Jumat, 24 Juni 2016

Tentang Laki-Laki dan Sepak Bola



Laki-laki dan sepak bola menurut saya adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Walau (mungkin) ada sebagian yang tidak memiliki minat dengan sepak bola. Ya, tapi mungkin sedikit sekali jumlahnya. Hampir kebanyakan laki-laki akan excited ketika membahas olahraga yang satu itu. Mereka akan rela berkumpul dengan teman-temannya semalaman untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. 

Mungkin saat ini kita juga sudah banyak tahu kalau sedang ada event sepakbola besar. Iya, piala Eropa 2016 yang diadakan di Prancis ini membuat para penggila sepak bola bersemangat sekali. Banyak yang mereka lakukan untuk bisa menyaksikan piala eropa secara penuh. Ada banyak media online yang memuat berita seputar piala Eropa dan para penggila bola bisa melihat berita-berita terkini. Misalnya saja dengan melihat klasmen piala Eropa 2016 okezone. Dari situ, para penggemar bola bisa melihat pergerakkan dari klub-klub kesayangan mereka. 



Namun, di tengah perhelatan besar dari pertandingan sepak bola itu kadang ada saja peristiwa yang ya menurut saya kurang baik. Seperti taruhan yang mungkin sudah sering terjadi di kalangan para pecinta sepak bola. Mereka menjagokan satu klub dan berharap klub yang dijagokan akan unggul. Biasanya sih mereka taruhan dengan sejumlah uang yang nantinya uang itu akan diberikan pada si pemenang. 

Tidak tanggung-tanggung sih ketika melakukan taruhan. Ada yang jumlahnya sampai jutaan rupiah. Saya sendiri bingung, mereka bisa sangat rela membuang uang seperti itu. Yang saya perhatikan, ada satu kepuasan tersendiri ketika mereka bisa ikut taruhan. Walau yang kalah tetap saja sedih karena uangnya melayang begitu saja. Padahal kan sebenarnya uang taruhan itu bisa digunakan untuk keperluan yang masuk akal. Kalau yang ikut taruhan itu seorang ayah, uang itu bisa disimpan untuk keperluan anak-anak dan istri. 

Menurut saya, taruhan itu seperti candu. Ada rasa penasaran ingin lagi dan lagi ketika belum berhasil memenangkan taruhan. Jadi, wajar kalau ada orang yang rela menjual ini itu demi ikut taruhan. Yang ada di dalam pikiran mereka adalah mereka tidak boleh kalah :(

Namun, tidak semua sih para pecinta sepak bola melakukan taruhan seperti itu. Masih ada juga yang murni hanya menyaksikan sepak bola. Ditemani dengan cemilan seadanya dan partner nonton sudah cukup bagi sebagian pecinta sepak bola tipe ini. Ada yang rela mengeluarkan televisi besar mereka ke area yang cukup besar, seperti lapangan atau pos ronda agar bisa menyaksikan piala Eropa bersama-sama. Berteriak bersama ketika klub jagoan menjebol gawang lawan. Atau berkata 'ahhhhh' secara berjama'ah ketika bola yang ditendang pemain tidak tepat sasaran. 

Pada dasarnya para pecinta sepak bola memang memiliki gaya menonton pertandingan yang berbeda. Namun, saya tetap tidak setuju jika pertandingan sepak bola malah dijadikan taruhan. Kalau dikaitkan dengan agama, tentu haram. Karena jatuhnya judi. Even, taruhannya hanya berupa kacang goreng sekalipun. But, waallahu'alam bishawab. Yang tetap menjalankan taruhan mungkin belum tahu hukumnya -___- *try to postive of them

Piala Eropa dan piala-piala yang lain menjadi obat stress bagi pecinta sepak bola. Ada kebahagiaan tersendiri ketika mereka menyaksikan klub-klub kesayangan mereka bertanding. Yang.. mungkin tidak dimengerti bagi yang tidak suka dengan sepak bola, seperti saya. 

Selamat mengikuti semarak piala Eropa 2016, kalau bisa ya jangan pakai taruhan segala ya :) 


2 komentar:

  1. Samaa, aku jg ga setuju klo acara2 begitu dijadikan taruhan. Boleh sih saling menjagokan tapa adanya embel2 taruhan, yg begini malah lebih seru, feelnya dapet tanpa harus ada salah satu yg dirugikan, enjoooy 😄

    BalasHapus
  2. Suamiku favorit banget sama bola mba..tapi jangan sampai taruhan yaaa.. Aku paling nonton piala dunia :D atau timnas

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.