Minggu, 07 Agustus 2016

Memahami Stres Pada Bayi



Agak kaget juga sih saat saya tahu kalau stres itu bukan cuma dilanda oleh orang dewasa saja. Ternyata bayi pun bisa stres juga ya. Bahkan sejak mereka masih di dalam kandungan saja, mereka itu sudah bisa stres. Cuma, tentu saja beda ya antara stres orang dewasa dengan bayi. Orang dewasa menangani stres dengan dirinya sendiri, sedangkan bayi ya perlu bantuan orang lain. Yakali bayi bisa jalan sendiri ke kedai kopi buat menghilangkan stres. 

Bayi yang sedang di dalam kandungan memang rentan terhadap stres. Mereka sangat bergantung pada mood sang ibu. Kalau ibu hamil tidak bagus moodnya, banyak pikiran, butuh jalan-jalan tapi ngga kesampaian, bisa menjadi pemicu stres. Dan, itu yang menjadi penyebab si jabang bayi pun ikut-ikutan bad mood

Pada postingan kali ini, saya mau berbagi pada ibu-ibu cantik tentang bagaimana sebenarnya stres pada bayi itu serta penyebabnya. Kan, kalau sudah tahu penyebab stres jadi bisa dong dihindari. 

Stres Pada Janin

Menurut dr. Taufik Jamaan, SpOG dalam sebuah talkshow 'Kenali Stres Bayi Dalam Kandungan' yang diadakan oleh Mother & Baby Indonesia dan Sweety Gold, Janin stress adalah kondisi dimana bayi merasa ada ancaman untuk kehidupannya di dalam kandungan. Bisa diindikasikan berupa gangguan aliran darah dari ibu ke janin atau gangguan asupan kalori dari ibu ke janin.

dr. Taufik Jamaan, SpOG

Lalu, bagaimana ciri-ciri janin yang sedang stres?
  • Pada trimester 1, ciri-ciri stres pada janin itu masih belum bisa diketahui. 
  • Trimester 2-3 barulah bisa diketahui dari frekuensi denyut jantung dan juga gerakan bayi. Bisa dideteksi melalui USG, CTG, atau dengan kurva pertumbuhan janin. 
Ada banyak faktor yang menyebabkan si janin/bayi stres. Walau masih ada di dalam perut, ngga menutup kemungkinan kalau mereka pun bisa banyak tekanan. Dan, faktor yang membuat janin dalam kandungan stres antara lain;
  1. Ibu stres / depresi. Ini yang memang sebenarnya harus dihindari oleh ibu hamil. Karena, ketika ibu hamil terlalu banyak pikiran, itu semua akan berpengaruh pada si bayi yang sedang ada di dalam perutnya. 
  2. Ibu Anemia. Kondisi kurang darah pada ibu hamil juga akan menyebabkan stres pada bayi. Kalau ibu kurang darah tentu aliran darah yang seharusnya berjalan normal akan terhambat. 
  3. Ibu Demam. Saat ibu sakit, tentu ibu juga akan lebih sensitif dan lelah. Kalau sudah begitu, ibu perlu berkonsultasi pada dokter agar diberi penawar atau obat yang aman. 
  4. Air Ketuban Kurang. Ketika di dalam kandungan, bayi itu kan hidupnya di dalam air ketuban. Lalu, apa jadinya kalau tempat ia hidup malah terancam hilang. Bayi akan stres dan itu akan berpengaruh pada ibu. 
  5. Oksigen Berkurang. Ini kenapa ibu hamil, apalagi menjelang persalinan, diminta untuk selalu atur pernapasan. Ambil napas, buang. Ambil napas, buang. Bayi yang kekurangan oksigen pasti akan stres dan nantinya malah bisa menghambat persalinan. 
  6. Terlilit Tali Pusat. Kondisi ini pun bisa membuat bayi kesulitan bergerak dan pada akhirnya menyebabkan bayi stres. 

