Rabu, 07 Maret 2018

Seberapa Penting Blogger Harus Bisa Nge-Vlog Juga?


Blogger Harus Bisa Ngevlog. Tahu ngga sih kalau sekarang ini video itu jadi media yang paling banyak diminati? Maksudnya paling sering jadi rekomendasi seseorang ketika mencari sesuatu. Mulai dari beraneka 'How To' sampai sekadar cari rekomendasi padu padan baju. Semuanya bisa dengan mudah didapatkan lewat video. 

bikin-video-pakai-smartphone

Salah satu media yang dipakai buat cari video terkait adalah Youtube. Mau cari video apa aja, bisa dengan mudah kita dapatkan. Ngga cuma video professional yang disetting secara baik, video yang kaya gempa bumi (baca: banyak goyangnya) pun ada.

Masing-masing youtuber (sebutan bagi mereka yang suka unggah video di Youtube) punya gayanya masing-masing. Tapi, mereka punya tujuan yang sama. Memberikan tayangan yang bisa menghibur penontonnya. 



Lalu untuk blogger, seberapa penting sih video blog (vlog) itu? 


Blogger itu adalah sebuah profesi dimana kita harus punya integritas yang tinggi (ngeri ih bahasanya). Jadi blogger ngga boleh setengah-setengah, harus all out.  Bikin konten pun ngga bisa asal-asalan, harus serius. Sebenarnya, pekerjaan apapun semuanya harus dilakukan dengan serius ya. Dengan melakukan pekerjaan secara serius, nantinya feedback atau hasil yang dicapai pun akan sesuai ekspetasi, bahkan melebihi.

Baca Elegan Dalam Membuat Konten Blog

bikin-video-pakai-smartphone

Pun begitu juga dengan blogger. Kemampuan yang harus dimiliki blogger itu banyak banget. Ngga cuma harus mampu nulis, dan padu padan kata hingga menjadi rangakaian kalimat yang enak dibaca. Tapi, blogger juga harus menguasai atau seenggaknya tahu skill lain, seperti;

  • Bisa foto atau ambil gambar dengan komposisi yang baik. Gunanya? supaya punya foto/gambar yang berkualitas buat kebutuhan blog. Kan, blog itu ngga cuma tulisan aja. Tapi harus juga disertakan dengan gambar yang bagus. Kalau satu artikel yang kita buat ada variasi fotonya, tentu yang baca jadi ngga bosan ya kan. 
  • Bisa bikin video untuk kebutuhan media sosial yang dimiliki. Selain harus bisa menghasilkan gambar yang baik, blogger juga sekarang harus bisa bikin video. Sama-sama untuk kebutuhan pekerjaan sebagai blogger juga sih. Karena, akan jadi nilai tambah loh kalau blogger bisa memproduksi video juga.  

Nah, karena kemampuan bikin menjadi nilai plus bagi seorang blogger, makanya setiap blogger harus belajar bikin video. Kemampuan bikin video ngga bisa didapatkan dengan cara instan. Butuh proses dan belajar.

Makanya, dalam rangka meningkatkan skill saya sebagai seorang blogger, saya ikutan workshop video blogging (vlog) bareng Komunitas Indonesia Social Blogpreneur (ISB) dan CNI minggu (4/3) lalu. 

Pas tahu ada workshop vlog, ngga pakai mikir deh, langsung ikutan. Karena saya merasa, skill ini penting banget untuk dikuasi oleh seorang blogger. Narasumber workshop adalah Kang Dudi yang memang suka bikin video. Sebenarnya, Kang Dudi ini dikenal sebagai tukang foto. Tapi, karena beliau juga seorang blogger yang menganggap kalau vlog itu harus dikuasai, makanya dia jadi rajin ngevlog deh. 

Kenapa blogger harus ngevlog juga? Kalau kata Kang Dudi, video sekarang ini makin digemari atau paling banyak dinikmati oleh netizen. Sekarang aja, social media seperti facebook dan instagram itu punya fitur live. Siapa yang tiap hari harus insta-story-an? Biasanya di instastory itu yang dibuat adalah rekaman aktivitas sehari-hari. Mau cuci beras divideoin, dandan divideoin, sampai nidurin anak pun pakai divideoin. 

