Sabtu, 09 Juni 2018

Dengan Cek KLIK, Pastikan Pangan Lebaran Kita Aman


Flashback ketika masih bekerja dulu. Kalau sudah dekat Hari Raya seperti hari ini, sudah siap-siap terima bingkisan lebaran dari kantor. Padahal isinya memang lebih banyak makanan sehari-hari yang biasa dikonsumsi juga. 

Tapi karena dikemas dengan sangat cantik, jadi berasa beda aja pas terima bingkisan hari raya itu. Jumlah makanan di dalam bingkisan pun ngga sedikit. Kadang, masih bisa dibagikan ke saudara-saudara juga. Ah, senang banget kalau dapat bingkisan lebaran karena ya cuma setahun sekali aja. 



Bingkisan atau parsel lebaran memang jadi primadona saat jelang Hari Raya. Banyak penjual parcel dadakan yang bisa dengan mudah kita temui. Seiring tingginya permintaan parsel lebaran, membuat pejual parsel pun bermunculan. Mulai dari yang paling sederhana, hingga yang mewah dengan harga selangit. 


Kalau dulu, bingkisan lebaran banyak berupa perlengakapan rumah kaya alat makan, tea set, atau perlengkapan masak. Sekarang, bingkisan lebaran yang banyak dijual dan diberikan itu berupa  makanan dan minuman. Banyak yang sudah dikemas dan tinggal bawa aja. Jadi, ngga perlu bingung pilih makanan dan minuman pengisi parsel. 

Beberapa kali saya sempat berpikir, apa makanan dan minuman yang ada di dalam bingkisan lebaran itu semuanya aman? Kan sudah dalam kondisi dikemas, kita ngga bisa main buka kemasannya aja. Gimana kalau saat sampai di tangan si penerima, ada beberapa produk yang tidak layak konsumsi? Hii.. saya bayangin aja sudah deg-degan sendiri. Betapa malunya kalau ternyata bingkisan yang kita berikan malah barang-barang kadaluwarsa. 



Banyaknya permintaan bingkisan lebaran, kadang dimanfaatkan oleh pedagang-pedagang nakal. Mungkin mereka berpikirnya 'wong udah di dalam bungkusan, ngga mungkin bisa dicek juga' duh, bahaya banget kan kalau sampai ada produk pangan yang kadaluwarsa atau ngga layak konsumsi, mendarat di rumah kerabat kita. 

BPOM Melakukan Pengawasan Intensif, Demi Mencegah Beredarnya Pangan Tidak Layak di Pasaran Jelang Hari Raya


Saking khawatirnya pada peredaran pangan yang tidak layak, BPOM selaku yang bertanggung jawab atas keamanan pangan, melakukan pengawasan secara intensif. Pengawasan ini dilakukan BPOM RI melalui BBPOM / BPOM serentak di seluruh Indonesia, untuk mencegah peredaran obat dan makanan ilegal, rusak, dan kadaluwarsa di masyarakat. 

Hasil investasi yang dilakukan, sampai denagn 30 Mei 2018, BPOM RI menemukan produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) sebanyak 5.272 item (1.405.030 kemasan). Temuan sebanyak itu berhasil didapatkan dari 932 saran ritel dan 84 gudang importir/distributor di seluruh Indonesia. Produk-produk yang ditemukan adalah produk yang tidak memiliki izin edar (TIE) / ilegal, kemasan rusak, dan kadaluwarsa. 

Agak mengerikan juga ya kalau produk pangan itu akhirnya dikonsumsi oleh masyarakat. Apa yang dilakukan BPOM merupakan tindakan preventif yang sangat perlu diapresiasi. Dengan begitu, peredaran produk pangan yang tidak layak itu bisa diminimalisir. 



Saya berkesempatan hadir di acara Talkshow Pangan Aman Lebaran bersama Kepala BPOM di Pejaten Village (5/6). Talkshow yang mengangkat tema 'Pastikan Pangan Lebaran Kita Aman' ini dihadiri oleh Kepala BPOM, Dr. Ir. Penny K Lukito, MCP. Selain Kepala BPOM, hadir juga sebagai narasumber ; Drs. Suratmono MP selaku Deputi 3 Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Adhi S Lukman selaku Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan Roy Nicholas Mandey selaku Ketua APRINDO

Talkshow #PanganAmanLebaran ini banyak sekali memberikan insight dan pengetahuan soal bagaimana memilah dan memilih produk yang aman. Apalagi buat yang sering belanja kebutuhan sehari-hari. Baik beli di retail atau toko kecil sekalipun, barang yang kita beli harus diperhatikan keamanannya. 