Stres Pada Ibu Hamil 

Jadi kalau ditelusuri, penyebab utama stres pada bayi adalah ibu. Bukannya mau salahin ibu hamil sih. Tapi memang benar, kalau ibu hamil itu bahagia dan ngga banyak pikiran, pasti deh bayinya juga sehat-sehat dan jauh dari stres. 

Penyebab stres pada ibu hamil itu banyak. Bagi perempuan yang baru pertama kali hamil, biasanya karena adanya perubahan-perubahan yang cukup signifikan baik secara fisik maupun mental. Kebanyakan, perempuan itu hanya mempersiapkan perubahan fisiknya saja tanpa menyadari bahwa ada faktor emosional juga yang perlu dipersiapkan. Ibu hamil dan bayi yang dikandungnya itu kan punya koneksi yang kuat. Jadi, wajar kan kalau ibu stres, bayinya pun ikut-ikutan stres. 

Selain faktor internal seperti perubahan fisik, mental, dan emosional, penyebab lain stres pada ibu hamil adalah faktor eksternal. Nah, faktor eksternal ini nih yang malah jadi pemicu utamanya. Faktor eksternal itu seperti deadline pekerjaan di kantor bagi ibu hamil yang bekerja. Bagi ibu rumah tangga, stresnya bisa karena belum bayar-bayar tagihan rutin bulanan. 

Efek Stres Ibu Terhadap Janin

Setelah kita tahu penyebab stres pada janin, sekarang giliran efek stresnya. Jadi, stres ini ngga bisa dibiarkan ya, karena kalau terus-terusan berlanjut akan banyak efeknya, seperti;
  • Denyut jantung dan frekuensi gerak bayi berkurang atau lebih cepat dari biasanya. 
  • Bayi lahir premature atau kurang berat badan karena kontraksi yang belum pada waktunya
  • Kerusakan pada organ bayi pada saat lahir dan bisa menyebabkan cacat
  • Risiko autism pada anak jadi lebih tinggi 
  • Janin mengeluarkan meconium (kotoran janin) yang dapat mengotori air ketuban, menyumbat pernapasan, serta menyebabkan infeksi pada ibu dan janin. 
  • Kematian pada janin
Poin terakhir adalah efek terburuk yang bisa terjadi jika ibu hamil stres apalagi jika sudah sampai akut. Jadi, sebisa mungkin hindari stres berlebih ya. Atasi stres dengan cara selalu berpikir positif selama kehamilan. Pastikan juga asupan yang dikonsumsi adalah yang baik dan bergizi untuk kebutuhan bayi dan ibu. Saling berkomunikasi dengan suami dan keluarga, jangan pendam rasa yang mungkin ngga nyaman sendirian. Jika diperlukan, ibu bisa melakukan relaksasi dengan melakukan me time pada hal-hal yang disukai.

Salah satu me time yang bisa dilakukan adalah dengan pijat. Kalau ngga sempat pergi ke spa atau salon, kita juga bisa melakukan pijit secara mandiri. Seperti yang dicontohkan oleh seorang instruktur dari Mom n Jo, Mba Ulan. Pijat bisa dimulai dari bagian wajah, tangan, perut hingga kaki. Karena sedang hamil, jadi ibu hamil ngga perlu terlalu kuat dalam menekan  Cukup pijatan ringan saja.



Stress Pada Bayi 

Kalau tadi bayi saya bicara soal stres pada janin dan ibu, sekarang giliran stres pada bayi yang sudah lahir. Banyak sih penyebabnya dan kadang bisa jadi menurut kita sepele. Misalnya saja pemilihan popok yang kurang pas. Jadinya, si bayi ngga nyaman dan akhirnya bikin dia rewel terus.

Bagi bayi yang menggunakan popok sekali pakai, kadang ya ada yang cocok ada yang malah bikin iritasi. Ibu sih yang punya peran penting dalam pemilihan popok yang nyaman bagi bayinya. Kalau saya, memakaikan popok sekali pakai pada bayi itu ketika malam hari saja. Karena kan ketika malam, kita juga perlu istirahat. Kalau bayinya rewel cuma karena popoknya bocor dan ngga nyaman, bagaimana kita bisa tidur. Begadang, iya.




