Selasa, 10 April 2018

Lindungi Anak Dari Kelainan Bawaan Dengan Imunisasi Measles Rubella (MR)


Kalau yang biasa nonton tivi, pasti tahu dong iklan tentang imunisasi MR yang mulai gencar ditayangkan. MR adalah kependekan dari Measles (campak) Rubella. Sedangkan Imunisasi MR itu adalah kombinasi vaksin Campak / Measles (M) dan Rubella (R) untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Perlindungan imunisasi ini punya peranan penting dalam kesehatan anak. 

Imunisasi ini adalah program pemerintah untuk memberantas penyebaran penyakit campak dan rubella. Kenapa pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, bersusah payah menghadirkan imunisasi MR ini? Alasannya karena memang pemerintah peduli pada kesehatan masyarakat.



Kita pasti tahu kalau ada pro dan kontra soal imunisasi. Ya jangankan imunisasi yang baru ini, imunisasi dasar aja masih banyak yang ngga menjalani. Orangtua yang paling bertanggungjawab memberikan imunisasi pada anak-anaknya. Kalau orangtua udah kontra banget sama imunisasi, ya mau dipaksa sedemikian rupa ya ngga bakal bawa anaknya buat imunisasi. Jadi, kembali pada keyakinan masing-masing deh ya. Baik dan buruknya pasti udah dipikirkan baik-baik dong ya. 

Antara bulan Agustus dan September nanti akan ada program Imunisasi MR atau bahasa indonesianya Campak-Rubella. Imunisasi ini akan diberikan secara gratis karena memang program pemerintah. Saya dapat info kalau di rumah sakit-rumah sakit, imunisasi MR ini mahal banget. Ngga banyak orangtua yang mampu kasih anaknya imunisasi MR. Nah, sekarang vaksin yang mahal itu, bisa didapatkan secara gratis di posyandu dan puskesmas.



Apa sih Campak dan Rubella?

Tak kenal maka, kenalan. Sekarang kita kenalan dulu sama 2 penyakit ini ya, biar pas ada yang tanya, kita bisa jawab lah ya. Jadi, Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi yang menular melalui saluran napas, yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum dapat imunisasi campak dan rubella, biasanya akan punya risiko yang tinggi terjangkit penyakit ini. 

Namanya penyakit pasti ada efek buruk atau bahayanya. Campak bisa menyebabkan komplikasi serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, bahkan kematian. Sedangkan Rubella, biasanya berupa penyakit ringan pada anak. Tapi akan bahaya jika menjangkiti ibu hamil trimester pertama. Karena, penyakit ini bisa menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Saya memiliki teman yang anaknya tuna rungu. Penyebabnya adalah ketika hamil dulu, teman saya ini terkena campak. Teman saya masih bersyukur karena anaknya hanya menderita tuna rungu. Jika dibandingkan dengan ibu yang memiliki kasus serupa, malah ada yang mengalami kecacatan seperti cerebral palsy, pengapuran otak, hingga kebocoran jantung.



Makanya, imunisasi MR ini jadi sangat penting mengingat dampak buruk yang akan diderita jika kita ngga imunisasi. Apalagi bagi ibu hamil. Jangan sampai makin banyak anak yang mengalami kecacatan. Karena kan, anak-anak kita nantinya bakal jadi penerus bangsa. Mereka harus sehat dan kuat untuk menjadi para pewaris negeri. 

Apa Gejalanya?

Ini penting banget untuk diperhatikan ya buibu. Jangan sampai kita ngga tahu atau ngga ngeh tanda-tanda penyakit berbahaya ini. Campak itu gejalanya adalah demam tinggi, bercak merah pada kulit disertai batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitas). Ketiga anak saya pernah kena campak dan sedih banget ngeliatnya. Karena kondisi mereka jadi lemes dan jadi susah makan. Mereka maunya tiduran aja. Dan memang, anak yang kena campak biasanya bakal tidur terus. 



Sedangkan Rubella gejalanya itu ngga sepesifik, bahkan tanpa gejala. Gejala yang umum adalah demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri pada persendian. Mirip dengan gejala flu. 

Kedua penyakit ini sebenarnya ngga ada obatnya, yang bisa kita lakukan adalah mencegahnya. Imunisasi dengan vaksin MR yang disediakan oleh pemerintah merupakan pencegahan  terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin, bisa mencegah dua penyakit sekaligus. 

Sasaran Imunisasi MR 

Kalau imunisasi dasar diberikan hanya untuk bayi di bawah 1 tahun, Imunisasi MR ini sasarannya adalah bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 tahun. Untuk anak-anak sekolah, puskesmas setempat akan kerjasama dengan sekolah-sekolah. Jadi, anak usia sekolah  (SD - SMP) akan divaksin di sekolah masing-masing. Sedangkan untuk bayi, bisa datang ke posyandu-posyandu terdekat. 

