Jumat, 17 Oktober 2014

Karena Mereka Istimewa

Mereka layak untuk terus tersenyum



Tidak ada satu pun ibu di muka bumi ini yang ingin memiliki anak dengan penyakit berat. Tidak ada satu pun. Semua ibu berharap bayi yang mendiami rahimnya selama sembilan bulan akan berwujud menjadi bayi yang sehat dan tidak kekurangan satu hal pun. Namun, apa daya jika Allah menakdirkan lain. Ia memberikan bayi yang tampak sempurna namun sesungguhnya menyedihkan. Bayi yang nantinya harus berjuang melawan kekurangannya. Ah... Pada dasarnya semua ibu pasti tak sanggup menerimanya.

Anadaikan itu terjadi pada saya, sungguh tak mampu membayangkan kesedihan yang akan hadir tiap harinya. Saya pernah merasakan dinginnya ruang tunggu operasi saat mengantarkan bayi merah saya berjuang melawan sakitnya. Bahkan umurnya saat itu baru sebelas hari. Usia yang masih lemah. Derai air mata tak mampu saya bendung, rinai itu selalu hadir tiap hari saat menanti kepastian dokter. Bentuk ususnya yang abnormal, membuat bayi merah saya harus merasakan dinginnya ruang operasi. Usus itu akhirnya harus dipotong dan disambung. Menyedihkan. Sangat menyedihakan. Ketika seharusnya saya bahagia dengan hadirnya anggota baru dirumah, saya malah bersedih. 


Saat itu saya menyesali takdir Allah. Kenapa harus bayi saya? Kenapa harus saya? Rentetan penyesalan meluncur tak terkendali. Menangisi dan menyesali. Namun, itu tidak merubah keadaan. Itu tetap terjadi. Takdir itu tetap jadi milik saya. Jadi, saya putuskan untuk berhenti menyesali. Berhenti menangisi takdir. Karena saya tahu tak ada gunanya. Mungkin, seperti itulah perasaan para ibu yang memiliki anak yang menderita kanker. Berat, itu pasti. Sedih, itu juga pasti. Awalnya pasti mereka menyesali takdir Istimewa yang diberikan Allah. Namun, perlahan dan pasti ada kekuatan yang menghampiri mereka, para ibu dari anak penderita kanker. Mereka akhirnya harus kuat dan itu menjadi bekal dalam mendampingi si anak melawan penyakitnya.

Ibu-ibu hebat itu akhirnya memang harus menguatkan diri demi anak. Dan, anak-anak penderita kanker memang harus kuat. Pada sang ibulah mereka bersandar dan mencari kekuatan. Anak-anak itu harus melewati hampir sepanjang hidupnya dengan pengobatan. Kemoterapi dan obat-obatan. 

Namun, anak-anak tetaplah anak-anak. Manusia kecil yang selalu ceria dan menyenangkan. Tidak menunjukan betapa sakitnya mereka pada orang lain. Maka, benarlah seorang bijak menasehati agar kita belajar pada anak-anak. Seberat apapun masalah yang mereka hadapi, mereka tidak akan menunjukannya pada orang lain. Mereka adalah manusia yang paling mudah memaafkan bagaimanapun ia disakiti. Tidak pernah menyimpan dendam. Itulah anak-anak. Tingkah mereka selalu menarik utntuk diperhatikan bagaimanapun keadaan mereka. Tak terkecuali mereka, si penderita kanker. Mereka anak-anak yang istimewa karena memang Allah memilih mereka menjadi istimewa. 

Kepedulian terhadap anak-anak istimewa inilah yang menjadi inspirasi berdirinya Ronald Mc Donald House Charities atau RMHC. Sebuah organisasi non profit yang memiliki misi dalam meningkatkan kesehatan kesejahteraan anak-anak. Salah satu kegiatan yang sedang dikampanyekan adalah Stripes For Love. Sebuah kampanye untuk meringankan beban anak-anak yang tengah menderita sakit. Sebuah gerakan memberikan cinta, senyum dan kebahagian agar harapan itu selalu ada bagi mereka*.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mentransfer kekuatan bagi anak-anak yang tidak seberuntung anak-anak lain. Sekiranya tidak dengan materi, maka doa adalah senjata paling ampuh agar anak-anak itu selalu diberi kekuatan, kecerian dan kebahagian walalu kondisi mereka sedang sakit. 

Tetap tersenyumlah ibu yang luar biasa, karena senyummu membuat mereka--anakmu yang sedang sakit-- menjelma menjadi anak-anak yang kuat. 



*Sumber : www.rmhc.or.id & www.stripesforlove.com






9 komentar:

  1. weh bener sekali mbak, ibu itu segalanya, untuk siapa saja

    BalasHapus
  2. SUBHANALLAH...ibu...ibu...ibu, setiap langkah adalah jannah bagi kami, semoga Allah memberikan tempat terindah bagi mu Ibu...Mc. Donald adalah inspirasi bagi wirausahawan di Indonesia yg harus peduli dengan sesama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukron mas yud atas bantuannya. Terimakasih juga sdh mau brkunjung :)

      Hapus
  3. Terimakasih sekali atas tawarannya mas, apa masih bisa ikut lomba?

    BalasHapus
  4. Ibu ibu yang mendampingi anak-anak istimewa adalah ibu ibu hebat dan luar biasa.Salam kenal mak.Silakan berkunjung ke blog saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mak... Yuup, saya meluncur ke blog mak nunung :-)

      Hapus
  5. Subhanallah....ibu yang kuat banget. ijin follow ya mbak. Kalau berkenan, mampir dan follback yaa.... makasihhh... http://ibu-zahraa.blogspot.com/2014/12/kisah-ibu-yang-rela-menelan-pahitnya.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah berkunjung ya mak. Yuup, saya meluncur.

      Hapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.