Menurut data dari CISCO, pada tahun 2014 di kuartal 2 jumlah video yang ditonton oleh masyarakat di AS ada sekitar 38,2 miliar video. Kemudian dari tahun 2012-2014, orang yang menonto video dari perangkat mobile meningkat hingga 400%. Tahun 2016, 50% orang menonton video itu dari perangkat mobile dan 45% yang ditonton adalah video yang durasinya kurang dari 6 menit. Mulai tahun 2016 juga real-time storytelling lewat live stream social seperti Persicope mulai populer. Dan sekarang, instastory dan facebook live jadi sangat populer dan banyak dipakai. 

 Bikin Video Yuk!


Bikin video ngga mesti dengan durasi yang panjang dan lama. Karena kalau dilihat dari data diatas, orang tuh sukanya video pendek yang ngga lebih dari 6 menit. Jadi, video dengan durasi cuma 5 menit aja itu bagus. Asal, kualitas videonya diperhatikan ya. Makin bagus video yang dibuat, kemungkinan ditonton banyak orangpun makin besar.

Kang Dudi 

Jangan pusing dengan software video dengan fitur rumit, karena sekarang ini kita bisa dengan mudah menemukan aplikasi video yang user-friendly. Aplikasi yang mudah dipakai asal mau belajar. Aplikasi yang bisa kita unduh gratis lewat play store. Kang Dudi sih merekomendasikan Power Director. Karena menurutnya, aplikasi video ini fiturnya lengkap dan ngga sulit dipakai.  




Aplikasi Power Director ini masih pakai watermark buat yang versi gratisannya. Kalau mau bebas watermark, kita bisa beli versi pro nya. Kang Dudi juga mengenalkan aplikasi Legend sebagai tambahan untuk membuat text yang eye cathcing



Menurut Kang Dudi, dalam membuat video, kita harus tahu dulu nih tentang  hal yang harus diperhatikan dalam membuat video dengan smartphone

Perbedaan antara Shoot, Scene, Sequence

Shoot itu satu rangkaian gambar tanpa interupsi. Satu shoot terbentuk sejak tombol 'rec' ditekan hingga ditekan kembali. Scene adalah tempat atau setting kejadian berlangsung. Dalam satu scene bisa terdiri dari satu shoot atau gabungan beberapa shoot. Sedangkan Sequence itu rangkaian scene atau shoot yang merupakan kesatuan utuh. Satu sequence bisa berlangsung pada satu setting atau beberapa setting.  

Kelebihan dan Kekurangan Bikin Video Dengan Smartphone

Kelebihan bikin video dengan smartphone itu lebih simple. Karena aplikasinya ada di smartphone yang kita pakai sehari-hari, kita jadi bisa lebih mudah bikin videonya. 

Sedangkan kekurangannya, sensor lebih kecil jadi kualitas video ngga sebagus dari DSLR atau mirrorless. Fokus juga ngga bisa dibuat manual seperti pada DSLR. Bukaan diagframa lensa selalu tetap. Dan, lebih noisy saat dipakai di kondisi yang minim cahaya. 

Alat Pendukung 

Untuk bikin video yang minim getaran, kita bisa pakai gimbal atau tripod. Kalau smartphonenya punya fitur stabilizer, mungkin bisa aja menghasilkan video yang halus tanpa getaran. Tapi kalau smartphonenya ngga punya fitur stabilizer plus tangan kita agak tremor, kita bisa pakai bantuan tripod atau gimbal yang lebih profesional. 

Kalau pakai bantuan seperti tripod, kita bisa mengatur zoom-in zoom-out, low angle shot, high angle shot. Kita juga bisa selfie tanpa harus minta bantuan orang lain. Buat yang suka traveling sendirian, penting juga nih bawa tripod.

Naskah Untuk Vlog


Dalam sebuah video, ada yang dilengkapi dengan teks atau voice over. Teks atau naskah dalam sebuah video itu ngga kalah penting. Karena, sebuah video itu bakal lebih useful ketika ada informasi yang disampaikan. 

Dalam membuat naskah untuk vlog, gunakan prinsip 'show don't tell'. Sebuah penjelasan akan lebih baik daripada sebuah deskripsi. Naskah harus lugas, tepat, dan tidak ambigu. Buat naskah yang sederhana dan ngga terlalu panjang. Dalam satu kalimat, maksimal ada 20 kata. Hindari rujukan waktu dan tempat yang terlalu detail, cukup informasi umum aja. 

Resolusi Video

Kualitas video pastinya jadi hal yang sangat penting dalam sebuah video. Semakin jelas dan halus video yang dihasilkan, tentunya akan semakin baik. Kebanyakan orang mengakses / menonton video lewat gadget, jadi resolusinya pun mesti disesuaikan. Resolusi yang dipakai adalah HD (1280 X 720 piksel). 