Ada satu merk popok sekali pakai buatan Indonesia yang bisa jadi rekomendasi. Sweety adalah popok sekali pakai yang sekarang nih ada yang lebih premium. Namanya Sweety Gold. Inovasi dari sweety ini menurut bagus loh. Popoknya kini dilengkapi dengan Diamond Layer Technology yang memiliki 3 keunggulan seperti;


  1. Diamond Layer Technology. Ini adalah teknologi yang membuat permukaan popok cepat kering dalam satu gerakan. 
  2. Extreme Softness. Bahan yang ekstra lembut dan nyaman di kulit bayi. Nah, ini loh yang bisa bikin bayi nyaman saat bobo malam. Kalau popoknya nyaman, pasti dia juga ngga gampang kebangun. 
  3. Overnight Pantz. Anti bocor yang akan membuat bayi nyaman semalaman. Ibu bisa ikut istirahat dengan tenang, kan. 
Sweety Gold ini halus banget deh. Bagian dalam popoknya ada pola diamond yang berfungi menyerap cairan lebih cepat. Lalu, di bagian luar ada wetness indicator yang akan memberi tanda kalau popoknya sudah penuh. Dan yang unik, popok ini juga dilengkapi dengan disposable tape yaitu perekat yang berfungsi untuk merapikan gulungan popok ketika akan dibuang. Jadi, lebih rapih kalau digulung.

Bicara soal popok sekali pakai ini, ternyata artis Titi Kamal pun memilih Sweety Gold untuk Juna, buah hatinya. Dalam talkshow bersama Mother & Baby Indonesia dan Sweety Gold ini, Titi berbagi pengalaman juga bagaimana ia selalu berusaha memberikan yang terbaik baik Juna. Termasuk memilihkan popok yang nyaman. Menurut Titi, kalau bayi itu merasa nyaman pastinya mereka juga ngga akan rewel.


Ketika bayi sudah merasa nyaman, mereka akan lebih ceria kan. Nah, kalau sudah ceria pastinya mereka akan jauh dari stres. Sehingga, proses tumbuh kembangnya pun lebih optimal. 
----

Dengan memahami dan mengetahui penyebab stres, ya diharapkan para ibu hamil bisa menghindari dan menjauhkan diri dari stres. Jika sudah ada indikasi bad mood, segera pikirkan dan hal-hal positif yang menyenangkan. Itu semua agar bayi yang sedang dikandung bebas dari stres juga dan terhindar dari efek buruk yang bisa saja terjadi. 

So.. ibu hamil jangan stres ya, yuuk berbahagia saja :) 

5 komentar:

  1. iya bener konon katanya juga kondisi mood ibu hamil berpengaruh terhadap mood bayinya kelak, karena otak janin mulai dibentuk saat usia kandungan menginjak 2 minggu

    BalasHapus
  2. jadi ingat adik saya yg janinnya meninggal dlm kandungan. Mungkin krn stress bayi juga ya...

    BalasHapus
  3. Justru ini pengalaman tanteku, yang sudah menjelang HPL 3 hari lagi. Saat itu kondisi tante sedang stress berat karena sedang membangun rumah plus ingin buru-buru pindahan sebelum lahiran. Mau gak mau ketika ada kendala saat tahap pindahan, akhirnya tante saya stress dan kecapekkan. Siapa sangka, menjelang 3 hari sebelum tanggal persalinan, Bayi di kandungannya meninggal. Sedih kalau ingat kejadian ini.

    BalasHapus
  4. Baca komemtar yang diatas ikut bersedih yaa mba :(

    Saya tertarik sama sweety gold, tapi harganya lumayan yaaa hihihi. Nunggu promo aja laaah :D

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.