Senin, 09 Desember 2019

Menarik Mundur Kenangan Bahagia Bersama AirAsia



Bahagia bersama AirAsia dimulai, sejak ia berhasil mengantarkan saya menjejak di negara lain. Ketika perasaan terlalu muluk, merasa tidak mungkin untuk bisa menjadi penumpang pesawat karena tiket yang tak terjangkau. Ketika saya hanya bisa melambaikan tangan pada pesawat yang melintas di atas kepala. Ketika memiliki paspor menjadi hal mustahil pada saat itu. Dan, ketika bandara menjadi tempat paling mendebarkan buat saya. AirAsia mematahkan ke-tidakmungkin-an yang saya rasakan. 



Saya memulainya dengan nekat membuat paspor. Tidak ada ekspetasi kapan saya bisa naik pesawat ke luar negeri. Sedikit demi sedikit uang hasil menulis saya kumpulkan. Bergabung dengan komunitas backpacker jadi cara saya melangitkan mimpi. Membaca kisah mereka dengan biaya seadanya, tapi bisa keliling dunia. Ada yang hangat dalam hati. Mimpi saya mungkin kali ini bisa terjadi.

Mulai Wujudkan Mimpi Bersama AirAsia


Ketika tabungan dirasa cukup, saya mengumpulkan keberanian untuk mencari tiket pesawat murah. Tak banyak uang yang ada di tabungan, tapi saya nekat. Siapa tahu ada keberuntungan yang jadi milik saya.

Perlahan dan dengan perasaan yang bergemuruh, saya mulai pencarian. Membuka website AirAsia lewat laptop. Tahun 2015, saya tak terlalu mahir dengan aplikasi AirAsia di gawai. Mata saya lebih nyaman dengan layar laptop. Jadi, membuka website AirAsia menggunakan laptop adalah jalan terbaik. 

Pencarian pertama, gagal. Saya tidak menemukan harga tiket yang sesuai dengan budget. Namun saya tidak patah arang. Akhirnya saya tahu, kalau ingin mendapatkan tiket murah, maka terjagalah hingga larut malam. Karena rasa penasaran, saya pun terjaga semalaman. Tak sia-sia. Di bulan September, ada tiket murah yang sesuai dengan budget, malah lebih murah. Saya pun booking dan menyelesaikan pembelian tiket lewat minimarket dekat rumah.

Saya hanya membeli tiket, tanpa memasukan tambahan makan atau bagasi. Buat saya saat itu, sudah bisa membeli tiket saja, sudah jadi sebuah anugerah. 

Ketika saat itu tiba, saya minta izin pada suami dan memintanya untuk menjaga anak-anak. Una saat itu masih 2 tahun, sudah lepas ASI. Saya bisa memastikan dia akan baik-baik saja selama saya tinggal. Kebutuhan anak-anak selama saya traveling pun sudah saya siapkan. Bagaimana pun, kewajiban sebagai ibu tetap harus saya lakukan. Mempersiapkan segala kebutuhan anak-anak, memberikan brief apa yang perlu dilakukan tiap pagi, hingga mengurutkan seragam sesuai hari. Jadi, tidak ada lagi seriosa bersahutan tiap pagi.

Dan, Mimpi Itu Jadi Nyata

Kemana pertama kali saya mendaratkan langkah bersama AirAsia? Singapore. Ya, negera kecil yang  luasnya pun tidak sampai separuh Jakarta. Negara tujuan para traveler pemula seperti saya. Negara yang hanya butuh waktu sekitar 40 menit ditempuh dengan pesawat. Ajang uji nyali. Berada di negara lain dengan kebiasaan, bahasa, dan budaya yang berbeda.

Henderson Wave, Singapore dan Seorang Pemimpi

O iya, saya belum menceritakan bagaimana rasanya untuk pertama kali berhadapan dengan petugas imigrasi bandara. Rasanya cukup membuat dengkul lemas. Tapi saya tidak tunjukkan di depan petugas. Karena semakin percaya diri, maka makin cepatlah proses pemberian stempel pada paspor. Petugas bandara hanya sekali memerhatikan wajah saya, hanya untuk memastikan kalau foto dalam paspor sesuai dengan aslinya. Mungkin, yang aslinya terlihat lebih manis daripada foto kaku yang tertempel di lembar pertama paspor.