Jika video yang ditonton lewat High Definition TV adalah Full-HD (1920 x 1080 piksel)

Let's Shoot!

Ada 5 cara mengambil adegan (shoot) yang disarankan ; close up muka, close up aktivitas, wide shoot, side shoot, dan over-time shoulder shoot

Tiap shoot sebisa mungkin ngga lebih dari 10 detik. Cara pengambilannya harus satu arah. Jadi, kalau ke kanan ya terus ke kanan aja, ngga boleh dari kanan terus nyambung ke kiri. Untuk menghasilkan gambar yang ngga goyang, saat shoot kita bisa tahan nafas dulu. 

Itu tadi hal yang perlu diperhatikan dalam membuat video. Awalnya memang berasa rumit. Apalagi dengan banyaknya fitur di aplikasi pembuat video.  Tapi kalau rajin latihan pasti jadi lancar deh. 

Setelah sesi materi, semua yang hadir harus praktek bikin video. Iya dong yaa, biar ilmunya lebih 'nyangkut'. Kalau kata teh ani, ilmu itu harus dipraktekin. Sebanyak apapun ikut workshop skill-development, kalau ngga diaplikasikan, ya percuma aja. Apalagi kaya belajar bikin video ini, kalau ngga sering-sering dipraktekin, ya ngga akan bisa bisa.

Ini video yang berhasil saya buat di acara Workshop Vlog bareng Kang Dudi



Kalau punya aplikasi bikin video yang lain, silakan aja dipakai. Karena, yang penting itu kan latihannya. Makin sering latihan, hasilnya pasti bakal makin bagus. Percuma aja sih banyak-banyakin aplikasi di smartphone kalau ngga digunakan sebaik mungkin. Kan bikin penuh memori aja. Terus kalau gagal unduh in itu malah baper karena memori kepenuhan *curcol lagi*.          

Tentang CNI


Sponsor utama dalam workshop yang digelar oleh Komunitas ISB ini adalah CNI. Ada yang sudah tahu tentang CNI? Jadi ya, PT. Centra Nusa Insan Cemerlang (CNI) adalah sebuah perusahaan multilevel marketing yang lahir di Bandung pada 1 Oktober 1986. Jadi, sekarang usianya sudah 32 tahun ya, cuma beda 2 tahun dari usia saya *curcol*. Memiliki berbagai produk yang meliputi kesehatan, perawatan, peralatan rumah tangga, sampai pertanian dan perikanan. Lengkap ya.

Nico - CNI

Sebanyak 80% produknya CNI diproduksi di dalam negeri. Pembuatnnya sudah sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan juga Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Beberapa produknya sudah diekspor keluar negeri juga loh. Dan untuk memperluas jaringan di pasar internasional, didirikanlah CNI Corporation di Malaysia. 

Karena komitmen menghadirkan produk-produk yang berkualitas, CNI beberapa kali mendapatkan pengahargaan seperti;
  • Pemasar Ester-C terbesar di dunia (2002)
  • Superbrands (2005/2006)
  • Grand Gold Quality Award 2009 untuk Sun Chlorella
  • Top Brand 2011 untuk produk CNI Ginseng Coffee
  • Most Reputable Salaes Enterprise (2011)
  • The Best Corporate Image dalam Indonesia's Most Admired Company (IMAC) Award selama 7 kali berturut-turut (2007-2013

Sekarang, produk-produknya CNI bisa didapatkan secara online lewat Gerai CNI.  Dan, produk CNI favorit saya adalah Up Hot Dark Chocolate yang tiap pagi selalu jadi menu sarapan di rumah. 



Inovasi CNI dalam membuka toko onlinenya adalah jawaban dari pesatnya perkembangan teknologi digital. Sebagai bukti juga kalau digital marketing itu sangat efektif dan diminati. 

Blogger dan Vlogger, Sama-Sama Content Creator


Blogger bisa jadi vlogger, tapi vlogger belum tentu bisa jadi blogger (baca:nulis blog). Tapi keduanya sama-sama content creator. Hanya beda di medianya aja. Makanya, saya merasa beruntung banget bisa jadi blogger. Bisa menguasai beberapa skill, baik hard-skill ataupun soft-skill. Dikelilingi sama komunitas yang care soal peningkatan kapasitas diri. Seperti yang dilakukan Komunitas ISB pada seluruh anggotanya.

