badge

Selasa, 01 Agustus 2017

[Tips] Atur Keuangan Ala Ibu Rumah Tangga


Buibu, siapa yang pas suami gajian, uangnya dipegang semua? Terusnya kita yang kebagian pusing ngatur pos-pos pengeluaran bulanan. Ada ngga sih yang kaya gitu? Kalau menurut saya sih pasti banyak deh. Karena memang kebanyakan, suami itu akan mempercayakan gajinya untuk dikelola oleh sang istri. Selain suami ngga mau pusing bayar ini itu, kayanya emang cuma istri yang punya kemampuan teliti dan jeli.



Kebanyakan buibu pasti punya catatan pengeluaran bulanan. Kebanyakan yaa, ngga semuanya. Kaya saya nih πŸ˜‚ yang sekarang ngga lagi punya catatan pengeluaran. Dulu, saya sempat tuh bikin catatan. Sampai per-posnya itu saya pakaikan amplop biar ngga kecampur. Tapi, lama-lama kok jadi males. Sekarang, kalau suami gajian langsung aja bayar semua yang harus dibayar, tanpa dicatat. 

Ternyata, pas ikutan acara Financial Check Up bareng Prita Hapsari Ghozie atau yang biasa dikenal dengan Prita Ghozi, kaya disentil gitu deh. Selama ini, kita sebagai manajer keuangan rumah tangga mungkin suka khilaf. Asal ngeluarin uang tanpa ada catatan. Eh giliran uangnya tiris, bingung ko cepet amat uangnya abis, dipakai buat apa aja pun ngga ingat. Ada yang kaya gitu ngga sih? Ada, saya hahaha.

Pakar Keuangan Prita Gozi
Prita Ghozie
Soal ideal ngganya arus keuangan keluarga, sebenernya relatif ya. Kadang ada yang merasa ideal dengan mem-pos-pos-kan pengeluaran. Ada juga yang bebas aja, asal semua bisa kebayar, berarti ideal. Tapi, kalau ada yang bingung gimana sih mengatur keuangan yang baik dan benar, materi dari Prita Ghozi yang bakal saya urai di sini, semoga bisa membantu ya. At least, sebagai panduan agar keuangan rumah tangga lebih teratur lagi.

Sekarang kita cari tahu dulu nih peringkat sehat keuangan kita. Hayoo, dilihat ya buibu kita ada di posisi mana πŸ˜†

Tidak Sehat 

  • Pengeluaran lebih besar dari pemasukan
  • Berhutang kartu kredit
  • Tidak punya aset
Sehat 
  • Pengeluaran sama dengan penghasilan 
  • Terlambat membayar lunas tagihan kartu kredit 
  • Investasi minimal 
Mandiri
  • Penghasilan lebih besar dari pengeluaran
  • Tidak punya utang kartu kredit
  • Investasi maksimal 
Sejahtera 
  • Penghasilan lebih besar dari pengeluaran
  • Penghasilan pasif dari aset
  • Tidak punya utang 
  • Berderma / Sedekah 
Dimanakah posisi kita? Hayoo, yang jujur yaa. Lagian ngga ada yang tahu juga kok. Kan, masalah keuangan itu adalah masalah yang sangat sensitif. Kalau bisa mah cukup kita, suami, dan Allah yang tahu. 

Kalau yang punya catatan rutin pengeluaran tiap bulan, pasti punya deh pos-pos pengeluaran. Jadi uang yang ada harus masuk ke pos mana aja, pasti udah ada bagian-bagiannya. Kalau dari materi Prita, jenis pos pengeluaran itu dibagi jadi 4. Apa aja itu? 



