Rabu, 17 September 2014

[Macau] Kota Dua Wajah Yang Memukau



Jika diberi kesempatan untuk menjelajah bumi, Macau tentunya akan saya masukkan list negara yang wajib dikunjungi. Selain keindahaan panorama, kebudayaan yang unik menjadi daya tarik bagi saya sebagai penikmat budaya.

Saat mengumpulkan informasi tentang Macau, saya melihat-lihat beberapa foto hasil pencarian di mesin telusur. Saya sempat beberapa kali make sure untuk foto yang saya lihat, maksudnya untuk memastikan apakan foto yang saya lihat adalah betul-betul Macau, bukan sebuah kota di Eropa. Ternyata, itulah Macau. Kota yang menjadi salah satu Daerah Administrasi Khusus dari Republik Rakyat Cina selain Hong Kong. Dan faktanya memang Macau pernah dsinggahi oleh Portugis sekitar pertengahan abad ke 16, sehingga kebudayaan Macau berafiliasi dengan kebudayaan portugis. Menakjubkan.



Integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis menjadikan Macau sebuah kota yang unik. Bangunan-bangunan bersejarahnya masih terawat dengan sangat baik. Dan itulah yang menjadi daya tarik para turis asing berkunjung ke Macau. Selain itu, destinasi indah lainnya tak kalah menarik untuk dijelajahi.

Macau Tower. Mungkin bangunan ini menjadi yang paling terkenal dan juga ikon dari kota Macau. Seluruh kota Macau yang sangat indah bisa kita lihat lewat menara ini. Menara yang memiliki ketinggian 338 meter ini memiliki fasilitas 'skywalk' dan menjadi bungee jumping spot tertinggi di dunia. Luar biasa. Bagi yang menyukai olah raga yang memacu adrenalin tingkat tinggi, tempat ini sangat layak untuk dicoba. Namun bagi saya, perlu berpikir puluhan kali untuk mencobanya. Lutut saya bisa mendadak lemas jika berada di ketinggian. Tapi, akan saya pastikan kalau saya akan menyambangi tower ini ketika saya dapat mendarat di Macau. Salah satu keunikan dari Macau Tower adalah restoran berputarnya. Saya dapat membayangkan betapa unik dan serunya makan di atas ketinggian sambil berputar melihat keindahan Macau dan sungai pearl dar dek. Tempat yang tidak boleh terlewatkan ketika nanti berkesempatan mengunjungi Macau.



Macau Tower
A-Ma Cultural Village. Destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Macau dan mungkin nanti saya pun akan mengunjunginya. Sebuah Desa budaya dengan ikon patung Dewi A Ma yang disebut-sebut sebagai patung tertinggi di dunia. Luar Biasa. Desa ini terletak di puncak gunung pulau Coloane denga luas sekitar 7.000 sqm. Desa yang didominasi sebuah kuil besar dengan gerbang tinggi dan lonceng ini sangat bersih, sejuk dan nyaman. Menghabiskan sore setelah berkeliling Macau di tempat ini rasanya benar-benar dapat menghilangkan lelah.

A Ma Cultural Village

Patung Dewi A Ma

Tempat menarik yang tidak boleh terlewat untuk dikunjungi adalah museum tempat menyimpan surat, buku dan manuskrip tentang penjajahan portugis juga tentang hubungan Macau dengan Eropa, China, Jepang dan Asia Tenggara. Bagi saya ini bisa dijadikan referensi yang tepat untuk menulis sejarah tentang Macau. Semuanya tersimpan dalam sebuah mansion bergaya colonial, Avenida do Conselheiro Farreira de Almeida. Tempat yang di restorasi oleh pemerintah Macau dan masih terjaga dengan baik ini pernah memenangkan penghargaan Warisan Asosiasi Wisata Daerah Pasifik pada tahun 1982.

Avenida do Conselheiro Farreira de Almeida

Satu tempat lagi yang membuat saya terpukau adalah The Venetian. Sebuah shopping centre mewah yang unik. Saya pernah melihatnya dalam serial drama korea Boys Before Flower. Ada scene ketika Gem Jan Di naik gondola untuk menghilangkan kekecewaan karena ditinggal oleh Gun Jun Pyo. Awalnya saya pikir, adegan itu diambil di Italia, namun setelah diteliti ternyata adegan itu diambil di Shopes Grand Canal, The Venetian. Saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk bisa menaiki gondola, mendegarkan pengayuhnya bersenandung dengan suara yang nyaring dan merdu, Menenangkan pastinya. Rasanya akan ada ide-ide cemerlang yang dapat saya jadikan bahan tulisan.


The Venetian

Shopes Grand Canal

Bagi saya pecinta seni dan budaya, Macau menjadi referensi yang menarik untuk dikunjungi. Perpaduan dua budaya yang menjadikan Macau sebuah kota kecil yang unik. Walau luasnya hanya 29,5km dan tidak lebih dari seperempat luas kota tempat saya tinggal, rasanya waktu satu hari tidak cukup untuk mengeksplorasi keindahannya. Sebuah kota kecil yang penuh dengan keindahaan dan kebudayaan. Kota yang seakan memiliki dua wajah yang berbeda. Perpaduan Asia dan Eropa yang mewujud menjadi kota kecil yang memukau. Macau, saya pastikan akan mengunjungimu.








Note : Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Why Macau yang diadakan MGTO Indonesia dan VIVA.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.