badge

Rabu, 23 Agustus 2017

Creative Writing Ala Alodita


Kalau ada yang bilang blogger itu ngga beda sama jurnalis, saya beneran ngga setuju. Blogger itu beda sama jurnalis. Walau kerjaanya sama- sama nulis, tapi konten yang dihasilakan itu beda banget. Jurnalis menulisnya pakai 'rambu-rambu' yang berlaku di tempat mereka kerja. 

Sedangkan blogger, nulis ya berdasarkan experience dan kehidupan sehari-hari. Ngga ada pakem yang dipakai dan ngga harus menuruti aturan baku. Nulis ya nulis aja. Kaya apa yang sedang saya tulis ini. saya lebih memilih buat nulis kata 'ngga' daripada 'tidak' agar terkesan santai. Saya memilih kata-kata yang biasa saya gunakan ketika bicara sama teman. Tulisan yang dihasilkan pun jadinya santai kan ya. Ngga tegang macam tulisan di media mainstream.


Saya pernah kerja (walau sebentar banget) di media mainstream sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus sama blog aja. Jadi, sedikit tahu gimana ngga santainya jadi seorang jurnalis. Ya udah lah ya, memang bukan passion saya kayanya jadi jurnalis, makanya mantap deh buat jadi blogger aja. Lebih santai dan bebas mengekspresikan gaya nulis saya.

Bagi seorang blogger, content is the king. Blogger ngga cuma dilihat dari seberapa seringnya dia nongol di acara. Tapi, penilaian utama seorang blogger adalah kualitas kontennya. Mau se-famous apapun si blogger kalau kualitas kontennya asal-asalan, ya ngga bagus juga. Saya rada ilfiil kalau main ke blog yang isinya hasil copas sana sini, paragraf dempet-dempet tanpa jeda, typo dimana-mana, atau font yang kriting ngga karuan. 

(baca juga Content is The King

Menurut saya, apa yang ditulis seorang blogger itu ya cerminan dirinya. Kalau ada yang bilang 'mulutmu harimaumu' di dunia blogging istilahnya jadi 'kontenmu harimaumu'. Seberapa kuat tulisan kita memengaruhi pembaca, membius mereka hingga mereka akhirnya masuk ke dalam alur tulisan kita. PR banget bagi blogger ya, menulis yang berpengaruh. 

Semuanya bisa dipelajari kok. Jadi, buat yang baru mau jadi blogger,  ngga usah stress duluan soal bagiamana tulisan kita bisa jadi enak dibaca. Kita harus rajin belajar dari blognya blogger-blogger pro. Walau saya udah 3 tahun ini ngeblog, tapi kalau urusan meningkatkan skill mah hayukk jalan terus. Ngga ada istilah berhenti belajar walau udah pinter sekalipun.

As I did in last Saturday, saya ikutan Tinkerlust Talk bareng Andra Alodita dan Wardah Cosmetic. Di dunia blogging, nama Alodita mah udah terkenal banget. Konten di blognya selalu enak dibaca. Ditambah layout blog yang bikin nyaman di mata, bikin betah lama-lama di blognya. Di acara ngobrol santai itu, saya jadi dapat insight baru tentang bagiamana bisa menulis konten yang kreatif dan teratur. Alo (sapaan akrabnya) punya kebiasaan-kebiasaan yang terbukti bikin dia jadi selalu punya banyak ide nulis. Dan itu bikin Alo ngeblog dengan teratur dan konsisten. Tanpa pernah kehilangan ide nulis atau stuck gitu mau nulis apa.



So, here's the Alo's habbit yang bisa banget kita tiru, karena ngga ada yang susah juga if you want to try harder.


Blog Alodita Yang Enak Dilihat :) 

Bring The Journal. Jadi, Alo itu kalau kemana-mana pasti selalu bawa buku and she call a journal. Di jurnal itu dia tulis semua yang terjadi dan semua yang dia rasakan. Jurnal itu juga dia gunakan untuk mencatat ide-ide yang datang. Ide itu memang suka datang tiba-tiba. Kalau ngga kita 'tangkap', ide itu bisa terbang dan akhirnya diambil orang. 

Makanya, sebuah buku atau jurnal itu penting. Penting buat mencatat semua yang kita alami. Dengan begitu, kita ngga akan yang namanya kehilangan ide buat nulis. Sebelum rutin menulis di jurnal, Alo juga sempat tuh nulis semua ide-idenya lewat smartphone. Tapi jadinya, hampir 90% ide itu hanya mengendap aja dan ngga direalisasikan. Ketika dia udah mengandalkan jurnalnya, semua ide yang dia tulis hampir semuanya dia tulis di blog. Alo hanya tinggal copy-paste apa yang udah dia tulis di jurnal ke blog.


