Rabu, 28 Agustus 2019

Family Time di Indonesia Muslim Lifestyle Festival 2019, Yuk!



Weekend itu paling enak kalau bisa familiy time. Entah keluar rumah bareng, atau sekadar ngumpul di rumah sambil ngobrol-ngobrol, sama serunya. Karena saya senangnya jalan, jadi kalau weekend pinginnya ya keluar rumah. Main ke mall dekat rumah atau cari lokasi wisata gratisan yang anak-anak bisa bebas lari-larian. Lalu, beli jajanan dan pulang. Begitu saja sudah senang sekali. 

Yang paling seru itu, kalau ada pameran yang temanya cocok buat keluarga dan anak-anak. Biasanya bakal disempat-sempatin buat datang. Walau sekadar lihat-lihat saja, no problem karena sudah cukup senang lihat-lihat barang-barang lucu. 



Nah, weekend ini bakal ada event keluarga yang menurut saya special. Ada Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim LifeFest) yang akan diadakan di Jakarta Convention Centre. Acaranya berlangsung mulai hari Jum'at hingga Ahad, 30 Agustus - 1 September 2019. Pas banget adanya di weekend, dimana waktunya ngumpul bareng keluarga. 

Kamis, 22 Agustus 2019

Pengalaman Khal Pakai Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder: Lebih Sehat dan Tetap Wangi Tanpa Bedak Tabur



Sebagai ibu milenial, pasti sudah tahu dong ya kalau penggunaan bedak tabur dilarang oleh dokter. Iya, bedak yang suka dipakaikan ke bayi semuka-muka dan itu yang katanya bikin gemes. Makin cemong, makin lucu. Padahal, pemakaian bedak tabur yang berlebihan itu ngga baik buat kesehatan. Kalau terus-terusan, efeknya bakal jauh lebih buruk lagi.


Waspada Bahaya Bedak Tabur

Memang, bedak tabur itu bikin bayi jadi keliatan lebih gemesin. Terus, masih banyak ibu yang beranggapan kalau belum pakai bedak ya belum mandi.  Gitu kan ya. Tapi, yang perlu ibu tahu, ada efek buruk bedak tabur pada bayi yang mesti diwaspadai.  Diantaranya:

Sabtu, 17 Agustus 2019

Sustainable Fashion, Yuk Perpanjang Usia Pakaian Demi Bumi


Siapa yang suka kalap kalau lihat olshop kesayangan lagi ngeluarin koleksi baru? Rela pantengin akun medsosnya demi postingan 'Start Order'. Bakal kesel berkepanjangan kalau ngga kebagian. Padahal baru bulan kemarin beli baju dari olshop yang sama, eh bulan ini sudah keluar koleksi barunya lagi. Ketika tersadar, buka lemari, baju yang bulan kemarin dibeli saja belum dipakai. Eh, baju baru sudah nongol lagi. Baju terus nambah, lemari segitu-gitu aja. Alhasil, baju ditumpuk di atas kasur karena sudah padat di dalam lemari. Duhhh



Yakin deh, pasti ada yang seperti itu. Jujur aja, dulu pun saya begitu. Alhamdulillah sekarang sudah sadar. Hmm, terpaksa sadar karena sudah mulai sayang sama uangnya. Mending buat beli-beli kebutuhan rumah, ngajak anak-anak main di playground, nonton bioskop, atau makan. 

Bagi seorang fashionista, menahan diri dari godaan fashion terkini itu memang butuh effort. Apalagi kalau sudah sreg banget sama brandnya. Walau harganya selangit, tetap aja dibeli. Entah demi melengkapi koleksi atau karena gengsi. 

Kamis, 15 Agustus 2019

Asuransi Pendidikan, Tabungan Untuk Jaminan Pendidikan Anak



Kata orangtua dulu.. 
'banyak anak, banyak rezeki'

Lalu, kata orangtua sekarang
'banyak anak, harus kerja keras cari rezeki'

Buat orangtua dulu, mungkin banyak anak jadi kebahagiaan tersendiri karena rumah jadi rame. Gitu kali ya. Tapi, pepatah 'banyak anak, banyak rezeki' ngga serta merta berlaku di era sekarang. Kenapa? karena makin banyak anak, maka biaya yang dibutuhkan buat 'mengurus' mereka pun jadi makin banyak. Iya kalau ditakdirkan memiliki financial freedom tak terbatas. Gimana dengan yang hanya mengharap gajian tiap bulannya. Mereka yang gajian sekadar numpang lewat. Rasanya, punya banyak anak kudu mikir-mikir.



Makanya, kalau kita sebagai orangtua tidak punya persiapan biaya pendidikan anak, bye aja deh. Biaya sekolah sekarang ini luar biasa mahalnya. Apalagi buat yang memilih sekolah swasta buat anak-anaknya. Biaya awal masuknya malah ada yang setara sama dengan harga motor 2 biji. Wajar? ya sangat wajar. Karena, makin berkualitas sekolahnya, maka makin mahal juga biaya pendidikannya. 

Kamis, 01 Agustus 2019

Festival Literasi Sekolah, Cerdas Lewat Literasi Yang Benar


Karir saya di dunia blogging dimulai dari sebuah komunitas literasi. Komunitas ini cukup famous di kalangan penggemar literasi. Anggotanya aja tersebar di seluruh dunia. Lewat komunitas inilah, saya kenal blog. Hingga akhirnya ditekuni sebagai sebuah passion. Sekarang saya mungkin lebih dikenal sebagai blogger daripada penulis :p Lagian tulisan saya yang dibukukan baru sekadar antologi saja. Bukan buku solo. Jadi, kaya tidak sah gitu loh jadi seorang penulis.



Literasi banyak banget kasih saya ilmu menulis yang manfaat banget buat karir blogging saya. Nulis itu jadi tidak asal-asalan, tahu mana kalimat yang enak dibaca dan mana yang tidak sesuai. Yah, gitu deh.