Untuk proses check-in AirAsia, baik di counter maupun di gate ruang tunggu keberangkatan, saya tidak menemui kendala apa-apa. Walau baru kali pertama, saya tetap bisa melewati dengan baik. Petugas AirAsia di bandara sangat ramah. Hanya memastikan data sesuai dengan boarding pass, lalu saya pun dipersilakan duduk.

Kamu tahu berapa harga tiket AirAsia tujuan Jakarta - Singapura yang berhasil saya dapatkan? Tidak lebih dari 300 ribu. Saya tidak membeli bagasi karena saya sudah merasa cukup dengan bagasi kabin yang diberikan gratis oleh AirAsia. Pertama kali saya naik pesawat, saya mendapatkan kursi di deretan pertama. Harusnya saya berada di dekat jendela, namun laki-laki paruh baya menempati kursi saya lebih dulu. Saya hanya tak tega memintanya pindah. Di sampingnya, ada seorang perempuan paruh baya menyilangkan tangan pada lengan lelaki itu.

Sepasang suami istri yang tak lagi muda berbincang sambil saling pandang. Sesekali saya melemparkan senyum pada keduanya. Kami sempat terlibat obrolan hangat. Mereka bertanya kemana saja saya akan pergi selama di Singapore, menginap dimana, dan mengapa saya pergi sendirian padahal baru pertama kali pergi ke luar negeri. Di penerbangan pertama ini saya memang sendirian, tapi ada seorang yang berbeda pesawat dan sudah menunggu di Changi.

Terbang Bersama Calon Bayi 


AirAsia telah menjadi penyambung mimpi. Ketika saya merasa mustahil untuk bisa pergi keluar negeri, AisAsia membantu wujudkan hal mustahil itu. 

Ketika AirAsia membuka rute baru ke Macao, saya mengadu keberuntungan untuk bisa mendapatkan harga promo. Mungkin ada ratusan orang yang mengakses aplikasi demi mendapatkan tiket murah ke Macao. Kapan lagi bisa menyambangi negera yang terkenal dengan casinonya, dengan harga murah. 

Saya bersama 3 orang yang sebelumnya sama sekali belum pernah bertemu, akhirnya menjadi teman seperjalanan. Mengandalkan kemudahan teknologi, kami hanya berbincang lewat aplikasi chatting. Sampai akhirnya, kami berempat bertemu di bandara Soekarno Hatta lalu terbang menuju Macao.

Kiri : Memantau koper
Kanan : Memantau antrian yang hendak foto di tempat yang sama

Di penerbangan menuju Macao ini lah saya akhirnya mencoba membeli meal in flight AirAsia. Meal in flight yang diawarkan AirAsia akan lebih murah jika dipesan sebelum keberangkatan. Chicken Lasagna ditemani segelas kopi hangat menemani perjalanan saya menuju langit Macao. Porsinya banyak, hingga terpaksa saya simpan untuk kembali dinikmati selepas landing.

pertama kali memberanikan diri menambahkan meal
dalam penerbangan 


Dari sekian banyak menu Santan, favorit saya Nasi Lemak Pak Naseer. Porsinya banyak dengan varian lauk yang juga banyak. Saya baru tahu kalau kali ini, varian menu Santan yang bisa dinikmati dalam penerbangan makin banyak. Sekiranya ada 10 menu Santan yang bisa dipilih sebagai teman penerbangan. Jika pergi sendirian, tak perlu merasa sedih dan iri dengan pasangan di bangku belakang. Menu Santan akan menghibur dengan memberikan sensasi kenyang dan bahagia 

Traveling memang candu. Ada banyak cerita yang terjadi. Tak sekadar cerita senang bisa berkunjung ke negara orang. Tapi pengalaman tak mengenakkan pun ada. Traveling seakan mengajarkan kita untuk sabar. Bahwa apa yang menjadi ekspetasi tak melulu jadi reality

AirAsia tidak hanya mewujudkan mimpi saya melintasi langit. Tapi, mimpi anak-anak untuk bisa naik pesawat. Mereka yang excited ketika saya ceritakan soal cantiknya awan yang bergumpal-gumpal. Wajah penuh harap agar sekiranya saya pun bisa mengajak mereka untuk bertemu gumpalan awan. 