Write Anything. Ini masih ada korelasinya sama si jurnal. Di dalam jurnal, jangan batasi hal-hal apa aja yang harus ditulis. So, write anything. Apa aja yang lagi kita rasain, tulis aja. Apapun ide yang lewat tulis aja. Even, ide itu receh banget ya tulis aja. Kadang sesuatu yang keren itu awalnya dari sesuatu yang simple. Semua yang kita tulis di jurnal, bisa jadi bahan menulis di blog. Kita cuma perlu memindahkan ide yang kita tulis menjadi paragaraf-paragraf yang lebih menarik lagi. 


Write Everyday. Alo punya kebiasaan untuk menulisi jurnalnya minimal 3 halaman setiap hari. Iyes, everyday. Itu dia lakukan karena Alo merasa kalau menulis adalah terapi mental. Saat sedang dalam kondisi sedih, kesal, atau marah, Alo selalu curhat lewat jurnalnya. Ajaibnya, ketika dalam kondisi marah dan dia tumpahkan semuanya lewat jurna, hasil tulisannya ngga pernah bernada negatif. Pokoknya yang keluar bukan cacian atau makian. Padahal pas nulis, dia dalam keadaan marah. 

Menulis itu terapi jiwa yang menenangkan. Cobain aja deh. Ketika kita kesal atau sedih, tulislah semua yang kita rasakan. Setelahnya kita bakal merasa lebih baik dan tenang. 

Menurut Alo ngga waktu khusus atau jadwal kapan dia harus nulis di jurnal. Tapi Alo punya kebiasaan nulis jurnal itu tiap pagi. Ketika kondisi rumah masih dalam keadaan sepi, maka itu waktu tebaik buat nulis. Pagi itu kita masih dalam kondisi fresh dan ide pun biasanya jad banyak berterbangan. Jangan sampai ada ide keren yang terlintas, tapi kita ngga bisa menangkapnya.



Setelah kebiasaan-kebiasaan Alo yang bisa kita tiru, sekarang kita cari tahu yuk gimana sih creative writing ala Alo ini. How dia bisa bikin konten yang asik terus buat dibaca. 

1. Buat Mind Mapping. Saya pernah belajar soal mind-mapping ini. Sayangnya walaupun udah belajar dan tahu manfaatnya, saya jarang banget menerapkan ini. Padahal Alo bilang, mind-mapping ini bisa bantu kita saat mentok ngga tau mau nulis apa di blog. Kita bisa petakan ide yang mau kita tulis.

Misalnya aja mau nulis soal parenting. Parenting kita bagi jadi beberapa bagian kaya pola asuh, tumbuh kembag, edukasi, dan mainan. Nah, dari empat point itu bisa kita bagi lagi. Poin Pola Asuh bisa dibagi jadi beberapa bagian lagi, misalnya dibagi per kategori usia atau gender. Begitu aja sampai mentok poin-pontnya ngga bisa dipecah lagi. 

2. Bedakan antara menulis, mencari referensi, mengedit. Yang bikin satu tulisan dalam 2 hari ngga kelar-kelar adalah kita melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu. Makanya kita jadi ngga fokus. Huhuhu... ini kok saya banget deh. Kadang suka gatel ya mau nulis tapi sambil ngedit foto. Padahal sebenarnya itu ngga boleh kita lakukan. Karena, waktu menyelesaikan satu tulisan jadi makin lama. 

Tulis aja dulu apa yang mau kita tulis. Lakukan sampai selesai, setelah nulis endapkan aja dulu. Kita bisa ke dapur dulu buat bikin kopi atau beberes rumah. Setelah itu baru deh kita cek typo atau edit foto. Cara ini bisa membuat kita lebih efektif ketika menulis. Fokus juga jadinya ngga pecah kemana-mana. Dengan begitu, waktu buat menyelesaikan satu tulisan ya ngga sampe berminggu-minggu. 

3. Fokus. Jadi jangan ada distraksi dengan sesuatu yang lain ketika lagi nulis. Kaya nulis sambil ngecek-in sosmed. Kalau niatnya mau ngeblog, ya udah ngeblog aja. Singkirkan dulu gadget yang bisa menggangu fokus kita. Dengan begitu, kita bisa menyelesaikan tulisan dengan cepat. 

Be Original 

Setiap blog harusnya punya ciri khasnya masing-masing. Alo berpesan kalau memang udah banyak dapat job review, maka harus diimbangi sama konten original. Konten yang kita tulis tanpaada beban dan tanggungjawab sama klien. 