Ani Berta - Founder Komunitas ISB

Pesan Teh Ani Berta selaku Founder Komunitas ISB, jangan pernah malas untuk upgrade diri. Belajar dari mana saja, lalu terapkan. Belajar juga dari kesalahan, karena dari kesalahan itu kita jadi bisa introspeksi diri. Sehingga nantinya, bisa jadi blogger yang berkualitas.


33 komentar:

  1. Balasan
    1. Pasti bermanfaat banget kang :) nhun buat ilmunya

      Hapus
  2. whoaaa, jadi nambah ilmu lagi. Jadi blogger itu memang harus mau terus belajar meningkatkan skill. Jangan puas dengan ilmu yang udah ada. Trend baru terus bermunculan, kalau ga mau meningkatkan skill, bakal ketinggalan, hiks hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, karena blogger yang akan terus diperhitungkan adalah blogger yang mau upgrade dirinya.

      Hapus
  3. Wah ulasannya bakalan sering aku baca niih. Makasih mb udah sharing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasihh ya mba udah baca postingan saya ini :)

      Hapus
  4. Sekarang emang zammannya orang kalau mau cari ind=fo tinggal lihat vidionya ya. Hehe.

    BalasHapus
  5. Menarik nih ilmunya. Jadi blogger zaman now harus punya bermacam skill

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa, skill yang bisa meningkatkan value diri kita sebagai blogger :)

      Hapus
  6. aduh, aku foto flatlay aja masih belepotan, apalagi bikin video.. :(

    BalasHapus
  7. Langsung instal aplikasinya. Makasih infonya, yaaa....

    BalasHapus
  8. wah bener2 harus serius, kemampuan menulis masih di tambah editing video. bisa sehari sendiri meluangkan waktu,, semoga pas lagi nganggur bisa bikin Vlog macam ini. Terimakasih sharenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. latihan teruss, pasti lama-lama bakal bagud videonya :)

      Hapus
  9. Selama ini aku gak pede banget bikin vlog 😂 ternyata penting banget ya. Okelah harus belajar nih.Makasih udah sharing ya 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, harus belajar kak. Seenggaknya bisa lah bikin 1 video pendek :)

      Hapus
  10. Power Director salah satu apps andalan aku kalo mau bikin Vlog dadakan. Dulu sblm kenal adobe premiere aku selalu edit disini. Tp skrg power director cuma untuk kondisi darurat ajaa :)) darurat yg aku maksud adalah kalo di lokasi harus buat Vlog dab harus diposting saat itu juga. Power Director itu nolong bangeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih simple ya mba kalau butuh cepat bikin video. Sekarang, bakal jadi nilai plus kalau blogger bisa bikin vlog juga :)

      Hapus
  11. Wihiiii berbobot banget Mbak Ris materinya
    Aku juga ada ancang2 untuk ngevideo juga, tapi baru kali ini baca ilmunya, hehehe

    Thanks for your sharing

    BalasHapus
  12. lutju foto produknya.. bener banget kak, tekuni blogging dulu ya biar lengkap skill-nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, skill apapun yang mendukung, sebaiknya dipelajari :)

      Hapus
  13. Kuncinya pede dan terkonsep ya Ci? Ulasannya lengkap :)

    BalasHapus
  14. Asiiik udah makin jago dong bikin video. Supaya tiap blog post ada videonya :D PR bangeeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum jago sihh, masih belajar juga. Kalau tiap post ada video kayanya ngga deh, berattt. Biar Youtube aja yang nanggung beratnya.

      Hapus
  15. pengen banget lho belajar bikin video, blogku rata-rata isinya tentang craft, bakalan lebih enak kalau ada videonya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba indah, kayanya bakal lebih seru dan useful banget kalau totorial yang ada di bl9g dibikinin vlognya juga.

      Hapus
  16. Walau nggak rutin bikin video, tapi tiap kali jalan2, sebisa mungkin saya rekam video. Untuk kenang2an aja dan ketika diupload ke Youtube, ada aja sih orang nyasar yang lihat2, hahah... Pelajaran dari kelas Vlog Mas Dudi yang ditulis Mba Uci pastinya bermanfaat banget, salah satunya ttg scene 10 detik :D

    BalasHapus
  17. Vlog bagi saya sih penting tergantung kontennya kalau kontennya serius dikasih video gapapa kali ye... tapi kalau cuma curhatan remeh temeh apalagi tips2 dgn bahasa sederhana ya nggak penting juga dikasih video :D Walaupun curhatan memang ada segmennya masing2 juga

    BalasHapus
  18. Wow, this article is good, my younger sister is analyzing such
    things, thus I am going to tell her.

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.