Menurut Dr. Suratmono, jelang lebaran ini, BPOM melakukan intensifikasi pengawasan pangan yang beredar. Bukan cuma melakukan pengawasan di retail-retail saja, tapi juga sampai ke gudang importir. Karena, tahun ini temuan pelanggaran yang paling besar itu ditemukan di gudang importir dan distributor. Dr. Suratmono menyatakan ada 28 milyar temuan pelanggaran yang 23 milyarnya itu ditemukan di gudang, lalu sisanya dari retail dan warung-warung. 

Terdapat 3 temuan saat dilakukannya intensifikasi pengawasan terhadap produk pangan yaitu : temuan tanpa izin edar (ilegal), temuan kadaluwarsa (expired), dan temuan produk dengan kemasan rusak. 

'Untuk pangan olahan kadaluwarsa, banyak ditemukan di Yogyakarta, Samarinda, Manokwari, Padang, dan Mamuju. Sementara pangan olahan ilegal banyak ditemukan di Ambon, Makassar, Surabaya, Semarang, Batam, dan Medan. Sedangkan untuk pangan olahan rusak banyak ditemukan di Yogyakarta, Bandung, Makassar, Serang, dan Mamuju' terang Ketua BPOM RI, Penny K Lukito. 

Pastikan Pangan Lebaran Kita Aman Dengan #CekKLIK


Dalam acara Talkshow ini juga akhirnya saya tahu, kalau mau beli produk pangan yang aman itu harus selalu lakukan Cek KLIK. Apa itu cek KLIK? Let me share it yaa. Jadi cek KLIK itu merupakan kependekan dari Kemasan - Label - Izin - Kadaluwarsa. 

Kemasan 

Jika membeli produk pangan yang menggunakan kemasan atau buatan pabrik, pastikan kalau kemasannya itu bagus. Jangan beli atau menerima kemasan yang rusak atau penyok. Apalagi sampai diiming-imingi harga murah, pokoknya jangan yaa. Beli selalu produk yang kemasannya baik dan ngga ada rusak sedikit pun. 



Walau si penjual bilang isinya ngga kenapa-kenapa dan belum expired juga, ngga ada jaminan kalau isinya tidak terkontaminasi. Produk yang kemasannya rusak, bisa jadi pertanda kalau isi produknya sudah ngga baik lagi. 

Label 

Perhatikan label yang ada di kemasan. Semua produk pangan yang terdaftar selalu mencatumkan label di balik kemasannya. Ini sesuai dengan peraturan dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2012 soal pangan. 



Informasi yang terdapat dalam label itu meliputi nama produk, daftar bahan yang digunakan (komposisi), berat bersih atau isi bersih, informasi nilai gizi, saran penyajian, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, dan tanggal kadaluwarsa. 

Izin 

Ini yang kadang luput dari perhatian kita saat membeli produk pangan. Izin edar produk pangan itu penting banget, karena itu artinya kalau produk itu memang terdaftar dan layak edar. 

Izin edar yang ada di label kemasan merupakan nomor yang diberikan oleh BPOM RI untuk produk pangan olahan. Artinya, kalau sudah punya izin edar, produk tersebut memang sudah memenuhi kriteria keamanan, gizi, dan mutu yang sesuai dengan ketentuan. 

BPOM RI membuat kode izin edar dengan ketentuan sebagai berikut ; 
  • Produk pangan dalam negeri, kodenya adalah BPOM RI MD xxxxxx (12 digit angka) 
  • Produk pangan luar negeri (dibuat di luar negeri), kodenya adalah BPOM RI ML xxxxx ( 12 digit angka) 
  • Produk pangan industri ruamh tangga, izinnya dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, kodenya P-IRT NO xxxxx (15 digit angka) 
  • Produk non halal yang mengandung babi, harus mencantumkan kata 'Mengandung Babi' dengan logo gambar babi berwarna merah muda 
Kadaluwarsa 

Ini yang ngga kalah penting untuk diperhatikan. Cek selalu tanggal kadaluwarsa sebelum membeli produk pangan. Biasanya, di setiap produk akan ada keterangan dimana tercantum tanggal kadaluwarsa. Bisa di bagian bawah, di atas, di depan, atau di belakang kemasan. Untuk keteranganya bisa tertulis 'expired date', 'best before', atau 'sebaiknya digunakan'

Menurut Dr. Suratmono, untuk produk pangan yang daya simpannya hanya 3 bulan, boleh hanya mencatumkan bulan dan tahun saja. Tapi, untuk yang dibawah 3 bulan harus mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun. Ini merupakan aturan yang memang sudah ditetapkan oleh BPOM RI. 


Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Beredarnya Pangan Tidak Aman


Sesungguhnya, keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat bukan cuma jadi tanggung jawab pemerintah atau dalam hal ini BPOM saja. Peran serta masyarakat jadi andil penting, demi mencegah pangan yang tidak aman beredar di pasaran. 

Kalau kita temukan produk pangan yang tidak layak, segera laporkan. Ketua Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman mengatakan kalau masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas. Maksudnya, jangan membeli produk yang tidak jelas. Perhatikan unsur keamanan dalam sebuah produk. 

Produsen makanan kan tidak bisa selalu memantau di lapangan, makanya peran serta masyarakat sangat diperlukan. Dengan begitu, masyarakat artinya membantu para produsen juga dalam meningkatkan keamanan dan kualitas produk mereka. 


'Tugas memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman, bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga pelaku usaha dan masyarakat. Karena itu, BPOM RI mengajak GAPMMI dan APRINDO untuk berbagi informasi dengan kita semua. GAPMMI memberikan penjelasan terkait bagaimana pelaku usaha memastikan dan menjamin keamanan, mutu, dan gizi produk yang diproduksinya. Sedangkan APRINDO bertugas memastikan dan menjamin pangan tersebut didistribusikan dengan baik dan benar, sampai ke tangan konsumen' jelas Kepala BPOM RI, Dr. Ir Penny K Lukito

BPOM juga melakukan berbagai edukasi soal pangan aman ini dengan berbagai cara. Melakukan sidak ke beeberapa retail, menggunakan mobil keliling, dan tentu saja lewat berbagai media baik cetak maupun online. 

Kepala BPOM RI Memeriksa Keamanan Produk di Swalayan (sumber : Vibrie)

Saat acara, para blogger dan jurnalis diajak oleh Kepala BPOM untuk melakukan kunjungan ke Hypermart, Pejaten Village. Tujuannya, untuk memastikan sekaligus memberikan edukasi terhadap produk yang dijual oleh swalayan. 

Hanya ada beberapa temuan saja yang dinyatakan harus ditarik, karena kemasannya yang rusak. Menurut Penny, kemasan yang rusak itu bisa mengkontaminasi isi di dalamnya. Jadi memang, produk dengan kemasan yang rusak itu harus ditarik. 

(sumber : Vibrie)


Yuk, Cerdas Membeli Produk Pangan Yang Aman


Kalau ada yang berencana memberikan bingkisan hari raya buat kerabat, pastikan  produknya yang aman ya. Ingat selalu untuk #CekKLIK semua produk pangan baik makanan atau minuman yang akan kita beli. Jangan tergiur harga murah, kita malah mengorbankan kesehatan. Apalagi kalau produk yang kita beli itu buat orang lain, bisa bahaya ya. 

Kalau menemukan produk yang teridentifikasi tidak aman, segara laporkan atau hubungi BPOM di contact centre resmi di bawah ini. Bisa juga hubungi BPOM lewat akun media sosial resmi. 

HALO BPOM  : 1-500-533
SMS : 0812 - 19999- 533

Website 

Email
halobpom@pom.go.id

Twitter 
@bpom_ri

Instagram 
@bpom_ri

Facebook 
facebook.com/bpom.official 

Website Resmi BPOM RI

Oh iya, nanti bakal ada lomba menulis soal Pangan Aman untuk umum loh. Infonya nanti bakal resmi diumumkan lewat media sosial resmi BPOM. Dengan lomba menulis ini, diharapkan akan banyak masyarakat yang sadar, tentang pentingnya peredaran pangan yang aman. Kamu, jangan lupa ikutan yaa. 

Selamat membingkiskan kebahagiaan Hari Raya lewat sebuah parsel lebaran. Pastikan semua yang ada di dalamnya adalah produk terbaik dan berkualitas ya. Karena, kebahagian orang yang menerima tentu jadi kebahagiaan kita jugas sebagai si pemberi. 

