Kamis, 23 Maret 2023

No More Worry, Sirop Obat Kini Aman Untuk Anak

 

'Bi, tolong belikan obat penurun panas untuk Khal' Begitu bunyi pesan WA saya pada suami. Saat itu, saya tidak bisa keluar rumah karena harus jaga Khal yang sedang demam. Tak berapa lama, suami membalas pesan saya 

'Memang ngga papa pakai dalam bentuk sirop? Bukannya masih dilarang?' Lalu saya teringat kasus gagal ginjal yang sempat heboh itu. Tapi update yang saya dapatkan, beberapa brand sirop obat sudah aman digunakan.

'Insya Allah ngga papa, beli yang seperti biasa aja' Lalu, suami pulang dengan membawa obat penurun panas untuk Khal. 

Dari keempat (otw kelima) anak yang saya miliki, Khal yang lebih sering kena demam. Dalam 2-3 bulan, pasti ada waktu dimana Khal demam. Jujur, saya sih tidak terlalu worry karena masih dalam tahap wajar. Sempat dengar juga ada dokter yang bilang, masih dikatakan normal jika dalam setahun, anak demam maksimal 12 kali. Jadi kalau sebulan sekali demam, ya tidak apa juga. 

Sirop Obat Aman Untuk Anak


Imun tubuh anak itu masih sangat baik. Jadi, ketika ada yang tidak beres, tubuh bisa merespon dengan cepat. Jadi kalau anak demam, flu, batuk, itu merupakan respon dari tubuhnya. Tinggal orangtua yang memang harus aware dengan tanda-tanda yang ditunjukan. 

Ketika anak sakit, obat yang paling sering diberikan adalah dalam bentuk sirop. Karena memang lebih mudah diberikan, terutama bagi anak yang belum bisa menelan obat dalam bentuk tablet. Khal (4yo) tiap kali berobat ke dokter, obat yang diberikan pasti dalam bentuk sirop, termasuk antibiotik.

Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak 

Jadi ketika ada kasus Gagal Ginja Akut Pada Anak (GGAPA) yang disebabkan oleh sirop obat, tentu bikin orangtua jadi ketar-ketir dan worry. Kasus GGPA yang muncul pada Oktober 2022 lalu, benar-benar bikin heboh. Sehingga mau tidak mau, orangtua harus menghentikan dulu pemberian sirop obat pada anak. 

Gagal Ginjal Akut Pada Anak


Dengan berbagai evaluasi dan investigasi dari seluruh instansi dan organisasi terkait, ditemukan adanya cemaran bahan pelarut Propilen Glikol (PG), Propilen Etilen Glikol (EG), Dietilen Glikol (DEG) oleh satu oknum perusahaan supplier kimia. Bikin gemas memang, karena kok ya begitu jahatnya oknum itu. Padahal, sebagai orangtua yang anaknya masih kecil, obat dalam bentuk sirop itu sangat membantu. 

Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) merupakan gangguan yang sudah ada sejak lama. Namun, ketika ada lonjakan kasus yang terjadi sejak Januari - Oktober 2022, GGAPA semakin ditakuti. Karena memang, penderitanya banyak yang sampai meninggal dunia. Ibu mana yang tidak takut dengan kasus ini? Terlebih bagi ibu yang anaknya masih kecil. 

Hingga saat ini, pemberitaan soal sirop obat masih meresahkan masyarakat. Apalagi masyarakat yang akses informasinya terbatas. Akibatnya, terjadi konversi bentuk obat dari sirop menjadi dalam bentuk puyer. Padahal, obat dalam bentuk puyer belum tentu memenuhi persyaratan kualitas obat yang baik. Wadah yang dipakai untuk meracik obat, belum tentu benar-benar bersih. Hal itu malah bisa memengaruhi kesehatan karena obatnya sudah tercemar. Nanti bukannya sembuh, malah muncul penyakit lain. 