Nah, sekarang kita masuk ke alokasi ideal arus keuangan kita. Ini bisa jadi panduan banget loh buibu. Semua pakai prosentase, jadinya teratur kemana aja pendapatan rumah tangga itu harus dikeluarkan. 
  • 5 % Zakat - Sedekah 
  • 10% Menabung Dana Darurat 
  • 30% Biaya Hidup 
  • 30% Cicilan / Pinjaman
  • 15% Investasi 
  • 10% Gaya Hidup 
Jadi, pas gajian bisa langsung dihitung. Kalau hasil dari prosentasenya ada yang kurang, misalnya aja buat bayar segala macam cicilan lebih dari 30%, pos gaya hidup bisa dikurangi. Karena gaya hidup ini nih yang kadang jadi racun banget buat kesehatan keuangan rumah tangga. Untuk pos zakat dan tabungan sebaiknya sih jangan dikurangi prosentasenya ya. Kalau kata prita mah, makin banyak ngasih makin banyak menerima juga. Iyess, bener dan saya setuju banget. Zakat dan sedekah itu bisa memancing rezeki lain loh. 

Saat ikutan acara bareng visa dan ibuberbagibijak ini, Prita menekankan banget kalau kita harus selalu punya dana darurat. Makanya urutan dana darurat ada di posisi kedua dari alokasi keuangan. Kenapa dana darurat itu wajib ada? karena memang manfaatnya sangat banyak. Kita kan ngga pernah tahu kapan musibah bakal datang. Kalau kita selalu punya alokasi dana darurat, Insya Allah ketika ada musibah, kita ngga kepusingan cari dana. Ini juga PR banget buat saya. Karena saya pun ngga punya dana darurat. 

Manfaat dana darurat itu diantaranya;
  • Biaya dokter, obat, rumah sakit yang ngga bisa ditunda
  • Musibah bencana alam, kemalingan, atau kematian
  • Terjadinya PHK secara mendadak 
  • Kerusakaan peralatan rumah tangga yang signifikan kaya AC, kulkas, atau atap roboh. 

Dimana kita sebaiknya menyimpan dana darurat? yang paling aman memang di bank ya. Karena kalau nyimpennya di lemari apalagi di bawah bantal, kemungkinan terpakainya jadi lebih besar. Buka tabungan khusus untuk menyimpan dana darurat atau memang khusus tabungan / investasi. Kalau tabungan dana darurat pakai ATM, usahan ATMnya ada di rumah aja. Ngga perlu diselipin di dompet dan dibawa kemana-mana. Karena, kemungkinan khilaf dan akhirnya kepakai itu ada aja. 

Gimana bu? udah punya gambaran kan ya betapa teraturnya kalau kita terapkan tips dari Prita Ghozi yang saya tulis. Arus keuangan rumah tangga jadi lebih tertib dan teratur. Kita bisa punya tabungan dan dana darurat yang ternyata penting banget. 

Abis ikutan acara financial check up bareng Prita Ghozi ini, saya kaya sadar dari pingsan. Saya jadi mau mulai lebih teratur lagi dalam mengelola keuangan rumah tangga. Berharapnya supaya ngga kalap kalau abis dapet fee dari blog dengan segala macam dibeli. Mau ngurangin ngantri produk terbaru di olshop juga πŸ˜‚ doakan saya ya buibu. Semoga buibu yang baca tulisan saya ini, kondisi keuangannya bisa lebih teratur juga ya, Aamiin. 


4 komentar:

  1. amiiinnn, semoga abis ikut acara ini situasi keuangan kita membaik yaa Ci..;p

    BalasHapus
  2. 😯😯😯takut kak kalau bahas keuangan apalagi keluarga. Tipe boros dan ga enakan plus ga tegaan apalagi ga jeli dan teliti. Dana darurat, masih belum ada juga kak *lho curcol* harus udah mulai berbenah mulai today ya kak, one step ahead jadi (calon) mamak rumah tangga kayak kakaknya πŸ˜‰

    BalasHapus
  3. artikelnya sangat membantu mbak... apalagi buat para ibu yang susah mengatur uang pengeluaran keluarga

    BalasHapus
  4. Pasti bisa teh ngatur keuangan, yang penting ada niat dan konsisten hehehe. Kalau habis dapet uang godaan memang banyak ya

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...