Setahun kemudian, sejak pertama kali saya berhasil mendarat di Singapore bersama AirAsia, saya mewujudkan mimpi anak-anak. Sedikit demi sedikit hasil menulis di blog saya tabung. Menahan diri untuk tidak menguras tabungan demi sale di online shop. Satu persatu saya buatkan mereka paspor. Tidak sekaligus, karena memang uangnya tak cukup untuk membuat 4 paspor sekaligus.

Sesaat setelah landing di Changi. Senyum mereka,
semangat orangtuanya untuk mengumpulkan biaya traveling



Puji syukur kepada Sang Maha Kaya. Singapore pun jadi negara pertama bagi anak-anak dan suami. Tidak bisa diungkapkan perasaan bahagia yang membuncah, saat mereka tersenyum melihat awan. Melihat sayap pesawat dari balik jendela. Melihatnya bergerak menembus gumpalan awan yang berarak. Cerita perjalanan saya bersama anak-anak ke negara pertama mereka, telah saya tulis rapih dalam sebuah blog perjalanan. 



Momen Bahagia Bersama AirAisa lainnya, ketika pesawat kebanggaan para backpacker ini berhasil mengantarkan saya ke Bangkok. Yang membuatnya momen ini istimewa adalah saya tengah berbadan dua saat melakukan penerbangan ke negera gajah putih itu. Hamil muda tak mematahkan semangat saya untuk kembali menjelajah. Usia kandungan saya baru beranjak 4 bulan, tapi saya bisa meyakinkan pada suami kalau saya akan baik-baik saja. Akhirnya, dengan izin suami, saya kembali terbang bersama AirAsia.

Baby Bump. Traveling Saat Hamil, Tidak Masalah

Proses check-in di bandara Don Mueang, demi kembali pada realita 

Karena kondisi yang mudah lelah, saya memilih  kursi sendiri. Memang dikenakan biaya, namun tak seberapa bila dibandingkan kenyaman. Saya selalu memilih untuk duduk dekat jendela. Membuang pandangan keluar jendela, bisa membuat rasa bosan sedikit terobati. Dua kursi di samping kursi saya tak berpenghuni. Bersyukur dalam hati, karena ibu hamil ini bisa merebahkan tubuhnya untuk istirahat. 

Ketika terbangun, pramugari memberikan menu Santan yang saya pesan bersamaan dengan tiket. Perjalanan Jakarta - Bangkok tak secepat Jakarta - Singapore. Perlu sekitar 4 jam untuk bisa sampai. Saya yang saat itu mudah lapar, terbantu sekali dengan menu yang disediakan. Membelinya sebelum penerbangan, menghemat pengeluaran karena harganya jauh lebih murah.

Kiri : Bumil kepanasan
Kanan : Bumil happy karena akhirnya menemukan banyak makanan halal

Yang Perlu Kamu Lakukan Untuk Membeli Tiket AirAsia 


Kini, membeli tiket AirAsia lebih mudah dan cepat dengan aplikasi. Sekarang pun saya akan lebih memilih menggunakan gadget untuk mencari tiket murah AirAsia. Aplikasi AirAsia bisa diunduh lewat playstore. Setelah beberapa diperbaharui, aplikasi AirAsia menjadi semakin friendly digunakan.

Tampilan antarmuka yang menarik, serta fitur yang sangat mudah dimengerti. Jika belum terbiasa, cobalah berulang kali. Kamu akan mahir menggunakannya jika sering dicoba.

