Selasa, 15 Maret 2016

Geliat Wirausaha Pemuda Indonesia



Kalau saya mengamati perkembangan minat wirausaha akhir-akhir ini, banyak sekali loh produk-produk UMKM yang digagas oleh para pemuda. Para pemuda-pemuda hebat itu berani mengambil resiko dan rela meninggalkan zona nyaman. Menggali potensi dengan menjual hasil karya yang mereka buat. Keseriusanlah yang akhirnya membuat mereka sukses. 

Banyak para pemuda yang akhirnya memilih untuk berniaga dan berani mengambil resiko. Karena, memulai bisnis harus siap juga menghadapi halangannya. Apalagi jika belum menguasai 'medan', belajar dan terus berinovasi lah yang akan terus bertahan.


Ada beberapa pengusaha muda yang mungkin bisa menginspirasi. Misalnya saja ada Lofty Rainidi Kusnadi pemilik Mommy, seblak instan dari Bandung. Usaha yang dimulai pada Desember 2012 ini bahkan sudah diliput oleh media. Tren kuliner kreatif yang makin maju pesat, membuat produk yang dijual Lofty laris manis. Sekarang untuk menikmati seblak, tidak perlu repot keluar rumah. 

Lofty Rainidi - Pemilik Usaha Seblak Instan Mommy

Ada Reza Nurhilman, pemilik brand Maicih. Buat pecinta jajanan, pasti kenal dengan yang satu ini. Iya, Maicih adalah sebuah merek snack yang punya ciri khas pedas. Maicih punya level pedas yang berbeda. Produknya berupa kerupuk dan juga keripik. Usaha yang dibangun sekitar tahun 2009 ini sudah berkembang pesat dan kini memiliki omset hingga milyaran rupiah.

Ide membuat cemilan ini didapat Reza dari seorang nenek yang menjual keripik pedas di sekitar tempat tinggalnya. Dengan modal awal 15 juta, Reza membuat keripik sebanyak 50 bungkus tiap harinya. Soal pemasaran, selain dari mulut ke mulut, Reza juga memanfaatkan sosial media seperti twitter untuk melakukan pemasaran secara digital. Dari situlah, Maicih dikenal banyak orang. Hingga kini, Reza bisa memproduksi ribuan bungkus keripik dan cemilan lain tiap harinya.

(baca Memanfaatkan Digital Marketing)

Reza Nurhilman -- Owner Maiicih (sumber : seputarmakan.com)
Selain di bisnis kuliner, ada juga pengusaha muda yang sukses di bidang fashion. Sebut saya Yasa Singgih, owner Men's Republic. Pemuda kelahiran Bekasi, 23 April 1995 ini sukses menjalani bisnis clothing yang fokus pada pakaian pria. Seperti yang saya katakan diatas, bahwa mereka yang berani berbisnis artinya harus berani juga mengambil resiko. Dalam menjalani bisnisnya, Yasa pernah rugi ratusan juta rupiah. Tapi itu tidak mematahkan semangatnya dalam berbisnis. Semua rintangan berbisnis yang ia hadapi disikapi sebagai sarana belajar. Menurut Yasa, gagal adalah belajar.

Yasa Singgih -  Owner Men's Republic (sumber : jpnn.com)

Selain para laki-laki, ada juga perempuan muda yang sukses. Theresia Deka Putri pemilik usaha Kopi Luwak Lanang. Sebelum mendirikan usaha sendiri, Putri--sapaan akrabnya-- adalah seorang sales marketing produk minuman. dari pengalamannya itu, ia berani membuka usaha sendiri. Usaha yang dimulai tahun 2008 ini kini berkembang pesat.  Putri juga sudah memiliki kebun kopi sendiri yang luasnya 3 hektar. Kini. Kopi Luwak Lanang yang ia produksi sudah diekspor ke Jepang, Malaysia, Taiwan, Korea, China, hingga Polandia.

Theresia Deka Putri -- Owner Kopi Luwak Lanang (sumber : peluangusaha.kontan.co.id)



Selain deretan pengusaha muda yang saya sebutkan diatas, ada yang paling menginspirasi saya. Pengusaha muda itu adalah Siswa Wirausaha. Kelompok wirausaha ini terdiri dari anak-anak sekolah. Saya mengenalnya dari seorang teman blogger yang memang adalah guru dari siswa-siswa itu. Siswawirausaha membuat bermacam-macam produk yang hampir semuanya adalah handmade. Siswawirausha dijalankan oleh siswa SMK Ginus ITACO Bekasi. Ide dibentuknya Siswa Wirausha adalah untuk menanamkan jiwa wirausaha sejak dini. Selaini itu, kegiatan ini dilakukan untuk membantu biaya pendidikan mereka. Siswa yang tergabung dalam Siswa Wirasusaha ini terus dibekali dengan keterampilan yang mendukung usaha mereka. Sehingga, kemampuan dan kreatifitasnya terus terasah.


Walau masih sekolah, keuletan mereka dalam berwirausaha sangat patut diacungi jempol. Mereka pun sangat menjaga kualitas produknya. Saya sendiri sudah memiliki 2 produk yang dibuat oleh Siswa Wirausaha yaitu pouch dan laptop bag. Menurut saya pribadi, kualitasnya tidak kalah dengan produk lain yang mungkin dibuat oleh expert. Keseriusan Siswa Wirausaha akhirnya membuahkan hasil. Beberapa penghargaan telah didapatkan, salah satunya adalah Juara 2 lomba wirasuaha Guruku Education Festival.

Membaca kisah para pengusaha muda diatas, pasti akan memberikan inspiarsi. Menjadi seorang pengusaha bukanlah soal untung rugi. Tapi, soal mau atau tidak. Karena, ketika kita berniat untuk menjadi seorang pengusaha, yang kita butuhkan adalah fokus dan kerja keras tentu.

Pengusaha muda yang saya sebutkan diatas juga mengalami masa jatuh. Tapi, mereka bangkit dan berusaha lagi. Hasilnya, bisa dilihat hari ini. Omset ratusan juta perbulan dan produk yang semakin bertambah dan pasti network pun bertambah. Jika berniat membuka usaha, maka saran saya adalah buka saja. Jangan pikirkan soal untung rugi dan yang lainnya. Karena, yang kita harus lakukan adalah fokus, kerja keras, dan ikhtiar yang baik.

#YukJadiPengusaha







8 komentar:

  1. saya itu paling senang kalau lihat produk UKM yang dimiliki oleh anak muda. Karena dengan usianya yang masih muda mereka sudah punya kegiatan positif :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya juga seneng sama anak muda yang lebih milih dagang.

      Hapus
  2. Balasan
    1. keren, karena masih muda tapi mau usaha dan maju.

      Hapus
  3. wah, jadi pengen balik muda Mb

    btw itu mereka selain keren, ganteng juga ya, hahaha

    BalasHapus
  4. Terima kasih sdh ikutan GA wirausaha ya kak. Profil pengusaha yg di angkat kak Suci di atas itu smua inspiratif sekali

    BalasHapus
  5. wah kita ditulis juga nih profilnyaa..
    makasih ya mb ucii..semoga kita juga bisa kayak kakak2 diatas..mksh ya udah ikutan GA nya:)

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.