Senin, 18 Januari 2016

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anak Sakit?



Tantangan atau mungkin ujian bagi seorang ibu adalah ketika anak sakit. Beda ibu, beda pula penanganannya. Ada yang panik, berusaha tidak panik walau sebenarnya panik, dan tidak panik sama sekali. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika anak sakit? Lewat postingan ini, saya akan coba berbagi pengalaman ketika merawat anak sakit. 

Saya termasuk orang yang sangat santai dan simpel. Pun ketika anak sakit. Saya berusaha untuk tidak terburu-buru membawanya ke dokter. Jika masih bisa ditangani sendiri, saya akan memilih merawat anak dirumah. Bukan apa-apa, saya agak trauma dengan rumah sakit. Mencium bau karbol yang biasanya menjadi bau yang dominan di rumah sakit saja, saya sudah merasa ciut. 

Pengalaman menemani bayi merah saya yang harus dioperasi, kemudian tidur di ruang tunggu sambil memandangi langit-langit rumah sakit dan bolak-balik ke NICU membuat saya trauma. Walau bukan trauma yang parah, tapi tiap kali menginjakkan kaki ke rumah sakit, saya selalu deg-degan. 

Jadi, sebisa mungkin ketika anak sakit saya menanganinya sendiri dirumah. Berbekal P3K yang ada dirumah, saya pun bisa merawat anak dengan tenang. Si Kaka yang paling rentan sakit. Abang dan adiknya bisa dibilang punya daya tahan tubuh yang lebih baik. Kaka inilah yang pernah dioperasi ketika usianya baru 11 hari. Masih sangat merah. Dia memiliki kelainan di usus kecilnya, jadi tindakan satu-satunya dan yang paling tepat adalah operasi. Usus kecil yang abnormal dipotong kemudian disambung dengan usus yang normal. Ah... kalau ingat peristiwa itu, lutut saya masih suka lemas. Masih terbayang kecilnya si Kaka saat masuk ke dalam ruang ICU, lalu dipindah ke NICU, ruang operasi dan kembali lagi ke NICU. Masih lekat sekali di ingatan saya.

Alhamdulillah sekarang di usianya yang hampir menginjak 6 tahun, dia tumbuh sehat. Permasalahannya adalah Kaka ini punya daya tahan tubuh yang mungkin tidak terlalu bagus. Tidak seperti abang dan adiknya. Kaka mudah sekali pilek dan batuk. Kalau sedang kecapaian, dia bisa sesak. Ada yang bilang itu disebabkan karena dia pernah dioperasi dan dirawat hampir 2 minggu di NICU.

Walau rentan sakit, saya tidak boleh terlalu khawatir. Karena kalau saya panik, yang ada saya malah tidak bisa merawat si Kaka. Jadi, inilah yang saya lakukan ketika anak sakit.

1. Jangan Panik
Ini penting. Kenapa saya katakan penting? Karena ketika kita tahu anak kita sakit lalu kita panik, yang ada malah kita tidak bisa melakukan apa-apa dengan tenang. Kepanikan kita pun akan berpengaruh pada anak. Anak akan tahu kalau kita khawatir (berlebihan). Berusaha tenang dan mulailah memberi pertolongan pertama.

2. Tidak Terburu-buru Membawa ke Klinik / Rumah Sakit
Seperti yang katakan diatas, bahwa saya agak trauma dengan rumah sakit. Jadi, saya akan berusaha untuk tidak terburu-buru membawa anak ke rumah sakit. Kalau si anak sudah bisa diajak berkomunikasi seperti Kaka, saya akan tanya apa yang dia rasa. Apakah mual, pusing, atau sakit perut. Jika suhu tubuhnya tinggi, kita bisa menggunakan termometer terlebih dahulu untuk mengukur suhunya. Tetap tenang karena ketika kita tenang, anakpun akan tenang dan lebih nyaman

3. Beri Pertolongan Pertama
Tidak membawa anak ke klinik atau rumah sakit, bukan berarti saya tidak mengobati anak saya. Saya akan memberikan pertolongan pertama sebagai penawar sakitnya. Misalnya saja ketika si Kaka panas, saya akan memberikan larutan madu terlebih dulu untuk menurunkan suhu badannya. Atau ketika madu sedang tidak ada, saya memberikan obat penurun panas. Atau mungkin ketika anak terjatuh dan berdarah, tidak perlu juga terburu-buru membawanya ke dokter. Bisa kita atasi dulu dengan antiseptik.