Jika berencana melakukan traveling dan ingin membeli tiket AirAsia lewat aplikasi, bisa ikuti langkah demi langkah berikut ini :
  1. Bukalah aplikasi AirAsia lewat gadget
  2. Pilih fitur 'Find flights'

    Tampilan antarmuka yang bersahabat
  3. Tentukan tujuan kemana kamu akan berpetualang. Jika kamu pergi dari Jakarta, sekiranya ada lebih dari 100 rute yang bisa dijangkau oleh AirAsia. 
  4. Tentukan tanggal berangkat dan kepulangan. Jika belum memiliki tanggal pasti, kamu bisa asal pilih tanggal untuk cek harga. Di aplikasi AirAsia terbaru setiap deretan tanggal, sudah ada keterangan harganya. Ini sangat menarik karena kita bisa memilih tanggal dimana harga tiket menjadi sangat murah. 
  5. Setelah itu, klik 'search flight'
  6. Akan tampil pilihan jam keberangakatan dan kepulangan berikut harganya. Kamu bisa pilih yang paling sesuai dengan budget. Setelah itu, klik 'continue'

    Pilih rate yang sesuai dengan budget
  7. Setelah itu, kamu akan masuk ke halaman Add Ons, maksudnya tambahan yang bisa kamu sertakan dalam penerbangan seperti bagasi, pilihan kursi, makan, dan asuransi. Pilih saja yang mungkin kamu hendaki.

    Menu Santan yang bisa membuat penerbangan jadi lebih menyenangkan
  8. Lalu, kamu akan masuk ke halaman data. Isi semua data penumpang yang diminta. Tak perlu pakai inisial, nama beken, atau nama kesayangan. Isi data sesuai dengan identitas kamu yang tertera dalam KTP atau paspor. Ini sangat penting untuk menghindari kesalahan ketika proses check-in di bandara
  9. Selesaikan pembayaran dan tiket akan hadir lewat surat elektronik
  10. Siaplah berpetualang
Mudah dan bisa lebih cepat prosesnya. Jangan lupa untuk segera melakukan pembayaran tiket, agar pemesanan kamu tidak menjadi hangus. Apalagi jika kamu susah payah mencari, sampai terjaga semalaman demi tiket murah AirAsia.

Kemana Lagi Terbang Bahagia Bersama AirAsia?


Setelah Singapore, Kuala Lumpur, Macao, dan Bangkok, saya mulai berpikir kemana lagi saya akan terbang dan bahagia bersama AirAsia. Saat rute direct Jakarta - Narita yang dibuka AirAsia, saya tak sempat mencobanya. Lalu rute itu ditutup dan saya menyesal. Jepang ada dalam list tujuan traveling yang saya susun. Entah kapan akan terwujud. Saya hanya bisa berharap kalau AirAsia bisa kembali membuka rute langsung Jakarta - Narita. Agar traveller berbudget rendah seperti saya bisa menjejak di negeri sakura itu, tanpa harus menunggu tabungan menjadi 2 digit.



Walau tak sampai separuh dari ratusan destinasi yang mampu dijangkau AirAsia bisa saya sambangi, saya tetap bahagia. Perjalanan yang saya siapkan sendiri, ternyata menciptakan momen bahagia yang rasanya sulit untuk dilupakan. Sama bahagianya ketika AirAsia selalu berhasil landing dengan mulus. Dan seketika itu saya pun berucap Hamdallah. 

Sekarang, ada satu anggota keluarga yang baru hadir. Saya akan kembali mempersiapkan perjalanan pertamanya dengan AirAsia. Mengumpulkan sedikit demi sedikit hasil menulis, membuatkannya paspor, mulai mencari tiket lewat aplikasi AirAsia, hingga akhirnya nanti bisa kembali terbang bersama AirAsia. Entah karena terlalu cinta atau apa, yang jelas dengan AirAsia, mimpi-mimpi menjejakkan kaki di satu negara bisa terwujud. 

Lalu, kemana lagi saya akan mendarat bersama AirAsia? Sendirian atau bersama suami dan 4 orang anak? Semoga harapan kembali bahagia bersama AirAsia, berujung pada kenyataan. Boleh di-Aamin-kan?


27 komentar:

  1. duh bahagianya bisa jalan2 bersama keluarga

    BalasHapus
  2. bacanya ikutan kebawa seneeeeng loh mba :). apalagi pas akhirnya bisa bawa anak2 trveling. akupun gitu juga. rasanya itu semangat, seneng, kalo bisa ngajakin keluarga trutama aak utk visit negara2 baru. melihat reaksi happy mereka, takjubnya mereka, itu udh cukup bikin aku semangat utk rajin nabung.

    airasia so far udh sangaaaat membantu bgt utk mewujudkan target2 travelingku :D. rute terjauh yg pernah aku coba saat pakai airasia itu jepang dan tianjin. sempet sedih pas rute Iran dihapus, tp mungkin secara bisnis rute itu ga penuh kali yaaa. semoga aja kedepannya bisa dibuka lagi, ato nambah rute2 lain yg ga banyak ditawarkan maskapai lain :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku satu dari sekian banyak orang yang sedih rute direct ke Jepang dihapus, huhuh belum sempat nyobain. Semoga next time AirAsia buka rute itu lagi.

