan mereka akan dapat kesempatan-kesempatan yang ngga mereka bayangakan sebelumnya. Dari sebuah komunitas pun mereka diajak untuk berpikir kreatif. Membuat ide-ide yang bisa dikembangkan dalam komunitas dan akhirnya membuat komunitas itu besar dan banyak yang kenal. 

Kalau mau dicari, ada banyak banget komunitas yang pendirinya itu para anak muda. Salah satunya Save Street Child, komunitas yang peduli pada pendidikan anak jalanan. Komunitas yang awal pergerakannya dimulai dari sebuah akun twitter @savestreetchild ini dibentuk pada tahun 2011. Pendirinya Shei Latiefah yang saat itu prihatin dengan nasib anak-anak jalanan di Indonesia. Makin hari, kondisi anak jalanan makin memprihatinkan dan itu yang membuat Shei Latiefah berkomitmen untuk membantu mereka. 

Kegiatan Save Street Child  (sumber : savestreetchild) 

Save Street Child mengajarkan baca tulis dan berhitung serta keterampilan dan keahlian khusus. Dengan keahlian yang diajarkan, diharapkan anak-anak jalanan itu bisa meningkatkan perekonomian keluarganya. Kelas Save Street Child kini tersebar di Jabodetabek, Bandung, Blitar, Jember, Jogjakarta, Malang, Makasar. Medan, Mojokerto, Padang, Palembang, Pasuruan, dan Semarang. 

Begitu seharusnya anak muda. Menggunakan waktu sebaik-baiknya buat bekal masa depan. Bukan ngga boleh hangout sama temen-temen, ngobrol ngalor ngidul, endebrei endebrei. Tapi, harus bisa bikin skala prioritas juga. Jangan sampai waktu produktif terbuang begitu aja cuma karena dengerin temen-temen pada ngegalau. Sayang brosis :) 

"trus biar produktif gimana dong? gue ngga bisa dagang, ngga punya modal juga. Gue juga ngga punya ide buat bikin startup. Trus ngapain dong gue?" 


Nulis yuuk! Ini ngga pake modal ko, beneran. Kan, pada punya tuh smartphone yang ajib deh canggihnya. Manfaatkan smartphone yang kamu punya. Unduh aja aplikasi macam evernote, words, atau apapun yang bisa dipakai buat nulis yang agak panjang. 

Nulis itu kan simple banget. Kalau ngga ada ide apa yang mau ditulis, tulis aja soal aktivitas atau pengalaman pribadi kalian. Misalnya pas makan di sebuah warteg, dapet menu yang enak banget tapi murahnya kebangetan. Atau, pas kuliah ketemu dosen yang cakep trus jadi semangat kuliahnya. Atau apapun deh yang terjadi dalam hidup. Masa iya, ngga ada satupun yang menarik di dalam hidup kalian :p 

Dan, buat yang suka nulis bisa tuh bikin blog dan tulis deh apapun ide yang muncul di blog. Bisa bikin di blogspot atau wordpress. Nah, buat ide nulisnya bisa dicari deh di situs-situs anak muda yang banyak bermunculan. Salah satunya Opini.id yang merupakan situnya anak muda yang punya kepedulian. Beritanya variatif dan update jadi bisa banget tuh nyari ide nulis dari Opini.id .


Jadi, sekarang waktunya anak muda untuk lebih kreatif. Kreatif yang positif loh ya, yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Syukur kalau sampai bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, tentu bakal jadi kebanggaan tersendiri juga kan. 

Pas banget nih sama momen Sumpah Pemuda hari ini. Momen yang seharusnya menyadarkan anak muda, kalau cuma berdiam diri aja ngga akan bisa membuat masa depan jadi lebih baik. Karena ya, kita bisa ubah nasib kalau kita mau berusaha *bijak*. 

 Jadi, kamu.. iya kamu.. mau kreatif di bidang apa? 




12 komentar:

  1. Mantap Ajip banget teh Uchi... Sangat menginspirasi anak muda, terima kasih teteh sudah share info yang kece punya.... 😉

    BalasHapus
  2. Kalau bingung mau cari kegiatan positif yang apa, gabung aja ke komunitas semacam save street child. Kebaikan itu nular

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju.. kebaikan itu bisa ditularkan :)

      Hapus
  3. Saya masih muda nggak ya, biar bisa ikutan berkarya juga \m/

    BalasHapus
  4. wah keren artikelnya. menambah wawasan saya tentan kegiatan sosial yang dilakukan.
    save street child itu daerah operasinya ibu kota yah?
    soalnya saya kadang-kadang suka bikin potret sosial.
    wah saya baru tahu ada opini.id saya cek dulu yah
    oh iya mbak kalau lagi cari tips fotografi mampir dong ke blog saya
    gariswarnafoto[dot]com
    yuk mari

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih loh ya udah mampir. Savestreetchild bisa dicolek aja akun twitternya. Nanti saya blogwalking balik ya.

      Hapus
  5. Nah ini masalah yang sering muncul di anak muda, tapi solusinya bagus bagus ini cocok untuk di terapkan. Permasalahan yang sering muncul masalah tidak ada ide kreatif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, anak muda indonesia harusnya memang kreafif karena kan mereka masih fresh yaa.

      Hapus
  6. Mungkin memang perlu diberi stimulasi yang baik agar kreatifitasnya pun menuju ke arah yang positif :-), artikelnya keren mba :)

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...