Minggu, 13 Desember 2015

Tour Office Tokopedia: Ciptakan Peluangmu Di Setiap Kesempatan


Awal kemunculannya, dia sudah menarik perhatian saya. Karena apa? Karena dia hijau. Iya, karena dia menggunakan warna favorit saya. Siapa lagi kalau bukan Tokopedia. Saya memang penyuka apapun yang berwarna hijau selain daun dan pohon rimbun. Jadi, ketika Tokopedia muncul dengan warna segar ini, pasti dong saya sangat-sangat suka. 

Ya, awalnya saya memang tidak tahu apa itu Tokopedia. Tapi kalau dilihat dari namanya yang merupakan gabungan dari kata TOKO dan PEDIA (ingat WIKIPEDIA), artinya jadi semacam directory toko-toko. Apa benar seperti itu? Ternyata memang tidak meleset jauh dari definisi yang saya berikan. Tokopedia merupakan mall online dimana kita bisa mendapatkan semua yang kita butuhkan hanya dari satu situs. 


Sejarah Singkat Tokopedia

Tak kenal maka kenalan. Jadi yuk kenal lebih dekat dengan Tokopedia yang memiliki ikon seekor burung hantu berwarna hijau, dengan mata bulat yang besar. Burung hantunya pun jadi tidak terlihat menyeramkan, malah berubah menggemaskan dengan bentuknya berupa keranjang belanja.



Tokopedia diluncurkan pada 17 Agustuns 2009 di bawah naungan PT Tokopedia. Pendirinya adalah Wiliam Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Dan sejak diluncurkan, Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat. 

Karena perannya menumbuhkan bisnis online, Tokopedia berhasil meraih penghargaan Marketeers of The Year 2014 pada acara Markplus Conference yang digelar oleh Markplus Inc. Pencapaian ini tentu saja karena kerja kreatif dari semua team di Tokopedia. 

Tokopedia memiliki visi untuk membangun Indonesia lebih baik melalui internet. Cara yang dilakukan Tokopedia untuk mewujudkan visinya adalah dengan menambah jangkauan pasar, dan membantu pertumbuhan UKM di Indonesia dengan harapan kelak Tokopedia bisa Go International. 

Ngobrol Cantik Di Tokopedia

Sabtu, 5 Desember 2015 saya menjadi salah satu blogger yang beruntung bisa diundang ke kantor Tokopedia. Kunjungan saya bersama teman blogger lain untuk sharing santai soal blogging sekaligus nanti di akhir acara, kami akan diajak berkeliling kantor tokopedia.


Acara dimulai dengan ice breaking. Mencairkan suasana hati para blogger yang sepertinya shock karena melihat kantor Tokopedia yang amazing. Mungkin saja kalau diizinkan, blogger yang hadir termasuk saya, dengan senang hati mau menjadi salah satu team Tokopedia. Tapi, rasanya tidak mungkin. 

Ice breaking yang digelar benar-benar mampu mencairkan suasana. Acara dilanjutkan dengan sharing santai mengenai Tokopedia dan blogging bersama Frans Fernando, Nakama Tokopedia yang mengurus blognya Tokopedia. Nakama adalah bahasa Jepang yang memiliki arti teman, kelompok atau kumpulan. Di Tokopedia, team saling memanggil dengan sebutan Nakama.

Frans Fernando
Dalam penyampaiannya, Frans mengatakan bahwa sekarang adalah masa dimana semua kebutuhan hidup jadi lebih mudah karena adanya internet. Dan dikenal dengan sebutan Generasi E-Commerce. Generasi e-commerce adalah sebuah tindakan yang dilakukan dengan melibatkan internet untuk mentransfer informasi. Dalam era generasi e-commerce saat ini, semua orang bisa mengakses internet unutk memenuhi kebutuhan. Jadi, saya dan termasuk ibu-ibu yang lain juga masih termasuk generasi e-commerece jika pernah bertransaksi lewat internet. 

Frans menjelaskan, bahwa ada beberapa jenis e-commerce, yaitu

1. Classified Ads atau Iklan Baris 

Jika kita pernah memperhatikan sebuah koran dengan deretan iklan yang spacenya tidak terlalu besar, hanya berisi tulisan. Itulah yang disebut dengan iklan baris. Tidak jauh berbeda, Classified Ads di internet juga hanya berupa iklan pendek. Contoh dari Classified Ads adalah OLX dan Craiglist yang sudah menjangkau dunia. Sedangkan di Indonesia ada Kaskus. Jenis e-comerce ini hanya menyediakan platform saja dan unutk transaksi selanjutnya diserahkan kepada penjual dan pembelinya. 