      Happy banget mba fanny udah bisa ke Jepang bareng AirAsia :)

      Hapus
  3. Wah senang sekali Mba bisa dapat tiket murah harga Rp 300 ribu saja. Bener Mbak, berhadapan dengan petugas imigrasi bandara terkadang bikin grogi, padahal kita nggak salah apa-apa hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. deg-degan nya bikin jantung rasanya mau copot hahahah. takut aja udah kece mau traveling eh disuruh pulang lagi

      Hapus
  4. Bahagianyaa sudah banyak negara yang disambangi, termasuk Jepang yang jadi negara incaran saya. Semoga AirAsia membuka lagi rute direct ke Jepang

    BalasHapus
  5. Boleh doong... Amin Ya Rabbal Alamiin ๐Ÿ˜Š
    Semoga pelayanan Air Asia semakin bikin semua penumpaang merasa lebih nyaman. Semakin banyak juga destinasi penerbangannya. Amin.

    BalasHapus
  6. Ada haru, plus bahagia ya kak Uci bisa akhirnya tiba di negara lain yang impian tersebut terwujud bareng Air Asia. Meski ada rasa deg-degan, apakah nanti bila ke luar negeri lagi masih ada rasa dengkul lemas saat bertemu petugas bandara, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. tiap kali masuk area imigrasi, emang selalu deg-degan, walau bukan yang pertama kali, tapi entah kenapa emang selalu deg-deg an gitu.

      Hapus
  7. masya Allah.. keren banget mba husna ini.. aku jadi terharu baca cerita perjalanan ini.. aku jadi mau merajut mimpi lagi bersama suami dan anak2 nanti keliling dunia dengan budget murah tapi meriah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah nanti bisa traveling keliling dunia bareng keluarga ya mba

      Hapus
  8. Masyaallah... aku merinding bacanya. Bisa mengajak anak-anak traveling keluar negeri dengan cara menyisihkan uang hasil ngeblog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, saking pengennya dipaksakan buat nabung. Dikit-dikit, kebeli tiket :)

      Hapus
  9. Terharu kalau bisa ajak anak-anak ngebolang kenegeri seberang. Apalagi dengan perjuangan kita sebagai orangtua untuk nabung dulu dari hasil kerjaan ngeblog. Barakallah mba. Semoga next kami bisa ikuti jejaknya.

    BalasHapus
  10. Huwaa itu gmn sih cara dapat tiket miring huhuhu pengen juga ajak liburan anak2 :D
    Makanan Air Asia lumayan enak yaaa dan porsinya cukup sepadan menurutku. Oh iya ya lbh miring kalau dipesan pas kita mesen tiket jg? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. rajin-rajin ngecek aplikasi AirAsia aja pril, Insya Allah dapet.

      Hapus
  11. Wow.. udah ke banyak negara ya kak. Air Asia emang sering ngasih tiket promo ya, pintar-pintar kita yang mencarinya

    BalasHapus
  12. Aku kok seneng ya bacanya mbak. Meskipun gak ikut jalan-jalan tapi serasa ikutan jalan-jalan๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Insya Allah nanti bisa jalan-jalan beneran yaa

      Hapus
  13. Ya Allah, meni terharu pisan bacanya. Sebetulnya, aku ada niatan pengen ke Johor Bahru mbak, traveling ngajak anak-anak. Mudah-mudahan kesampaian ya tahun depan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah bisa. Enaknya klo ke Johor itu lewat Singapore aja, lebih deket

      Hapus
  14. Mbak bikin mupeng banget ๐Ÿ˜ญ Singapura juga jadi negara impian yang mau aku kunjungi deh, selain dekat juga kan ongkosnya ga terlalu mahal ya hehe. Semoga nanti bisa ke sana juga deh.

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.