Dialog Interaktif Kesehatan : Sirop Obat Aman Untuk Anak 

Karena pemberitaan yang simpang siur soal sirop obat anak, makanya perlu ada sebaran informasi yang akurat dan terpercaya. Agar masyarakat, orangtua, dan Dokter Spesialis Anak bisa mendapatkan informasi tentang keamanan penggunaan sirop obat atau yang umum disebut obat sirop. Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), bersama Kementrian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Anak Indoensia (IDAI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan pakar Farmakologi mengadakan Dialog Interaktif Kesehatan : Sirop Obat Aman Untuk Anak di Jakarta pada 21 Maret 2023 yang lalu. 

Sirop Obat Aman Untuk Anak
Sirop Obat Aman Untuk Anak


Narasumber yang dihadirkan diantaranya :

  • Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt. M.A.R.S selaku Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan RI
  • Dra. Tri Astuti Isnariani, Apt. M.Pharm selaku Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor & Zat Adiktif (ONPPZA) serta Plt. Direktur Registrasi Obat, Badan Pengawasan Obar dan Makanan (BPOM) RI
  • Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
  • Prof. Apt. I Ketut Adnyana, Msi, Phd selaku guru besar Farmakologi Institut Teknologi Bandung
  • Apt. Noffrendi Roestram, S.Si selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)
  • Mona Ratuliu, Mom Influencer 
Banyak sekali insight dan informasi penting yang saya dapatkan lewat dialog interaktif ini. Apalagi, narasumber yang dihadirkan adalah mereka yang memiliki kapabilitas, dalam menjawab keresahan masyarakat perihal sirop obat untuk anak. Jadi, informasi yang disampaikan Insya Allah valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Industri farmasi nasional yang bekerja di bawah pengawasan regulator BPOM RI sudah lebih dari 30 tahun, dalam menyediakan lebih dari 90% kebutuhan obat. Ketika ada kasus GGAPA, perusahaan farmasi tentu kena imbasnya. Terutama mereka yang memproduksi obat dalam sediaan sirop. Masyarakat saat itu diminta untuk menghentikan penggunaan sirop obat untuk anak. 

Dalam kaitannya dengan kasus GGAPA, Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si, Ph.D selaku Guru Besar Farmakologi Institut Teknologi Bandung menjelaskan, bahwa kasus GGAPA yang terjadi tahun lalu karena adanya intoksikasi obat yang tercemar EG/DEG yang melebihi ambang batas, sehingga memberikan dampak masal. Tapi yang perlu diketahui bahwa GGAPA bisa disebabkan banyak faktor lain seperti ;

  • status kesehatan pasien (riwayat penyakit)
  • alergi terhadap suatu bahan tertentu 
  • infeksi
  • status nutrisi (dehidrasi)
  • obat, makanan, logam berat, toksikan, dan lain sebagainya
Walau kasus gagal ginjal memang sudah lama terjadi, tapi lonjakan kasus yang terjadi di 2022 kemarin tentu membuat para orangtua, masyarakat, dan juga tenaga kesehatan jadi khawatir. Mau tidak mau, penggunaan obat dalam bentuk sirop harus dihentikan dulu.

"Dalam penanganan kasus cemaran EG/DEG yang ditemukan dalam sirop obat sejak Oktober 2022, BPOM telah melakukan langkah-langkah antisipatif seperti: intensifikasi surveilans mutu produk, penelusuran dan pemeriksaan terhadap sarana produksi dan distribusi, hingga pemberian sanksi administratif, termasuk melakukan verifikasi pemastian mutu terhadap sirop obat yang beredar. 

Berbagai upaya terus dilakukan terhadap sarana produksi dan distribusi jika terdapat unsur pidana kesehatan" Jelas Dra.Tri Asti Isnariani Apt.M.Pharm

Tri Astati juga menambahkan kalau produk sirop obat yang aman dikonsumsi selama mengikuti aturan pakaim bisa dicek lewat website, media sosial BPOM atau melalui kanal publikasi resmi dari BPOM lainnya. Harapannya, masyarakat, pasien, fasilitas layanan kesehatan dan dokter tidak lagi khawatir dan ragu. 