2. Online Retail

Online retail adalah jenis e-commerce dimana customer bertransaksi langsung dengan pemilik platform. Jenis platform yang termasuk dalam jenis online retail adalah Blibli, Lazada, Bhineka, Zalora, Hijabenka dan masih ada beberapa lagi. Dengan kata lain, online retail menjual sendiri barang-barangnya. Tidak melibatkan toko online lain. 

3. Group Buy

Jenis e-commerce ini adalah jenis yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Contoh dari jenis ini adalah Groupon.

4. Marketplace

E-commerce jenis ini adalah tempat dimana berkumpulnya toko-toko online terpercaya yang ada di seluruh Indonesia. Fasilitas yang mendukung jual beli online sudah disediakan oleh pemilik marketplace. Sudah disiapkan pula sistem pembayaran bersama (escrow) yang bisa digunakan oleh pembeli. Nah, di Indonesia Tokopedia masuk ke dalam jenis ini. Kalau untuk di Internasional ada Rakuten. Jadi, ada sistem kepercayaan yang dibangun dari marketplace. 

sumber disini
Dari penjelasan Frans, menurut saya marketplace adalah e-commerce yang lebih nyaman. Selain banyak pilihan dari berbagai toko online, kita juga bisa mendapatkan harga yang lebih murah. 

Sharing selanjutnya soal blogging dengan narasumber yang juga Nakama Tokopedia, Ririe Prameswari. Selain sebagai nakama Tokopedia, Ririe juga adalah seorang beauty blogger. Jadi, dalam sesi ini perempuan cantik yang satu ini berbagi soal blog dan bagaimana mengoptimalisasinya. 

Menurut Ririe, sebagai blogger kita tidak bisa terlepas dari sosial media. Jadi, agar blog kita bisa dikenal dan dikunjungi banyak orang, kita harus mensosialisasikan blog kita lewat media bernama sosial media. Artinya, blogger tidak bisa tutup mata dan seolah tidak peduli dengan kehadiran sosial media. Karena pada dasarnya, blog itu sendiri adalah sosial media. 

Sekarang ini sudah banyak sekali sosial media yang bisa dimanfaatkan. Hampir semuanya mempunyai penggemar yang tidak sedikit. Sosial media yang ada saat ini memiliki kekhasanya tersendiri, seperti;
  • Facebook. Sosial media yang bisa digunakan untuk menulis sesuatu yang panjang. Asalkan bukan draft novel dari bab 1 hingga 20. Facebook sebagai pelopor sosial media, masih famous dan masih banyak penggemarnya. 
  • Twitter. Hanya bisa menulis sebanyak 140 karakter. Sangat cocok bagi orang-orang yang tidak banyak bicara dan simpel. Mereka biasanya menulis 'Hi Tweeps' 'Pagi' 'Siang' 'Malam' 'Bete, nih' dan kata-kata yang sangat simpel dan saking simpelnya, mereka bahkan tidak pernah menghabiskan 140 karakter dalam sekali tulis. Itu mungkin saja. Twitter juga biasa digunakan untuk membuat kuliah twitter (kultwit). Dimana seseorang akan memecah satu bahasan menjadi beberapa status. Selain kultwit, twitter juga kadang dipakai sebagai ajang twitwar. Perang twitter yang mungkin tujuan utamanya, sebenarnya untuk mendongkrak perolehan follower. 
  • Path. Ini adalah sosial media yang senstif dan sangat privat. Biasanya yang masuk daftar teman adalah sahabat dan keluarga dekat. Path membatasi jumlah followernya hanya 500 saja. Itupun sudah lebih banyak karena awalnya Path hanya membatasi jumlah follower sebanyak 150 saja. Yang membuat Path sensitif adalah tiap status yang kita buat akan terlihat siapa saja yang sudah melihat. Ini jadi alasan saya untuk tidak mengaktifkan akun Path saya. Sensi sekali. 
  • Periscope. Sosial media yang hanya concern pada live video. Katanya, Persicope ini nantinya akan menjadi hits di dunia sosmed. Kita tunggu saja. 
  • Instagram. Sosial media yang concern pada koleksi foto. Namun, kita juga bisa menuliskan caption. Saat ini sudah bisa mengunggah video juga namun masih dibatasi durasinya. 
Jadi, untuk mensinergikan blog dengan sosial media, kita bisa membagikan postingan terbaru yang kita tulis blog melalui akun-akun media sosial yang kita punya. Saya merasakan sendiri bagaimana trafik blog yang tadinya memalukan bisa berubah menjadi sedikit tidak memalukan. Setelah publish tulisan terbaru, saya akan membagikannya di facebook, twitter dan tentu saja G+. Peningkatan trafik ini juga ditandai dengan makin banyaknya komentar pada postingan kita. Walau saat ini, komentar sudah tidak dijadikan poin utama dalam meningkatkan SEO, karena katanya sering disalahgunakan. 