Bagi anak yang sudah dapat imunisasi campak saat usia 9 bulan, maka tetap diberikan imunisasi MR. Begitu juga dengan anak yang sudah dapat imunisasi MMR, Imunisasi MR sebaiknya memang tetap diberikan. 

Imunisasi MR ini nantinya akan masuk dalam jadwal imunisasi rutin. Yang nantinya akan menggantikan imunisasi campak yang biasa diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelasi 1 SD. 

Apa Imunisasi MR Aman?

Imunisasi yang maksudnya pemberian vaksin pastinya ngga bisa sembarangan. Karena, aktivitas imunisasinya taruhannya kesehatan dan nyawa. Semua vaksin yang dibuat pastinya telah melewati proses uji lab. 

Begitu juga dengan vaksin yang digunakan untuk imunisasi MR. Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95 persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia. 

Biasanya buibu kalau bawa anaknya buat imunisasi pasti bakal nanya efek sampingnya. Apa bisa menyebabkan demam atau ngga. Imunisasi MR ini ngga ada efek sampingnya ya buibu. Kalau demam, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat bekas suntikannya, itu cuma reaksi normal kok. Reaksi itu bakal hilang 2-3 hari. 

O iya, sempat tersiar kabar kalau imunisasi bisa menyebabkan autisme. Berita itu ngga benar ya buibu. Menurut ilmu kedokteran, sampai saat ini belum ada bukti yang valid kalau imunisasi bisa menyebabkan autisme. Once more, imunisasi tidak menyebabkan autisme.

Gimana Soal Kehalalannya?

Saat ikut sosialisasi imunasasi MR bersama Kementrian Kesehatan beberapa waktu yang lalu, ada perwakilan dari MUI juga yang hadir sebagai nara sumber. Sengaja dihadirkan buat menjawab keraguan masyarakat soal halal tidaknya vaksin ini. Apalagi kan ada pro dan kontra juga soal imunisasi. Ada yang bilang kalau vaksin terbuat dari bahan yang ngga halal. 

Menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.4 Tahun 2016, imunisasi pada dasarnya diperbolehkan atau mubah. Imunisasi adalah bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit. 

Jika menurut pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, apabila seseorang yang ngga diimunisasi bisa menyebabkan kecacatan, penyakit berat, bahkan kematian, maka imunisasi hukumnya wajib. 

Yang Perlu Dilakukan Pada Hari Imunisasi MR 

1. Datang ke pos imunisasi pada waktu yang telah ditentukan (Agustus-September)

2. Pastikan kalau anak kita sudah makan yaa. 

3. Sampaikan kondisi kesehatan anak pada petugas, seperti; riwayat penyakit, pengobatan yang sedang dijalani, adanya kecacatan bawaan, kelahiran prematur, alergi, atau riwayat reaksi berat setelah imunisasi terdahulu. 

4. Tunggu sekitar 30 menit setelah anak diimunisasi di fasilitas kesehatan. Tujuannya untuk memantau kemungkinan ada kejadian ikutan pasca imunisasi. 

5. Jika terjadi demam ringan, ruam merah dan bengkak ringan di tempat suntikan, ngga perlu khawatir. Karena itu hanya reaksi normal yang terjadi. 

6. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika terjadi ; demam tinggi, kejang, atau pembengkakan yang tidak wajar di tempat suntikan. 


Ngga perlu takut ya buibu soal imunisasi MR ini. Karena ini berhubungan dengan kesehatan, pastinya udah diuji dengan serius. Jangan lupa yaa, mulai bulan Agustus hingga September 2017 ada Imunisasi MR, Gratiss tiss. 

Bawa anak-anak kita yang usianya 9 bulan hingga 15 tahun untuk mendapatkan vaksin pencegah Campak dan Rubella ini. Semoga dengan program ini, anak Indonesia bisa lebih sehat dan terhindar dari risiko penyakit campak dan rubella. 


6 komentar:

  1. Aku dari punya anak pertama sudah support imunisasi. Semua jenis imunisasi yg dianjurkan oleh dokter, sy ikuti. Anak2ku Alhamdulillah sdh kubekali dg imunisasi sesuai anjuran dokter. Aku ingin anak2 menjadi generasi sehat dan cerdas serta terlindungi dari penyakit berbahaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, setidaknya kita udah ikhtiar dengan kasih imunisasi ke anak ya mba.

      Hapus
  2. Info penting ini, Nawra belum ada info dari sekolahnya

    BalasHapus
  3. Kayaknya posyandu, kb dll perlu digalakan lagi kek jaman gie kecil dulu. Generasi 90an masih bisa ngerasain segala macam imunisasi di posyandu, di sekolah dan juga senam SKJ sambil makan makanan sehat *lho jadi ngelantur* bersyukur juga sekarang mudah mendapatkan informasi dimana aja asal "melek" aja kitanya dan jangan lupa berbagi, tfs kak 😚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang, di posyandu masih ada kok gie. Di posyandu, balita tetap bisa dpat imunisasi dasar. Semoga anak-anak Indonesia selalu sehat ya.

      Hapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.