Jadi, memang lebih baik kita meyediakan kotak P3K yang berisi obat-obatan dasar. Seperti obat penurun panas, antiseptik dan beberapa obat-obatan lain. Biasanya saya hanya menyediakan obat-obatan yang saya beli secara terpisah jadi bukan dalam satu kotak.

Agak repotnya ketika akan berpergian. Karena saya harus menyediakan wadah atau tas kecil untuk menyimpan semua obat-obatan dasar. Tidak jarang juga ada beberapa obat yang malah tertinggal padahal obat itu sangat penting. Akhirnya, saya pun terpaksa membeli lagi. Sampai saya berpikir, alangkah senangnya jika punya kotak P3K yang isinya lengkap dan bisa dengan mudah dibawa berpergian.

Prosehat, Swalayan Kesehatan Pertama di Indonesia

Sampai satu hari ada teman yang merekomendasikan untuk membeli kotak P3K di Prosehat. Bagi yang belum tahu, prosehat adalah swalayan kesehatan online yang pertama di Indonesia. Bukan hanya kotak P3K saja yang dijual, tapi berbagai produk kesehatan seperti obat-obatan bebas, obat resep, suplemen, vaksin, dan juga alat kesehatan.

Kita tinggal masuk ke website Prosehat, lalu kita bisa memilih obat-obatan sesuai dengan filter yang sudah disediakan di sidebar. Ada obat asam urat, darah tinggi, kolesterol, diabetes, stroke, keputihan, maag, batuk, diare dan gatal. Ada banyak pilihan obat yang ditawarkan. Kalau ragu, kita bisa minta rekomendasi dulu dari dokter.

Saya memesan paket P3K yang isinya sangat lengkap. Dilengkapi dengan kotak yang memudahkan ketika akan dibawa berpergian. Semuan obat-obatan dasar, sudah ada dalam satu kotak. Harganya pun sangat terjangkau.

Paket P3K Untuk Traveling

Isi Dari Paket P3K, Lengkap
Yang unik dari Prosehat adalah kita bisa membeli obat yang diresepkan oleh dokter. Tinggal foto resep saja dan biarkan Prosehat membaca resep dan mempersiapkan obatnya untuk kita. Obat yang kita pesan akan diantar langsung oleh kurir.

Kadang kala kita kesulitan ketika harus menebus obat yang diresepkan dokter. Pernah satu kali, obat yang diresepkan malah tidak ada di apotik-apotik terdekat. Bingung dan akhirnya minta tolong teman-teman terdekat. Tapi jadinnya malah merepotkan saja.

Sekarang ada Prosehat yang bisa membantu kita dalam urusan obat dan produk kesehatan. Dan Prosehat juga tersedia dalam versi mobile. Aplikasi Prosehat bisa diunduh lewat app store untuk pengguna andriod. Memesan obat dan produk kesehatan pun jadi lebih mudah.

Sekarang sedang ada Promo Kesehatan Anak yang terdiri dari suplemen, susu, dan juga popok. Kita akan dapat harga yang lebih hemat lagi jika memesan melalui Aplikasi Android Prosehat. Pelayanan cepat dan petugasnya pun melayani dengan ramah. Promo ini tidak boleh dilewatkan, terutama bagi ibu-ibu yang biasanya senang dengan diskon, termasuk saya. Saya pun ikut memesan popok dan susu karena memang harga yang ditawarkan lebih murah dari harga di supermarket.

Aplikasi Android Prosehat, Ada Promo Yang Bisa Didapatkan

O iya, karena saya pengguna produk herbal juga, sayangnya di prosehat belum banyak pilihan produknya.  Dan ada beberapa produk juga yang masih belum tersedia. Semoga kedepannya, makin banyak produk herbal dan produk lain yang tersedia. Sehingga, untuk mendapatkan produk-produk kesehatan sudah tidak perlu repot-repot lagi. Semuanya tersedia dalam satu mobile apps.

Untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan, kita juga bisa mengikuti sosial media ProSehat. Akan banyak tips-tips kesehatan yang bisa membantu kita dalam menjaga kesehatan keluarga.

Like fanpage ProSehat : www.facebook.com/prosehatcom
FollowTwitter : @prosehat
Instagram : @prosehat 









23 komentar:

  1. iya betul mba, jangan panik ..nah saya sukanya panik duluan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kalau panik malah ngga bisa berbuat apa-apa. Si anak juga bakal ngerasin kalo ibunya panik. Dan itu bikin dia jadi ngga nyaman

      Hapus
  2. saya juga kalo anak sakit gak melulu langsung dibawa ke dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selagi masih bisa diatasi di rumah, ya sebaiknya memang ngga usah dibawa ke dokter.

      Hapus
  3. setuju...saya juga sebisa mungkin nggak kasih obat2an kimia dulu. apalagi kalau batuk pilek, untuk anak di bawah 5 tahun kan wajar kalau masih sering batpil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, kalau dikit-dikit di bawa ke dokter malah jadinya khawatir ketergantungan.

      Hapus
  4. Ahhhh aku banget suka panik hiks.... soalnya trauma anak pertama sering masuk RS gegara sakit. Thanks ya telah mengingatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, itu juga karena trauma sama anak yang kedua pernah dioperasi dan nginep di rs sampe 2 minggu. Sedih.

      Hapus
  5. Iyaahhh, jangan panik. Aku jg klo ks parasetamol liat2 anak. Klo demamnya 38,5 tp anaknya biasa aja, ttp main, mau makan mnm ga kuks. Tp klo demamnya 38 tp rewel n lesu br kuks. Hehe.. jd ibu byk latihannya yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba ternyata parasetamol pun punya efek yang kurang baik buat kesehatan. Jadi ibu mesti banyak sabar juga.

      Hapus
  6. Tidak panik dan selalu berusaha mencari home treatment dahulu memang penting banget meskipu aplikasinya susah banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya seorang ayah yang selalu tenang. Kalau di rumah ada penawar sakit, lebih baik memang ditangani di rumah dulu.

      Hapus
  7. Jangan panik yang utama, dilengkapi dengan melengkapi pengetahuan kita dengan tata laksana thd demam, flu, batuk, dll juga pelajari tanda2 kegawatdaruratan. Itu yang saya lakukan sejak punya bayi Keisha, alhamdulillah 3K jarang ke dokter dan belum ada yg pernah dirawat di rs.
    Makasih sharingnya ya, jadi tau ada prosehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... anak sehat itu bener-bener anugerah banget ya. Semoga 3K sehat selalu ^__^

      Hapus
  8. kotak P3K nya lengkap banget ya
    sama mak, aku pun kalo bisa nggak buru-buru bawa ke dokter dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau bisa ditasi pakai obat yang ada di rumah, artinya memang ngga perlu ke dokter ya mak :)

      Hapus
  9. Saya malah kalo panik suka psikosomasis mba, sampe2 saya yang pusing2 dan muntah2, akhirnya emang milih untuk berusaha ga panik sih ya. Kasihan kalau saya panik malah saya yang dibawa ke rumah sakit :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, karena anak itu bisa ngerasain kalau orangtuannya panik. Dan itu bisa ngaruh ke proses penyembuhannya.

      Hapus
  10. Aku baru bawa anak ke dokter jika sakitnya gak reda selama 3 hari. Sebelum itu kasih obat di kotak obat plus obat herbal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga biasanya kasih herbal dulu, kalau 3 hari ngga ada kemajuan baru deh ke dokter.

      Hapus
  11. kemarin anak keduaku demamnya agak lama.jadi agak panik. tapi memang benar jangan panik sebagai ibu harus tenang

    BalasHapus
  12. kalo anak sakit saya selalu panik Mbak dan mertua selalu menyuruh agar langsung dikasih obat,tapi saya dan suami biasanya gak menuruti permintaan mertua :(

    BalasHapus
  13. yaa Allah, ngebayangin bayi sekecil itu operasi :(

    jadi ingat, keponakan masih bayi merah ada kelainan jantung, lalu meninggal :(((

    semoga semua putra putrinya diberi kesehatan ya Uci

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.