Office Tour, Keliling Kantor Tokopedia

Sesi terakhir dan menjadi penutup rangkaian acara adalah Office Tour. Ini yang saya tunggu-tunggu. Ada yang bilang, kalau kantor Tokopedia mirip dengan kantor Google. 

Bersama nakama Tokopedia, blogger diajak untuk berkeliling kantor mulai dari lantai 18, 23 dan 6. Kami diajak unutk melihat-lihat ruangan kerja. Unik sekali. Tiap ruangan memiliki nama yang berbeda. Menurut Frans, nama-nama itu dipilih untuk memberikan semangat bagi para nakama. 


Masuk ke ruangan kerja yang lebih besar, jujur rasanya ingin sekali menjadi salah satu nakama di Tokopedia. Ada deretan meja tanpa kubikel yang biasa digunakan kantor mainstream.  Para nakama bisa saling melihat ketika bekerja tanpa terhalang papan. Jadi ketahuan juga kan kalau ada yang stress, panik, kesal, marah, atau senang. Tapi saya rasa, bekerja di Tokopedia, yang hadir adalah semangat dan aura positif saja. 

Interior ruangan yang didesain sangat keren dan benar-benar keren. Banyak quote-quote penuh semangat yang pastinya selalu menyemangati para nakama yang sedang bekerja. Ruangan kerja seperti ruang kerja Tokopedia pasti jadi idaman para pekerja kantoran lainnya. 

Di antara deretan meja kerja, ada satu spot yang mungkin jadi spot favorit para nakama. Ayunan. Iya, ternyata bukan cuma di taman kanak-kanak saja yang ada ayunan. Di kantor Tokopedia yang serba hijau ini pun disediakan ayunan. Khusus bagi para nakama yang butuh refreshing. Salah satu ayunannya, bernama ayunan ide. Berharap, setelah main ayunan akan muncul ide-ide segar. Sesegar hembusan angin ketika bermain ayunan. 


Di ruang istirahat, saya cukup terpesona karena di ruangan ini, nakama Tokopedia bisa benar-benar istirahat dan menyegarkan pikiran. Di ruangan ini ada kasur untuk tidur siang. Ada juga tenis meja, permainan catur, ular tangga, sampai playstation. Nakama benar-benar dimanjakan di ruangan ini. 



Satu lagi yang unik dan membuat saya terkesan yaitu adanya kantin di ruang kerja. Kantinnya diberi nama Kantin Ciptakan Peluangmu. Sama dengan tagline Tokopedia saat ini. Di kantin ini, nakama bisa menjual makanan ringan yang nantinya dibeli oleh nakama lain. Kantin ini pun tidak ada yang menjaga. Jadi, nakama yang membeli jajanan di kantin tinggal meletakkan uang sejumlah jajanan yang dibeli. Mirip dengan kantin kejujuran yang ada di sekolah-sekolah. Kantin ini benar-benar menjadi aksi nyata nakama dalam merealisasikan tagline dari Tokopedia, Ciptakan Peluangmu. Dimanapun, peluang itu selalu ada, bukan?

Kantin Ciptakan Peluangmu
Tour Office di Tokopedia menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi saya. Konsep kantor yang diusung Tokopedia menurut saya akan membuat karyawannya tidak mudah stress dengan tumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan. 

6 komentar:

  1. Isi materinya sama seperti waktu itu aku ikutan acara sama KEB, Mbak Suci. Tapi memang nilai plusnya bisa jalan-jalan di kantor sekeren Tokopedia :D

    BalasHapus
  2. Kereeeeen, tokopedia ma karyawane muda muda y mb ucii

    BalasHapus
  3. waaaoooww kantornya kereeeeeeeen

    BalasHapus
  4. Kantornya Toped luar biasa ... Jadi pingin main ke sini deh. :D

    BalasHapus
  5. waaa kantornya tokped kereeen yaa

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.