Sila tulis sponsored post atu job review,  tapi harus diatur. Jangan sampai blog kita isinya 'iklan' melulu. Duh, ini PR banget buat para blogger ya. Berimbang dalam mengisi konten blog. Misalnya, hari ini harus nulis sponsored post, besoknya nulislah yang original, bukan pesanan. Dengan begitu, pembaca blog kita ngga bosan. Ngga selalu disuguhi sama postingan berbayar.

Iyes, apa yang disampaikan Alo sebenarnya simple. Yang susah itu kadang eksekusinya dan fokus. Tapi kita bisa belajar kok. Jangan minder duluan kalau masih belum bisa menghasilkan konten yang menarik. Terus belajar dan jangan membatasi diri pada satu hal aja. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat tulisan yang menarik. Rajin baca buku, salah satu hal yang bisa lakukan buat menambah wawasan. Dari membaca kita juga bisa dapat ide-ide yang brilian.

Setelah ikutan acara ini, saya harus punya jurnal. Jurnal yang bakal nemenin saya kemana-mana. Teman yang bakal jadi saksi tentang apa aja yang saya lihat, rasakan, dan lakukan. Teman yang bakal jadi tempat tertuangnya ide-ide yang suka datang tiba-tiba. Jadi bukan cuma cinta aja yang bisa datang tiba-tiba, ide pun bisa datang begitu aja. 

Selamat menjadi penulis kreatif yaa. Kalau udah berhasil menerapkan apa yang Alo lakukan, share yaa. Semoga kita, as a blogger, bisa menciptakan konten kreatif yang bakal bikin para pembaca betah. Pembaca juga bisa dapat manfaat dari apa yang kita tulis. Semangattt menciptakan tulisan kreatif yaa 😉😉






18 komentar:

  1. Aku pernah punya jurnal, tapi rajin ngisinya cuma jalan seminggu, nggak tau kenapa ya. Baca ini jadi terpacu untuk mulai bikin jurnal lagi.
    TFS ya Ci.. mulai harus benahin konten nih. PR.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga jadi pengen punya jurnal, setidaknya ngelatih tangan ttp lemes

      Hapus
    2. Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di ��PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBAL��

      Hapus
  2. Besok jurnal-jurnal gimmick yang biasanya ku kasih ke naeema kayanya aku minta lagi. Perlu menulis ide sekecil apapun tiap hari kan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha..., iya kak aku pun begitu

      Hapus
  3. Makasih sharingnya mbaa... aku masih suka nulis coret2 di kertas ya tapi sering kececer ��
    Kontenmu harimaumu^^

    BalasHapus
  4. Nulis di jurnal tuh aku banget mbak... tapi kalo aku sih lebih karena aku nge blog nya pake hp sih mbak... jd lebih nyaman nulis di jurnal dulu sambil edit edit... nah kalo udah bener bgt (menurutku) baru deh ketik di blog pake hp... hihihi mengurangi liat layar hp lama lama juga sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. udah terbiasa ya. Asik ya nulis jurnal itu

      Hapus
  5. Duh, yang nulis tangan itu ketampol banget aku Mba. Berasa sekarang lebih suka ngetik daripada nulis tangan. Padahal bener banget yang di bilang Alo kalau nulis tangan tuh banyak manfaatnya.
    Apa kabar jurnalku? Juarang banget keisi, hiks. Mau mulai nulis teratur di jurnal lagi ah.
    Makasih sharingnya ya Mba Uci :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku lagi berusaha juga nih buat teratur nulis jurnal

      Hapus
  6. Harus mulai belajar lagi nulis pakai buku,dan kemana mana bawa buku berarti ya Mba Uci

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. buku dan pulpen wajib dibawa kemana-mana

      Hapus
  7. iya aku masih pakai tipe nulis di buku, sejak anak tiga suka disobekin anak2 bikin aku pengen pelukin atu-atu my children.

    Jadi kudu punya tempat nyimpen jurnal di atas lemari kayaknya biar aman. makasi teh sharingnya membantu banget buat aku yang sudah melupakan jurnal2ku.

    BalasHapus
  8. Aku iriiii pengen bisa foto dg Alodita. Blogger inspirasiku. Simpel, foto2nya bagus, tulisan sederhana dan relaxing.

    BalasHapus
  9. Aaah keren banget ide2nya Alodita :)
    Thanks for sharing..

    BalasHapus
  10. Ini nih problemnya biasa kehabisan ide nulis. Ternyata bisa disiasati agar ide nulis blog ngalir terus ya. Tengkyu sharingnya.

    BalasHapus
  11. Setahu saya kalau Jurnalis harus ada sumber informasi dari luar dan jelas, Kalau Blogger sumbernya bisa dari mana saja...

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...