Sabtu, 01 Agustus 2015

7 Cara Kenali Dan Atasi Tantrum Pada Anak



Pernah melihat seorang anak yang tiba-tiba mengamuk? Karena alasan keinginan yang tidak terpenuhi. Itulah temper tantrum yang sebenarnya bisa diatasi.

1. Tantrum paling sering terjadi pada anak mulai usia 2 tahun. Karena, pada usia ini anak belum mampu menyampaikan keingainannya secara verbal. Sehingga, ia kesal dan akhirnya marah sampai mengamuk.

Tantrum akan hilang seiring dengan berkembangnya kemampuan komunikasi, serta kemampuannya mengatur emosi.


2. Biasanya anak akan tantrum ketika lapar, ngantuk, tidak nyaman atau capek. Jadi, orangtua harus mengenali pada situasi apa anak akan tantrum. Jika sudah terjadi tanda-tanda ia akan marah, segera bernegosiasi pada anak. Tidak semua keinginannya harus dituruti. Orangtua bisa membuat pilihan pada anak.

3. Menangani tantrum adalah dengan tetap tenang. Selagi masih aman, abaikan saja. Beri pesan pada si kecil kalau bukan seperti itu jika ingin menyampaikan atau mendapatkan sesuatu. Ulangi pesan ini berkali-kali ketika ia marah. Dengan mengulang-ulang pesan ini, lama kelamaan akan paham.

Tidak usah membujuk atau mengalihkan perhatian ketika anak tantrum. Sabarlah menerima usahanya mengekspresikan perasaannya. Jika ia meminta pelukan, maka peluklah. Setelah tenang, sampaikan pada anak bahwa ia bisa menyampaikan keinginan dengan kata-kata atau dengan menunjuk.

4. Konsisten dalam penanganan tantrum sangat penting. Terus latih anak untuk meningkatkan  kemampuan komunikasinya. Terutama saat menginginkan sesuatu. Jangan labeli anak dengan julukan "Bandel" atau "Nakal" ketika ia marah.

5. Bagaimana jika tantrum terjadi di tempat umum? Bawa anak ke tempat yang  sepi. Orangtua harus tetap tenang, Peluklah si kecil dan usaplah punggung dan kepalanya. Bisikkan pada telinganya bahwa apa yang ia lakukan dapat membuat ayah bunda malu. Namun, ketika dengan cara itu ia masih tetap marah, maka ajaklah untuk pulang. Yang paling penting dalam kondisi ini adalah, orangtua tidak boleh terbawa emosi.

6. Seiring pertumbuhannya, tanrum akan mulai berkurang. Ketika anak sudah bisa berkomunikasi dengan baik, terus ajarkan bahwa marah atau ngamuk bukannlah cara yang tepat untuk mendapatkan sesuatu. Anak akan berusaha memahami apa pesan yang kita sampaikan seiring usianya bertambah.

7. Penanganan tantrum yang baik pada anak, menunjukan bahwa orangtua mampu mengendalikan emosi. Dengan begitu, anak pun akan belajar bagaimana mengendalikan diri dan emosi Jika orangtua yakin bisa menangani, pasti bisa.


7 komentar:

  1. saya masih kebawa emosi kalo tiba-tiba Alfi ngambek, habis itu paling saya nyesel kalo ikut marah juga ke Alfi, memang kadang susah dikendalikan, makasih atas infonya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga masih suka gitu teh >__< dan masih terus belajar untuk tetap sabar.

      Hapus
  2. betul yang paling penting adalah orang tua jangan lantas jadi emosi... pastinya harus tetap tenang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini masih terus berusaha buat sabar, mas. Kadang-kadang kalo anak-anak susah banget dibilangin, emosi jadi naik lagi >__<

      Hapus
  3. Bener juga xD kadang anak lagi rewel itu dirayu apapun gk bakal mau -_-' tapi ini beneran loh.. mungkin ada baik nya sedikit lebih bersabar apabila si kecil lagi rewel.. pastikan jam tidur siang nya "ada" meski cuman sebentar, banyak manfaat yang akan di dapat loh.. pengalaman nih.. anak rewel-rewel uda itu ngamuk gak jelas, belum ditambah rayu ini itu semua dianggap mau maksain dia.. haha kalau sudah gitu jangan pasrah ya bunda.. sabar itu indah terlebih kepada buah hati kita :)
    oh iya.. ada nih sedikit artikel tentang kesehatan yang bisa bunda lihat dengan mengunjungi link ini nih.. http://4lifesukses.com/artikel.php?hal=1 nitip ya.. ^___^

    BalasHapus
  4. Usia Alfath sekarang adalah masa2 ujian kesabaran di tingkatkan levelnya, kadang kebawa emosi tapi udah jauh di kurangi, karena pasti nyeselnya jauh bikin lebih sakit, huhu.

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.