20 komentar:

  1. wuah bener nih parcel-parcel yang akan kita berikan ke orang lain atau yang kita dapat harus banget di cekklik agar saat di makan aman, tfs mbak

    BalasHapus
  2. cara sederhana untuk membantu kita terhindar dari bencana yah kak. Cek KLIK ini sangat berguna sekali yah.

    Salam Inspirasi,
    Sesuapnasi

    BalasHapus
  3. juga bisa koordinasi dengan dinas perdagangan provinsi setempat sebagai bagian dari perlindungan konsumen.. :)

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah ya ka, semoga eduksi
    yang baik ini dapat tersebarluaskan kepada
    masyarakat luas sehingga semakin paham
    akan pentingnya telita dan mengecek
    dengan Cek KLIK sebelum memutuskan
    membeli produk olahan, kosmetik atau
    obat

    BalasHapus
  5. Terima kasih infonya soal CekKLIK. Jadi lebih waspada dengan 3 temuan produk pangan yaitu : temuan tanpa izin edar (ilegal), temuan kadaluwarsa (expired), dan temuan produk dengan kemasan rusak.

    BalasHapus
  6. Beberapa produk di supermarket kalau dicek teliti kadang suka nggak ada tgl expired nya :(

    BalasHapus
  7. Pencegahan dengan di awasi oleh pemrintah bisa menolong kita sebagai konsumen. Dukungan kita juga perlu dengan mengedukasi agar tidak memilih barang yang tidak layak komsumsi, penyok dll.

    BalasHapus
  8. Kalau beli sesuatu aku juga suka pilih kemasan dan masa berlakunya, soalnya itu penting.

    BalasHapus
  9. Aku pernah terima parcel ada beberapa barang yg kadaluarsa, harus benar2 dicek yaa Mba ini supaya aman dan kita ga was2 juga

    BalasHapus
  10. Gampang di ingat ya dengan KLIK. sekaligus mengedukasi masyarakat lebih peduli dengan makanan yang di konsumsi.

    BalasHapus
  11. Kadang kita kalau udah lihat diskonan suka lupa ngecek KLIK ini karena sudah dibutakan oleh harga yang murah. Iya nggak sih? Jadi memang perlu waspada. Cek KLIK ini menurut aku nggak hanya untuk bahan pangan aja tetapi sampai kosmetik pun aku rasa perlu cek KLIK juga biar aman. Ya kali aja nanti tahun depan ada yang mau kasih parcel Lebaran isinya kosmetik semua. Hehehe.

    BalasHapus
  12. Cek KLIK..
    Salah satu edukasi untuk membuat masyarakat cerdas dalam membeli..

    BalasHapus
  13. Penting banget Cek Klik ini, harus smart kalo mau beli produk2 buat parcel ya. Aku biasanya suka bikin sendiri di kantor kalo buat ngasih parcel, lebih aman dan puaas hahahaa.
    Btw,,maaf Maaf batiin yaaaaa...

    BalasHapus
  14. Konsumen harus cerdas, untuk itu perlu lakukan CEK KLIK

    BalasHapus
  15. jd inget waktu kecil dulu. Tiap menjelang lebaran, ada dua kurir yang selalu ditunggu-tu ggu: Tukang pos yang ngirimin kartu lebaran dari teman2 dan Tukang Parsel yg ngirimin paket parsel kiriman dari relasi ortu.

    BalasHapus
  16. Penting banget nih sebagai ibu kita cek makanan dengan KLIK, makasih infonya kakak, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  17. Terkadang suka ga ngeh atau kelewat untuk cek masa kedarluarsa suatu produk saat berbelanja bulanan. Padah ini sangat penting di cek selain cek harga ya mba, biar kesehatan keluarga terjamin dan bebas dari bahan makanan yang ga sehat.

    BalasHapus
  18. Sebagai konsumen, kita musti cerdas dengan CekKLIK

    BalasHapus
  19. sedari masih lajang, aku tipe yg rajin baca label dulu pada kemasan makanan/minuman sebelum dibeli, ngikutin cara ibuku sih hehehe

    BalasHapus
  20. Iya ya..terkadang kalau kita mau beli parsel berupa makanan jadi ga bisa liat labelnya karena udah terbungkus..amannya sih kalu kita bikin sendiri ya jadi bisa memilah2 dari label dan kemasannya.

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.