Kamis, 09 Juli 2015

Mengukur Skala Prioritas



"Duh... ada 2 undangan nih, yang mana ya... yang harus dipilih"

"Ya Allah... ada undangan penting nih, tapi besok anak-anak ujian. Ya... gimana, nih"

"Besok janjian mau ketemu temen, tapi si Ayah ko tiba-tiba minta temenin ke acaranya. Duh, mesti gimana, nih"


Pernah ngga temen-temen mengahadapi situasi kaya gini? Dihadapakan pada dua pilihan yang sulit. Keduanya, sama-sama penting dan kayanya berat banget untuk pilih salah satunya dan mengorbankan yang satunya lagi. Kalau pernah, sama dong kaya saya. 

Sebagai manusia yang hanya bisa berencana, kejadian kaya gini pasti bikin hati ngga enak. Manalah tega pilih salah satu dari dua hal yang penting. Tapi, tentu kita tetap memilih. Syukur-syukur, sih, kalau bisa dikerjakan dua-duanya. Tapi, balik lagi pada diri kita. Apa mampu?

Sebagai contoh, saya pernah dihadapkan pada pilihan yang sulit bagi saya. Saat sudah berencana ikut ke sebuah acara, tiba-tiba di hari yang sama, ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Kedua acara itu sama pentingnya bagi saya. Namun, saya memang harus memilih. 

Diantara kebimbangan itu, yang saya lakukan adalah menimbang. Mana yang paling penting dan mana yang dimaafkan untuk bisa ditinggalkan. Dan, saya pilih saat itu adalah keluarga. Alasannya karena banyak yang mengharapkan kehadiran saya disana. Banyak perasaan yang terkorbankan jika saya memilih menghadiri acara lain. Awalnya berat karena akhirnya saya harus membatalkan undangan itu. Namun, memang saya harus memilih yang paling prioritas. Dan, keluarga memang prioritas utama. 

Namun, saya juga pernah dihadapkan juga pada dua pilihan yang sama. Acara lain dan acara keluarga. Bedanya, acara keluarga tersebut tidak terlalu urgent untuk dihadiri (bukan acara keluarga inti). Sebelumnya saya minta izin sama suami untuk tidak menghadiri acara keluarga. Karena, kehadiran saya bisa digantikan dengan kehadiran suami di acara itu. Suami setuju, dan saya pun akhirnya memilih menghadiri undangan dari teman. 

Mengukur skala prioritas itu mungkin berbeda-beda. Tidak semua orang punya pola ukur yang sama. Namun secara umum, skala prioritas itu diukur berdasarkan....

Yang paling urgent dan harus didahulukan. Yang tidak terlalu urgent. Dan, yang bisa dilakukan/dikerjakan nanti. 

Untuk mengukur skala prioritas, kita bisa membuat list. Tulislah semua yang akan kita kerjakan pada hari ini atau dalam waktu seminggu. Setelah itu, kita bisa mulai mengurutkan, mana saja yang masuk ke dalam kategori urgent, tidak terlalu urgent, dikerjakan nanti. Semuanya tergantung dari penilaian kita sebagai yang membuat list. 

Selain membuat list, kita juga bisa menambahkan alasan kenapa point-point yang dipilih itu harus dikerjakan lebih dulu. Dengan begitu kita punya alasan yang kuat soal skala priorotas ini. 

Dan... semuanya kembali pada pribadi masing-masing ya. Karena, skala prioritas tidak bisa sama antara satu dengan yang lainnya. Namun, acuan ukurnya memang dimulai dari yang paling urgent sampai dengan yang tidak urgent sama sekali. Tinggal kita yang memilah dan memilih.

Yuuk... mulai pakai prioritas dalam menjalani kegiatan kita sehari-hari. Agar kegiatan yang kita lakukan bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 

Selamat membuat skala prioritas.

5 komentar:

  1. yup untuk semuanya si skala priorotas

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngga semuanya bersifat urgent kan mba, pasti ada beberapa yang masih bisa di tunda, dll

      Hapus
  2. Sepakat. Mana yg paling penting, mendesah, dan besar pengaruhnya kalau kita ga datang jadi prioritas

    BalasHapus
  3. Aku malah pernah dapat undangan 5 sekaligus (aura pejabat penting banget banget ya... hahaha). Yup! Penting banget memang membuat skala prioritas, namun terkadang pihak pengundang ada yang kurang memahami alasan yang kita utarakan ketika kita tidak bisa hadir memenuhi undangannya. Di situ kadang akau merasa galau. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga masih terus belajar ka, soal prioritas ini emang bagai makan buah simalakama *halah*.

      Hapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.