Dari banyaknya audiens yang hadir, mayoritas adalah ibu-ibu yang pasti lega dengan informasi yang disampaikan, termasuk saya. Karena bagi ibu yang memilki anak kecil, obat dalam bentuk sirop jadi obat yang wajib ada di kotak obat. 

"Otoritas kesehatan yang berwenang menyatakan bahwa sirop obat yang sudah diverifikasi ulang dan dirilis oleh BPOM adalah sirop obat yang aman. Sehingga masyarakat bisa kembali menggunakan sirop obat dengan mengikuti anjuran pakai" Terang dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih Apt. M.A.R.S

Lalu, bagaimana tanggapan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan kasus GGAPA dan sirop obat untuk anak? dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A(K) mengatakan bahwa GGAPA sebenarnya sudah ada sejak lama, sehingga perlu investigasi mengenai penyebab GGAPA jika kasus yang terjadi hanya individual. Fakta sudah ada bahwa hasil verifikasi ulang produk sirop obat oleh BPOM per November 2022 lalu sudah aman, sehingga produk sirop obat yang sudah dirilis kembali oleh BPOM, sudah bisa diresepkan kembali oleh dokter. Bisa dikonsumsi dengan tenang selama mengikuti aturan pakai. 

Kebetulan dokter anak yang biasa menangani Khal juga sudah aware akan sirop obat ini. Alhamdulillah, beliau juga sudah kembali meresepkan sirop obat untuk Khal ketika berobat. Jadi, untuk saat ini memang kekhawatiran saya akan sirop obat pun berkurang. 

Namun, masih ada kekhawatiran dari masyarakat kalau apotek masih belum menyediakan sirop obat. Seperti yang disampaikan oleh salah satu audiens, dimana ia kesulitan saat ingin membeli sirop obat untuk anak. Karena, apotek yang didatangi tidak menyediakan sirop obat. Hal ini juga menjadi concern dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Menurut Apt. Noffrendi Roestram, S.Si banyak apoteker yang menerima keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses sirop obat. Penarikan sementara sirop obat dan panjangnya proses mendapatkan obat puyer, membuat masyarakat kebingungan. 

"Dengan tidak adanya lagi kasus GGAPA masal sejak dirilisnya produk sirop obat oleh BPOM bulan Desember tahun lalu membuktikan keamanan produk tersebut. Dengan demikian, pasien dan orangtua tidak perlu khawatir lagi. Dianjurkan untuk membeli sirop obat di apotek resmi, baik yang berdasarkan resep dokter ataupun pembelian tanpa resep dokter" Jelas Apt. Noffrendi Roestram, S.Si

Daftar produk sirop obat yang sudah dinayatakan aman, bisa dilihat di halaman website resmi BPOM ya. Ada 1400 produk obat dalam bentuk sirop yang sudah dirilis dan dinyatakan aman per akhir Februari 2023. Terdiri dari sirop obat, dry sirop, vitamin, dan suplemen. 

Mona Ratuliu yang juga turut hadir sebagai narasumber, ikut berbagi pengalamannya dalam menghadapi kasus GGAPA dan sirop obat. Sebagai ibu yang memiliki anak kecil, pengalaman Mona mungkin sangat relate banget. Mona memiliki 2 anak balita yang keduanya sangat bergantung pada obat dalam bentuk sirup. Baik vitamin, obat turun panas, atau obat batuk pilek. Saat mendengar kasus GGAPA tentu panik luar biasa. Mau tidak mau, Mona pun menghentikan sementara penggunaan obat dalam bentuk sirop. Padahl saat anak demam, sirop obat sangat membantu sekali. 

Dialog Kesehatan GPFI


Sirop Obat Aman Untuk Anak

Sebagai penutup, Tirto Kusnadi selaku Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) membuat sebuah konklusi sebagai berikut :

  • Faktor penyebab GGAPA ada 2. Pertama, GGAPA individu yang terjadi karena faktor medis individu tersebut. Kedua, gagal ginjal anak masal yang ditandai dengan terjadinya sejumlah kasus secara bersamaan, disebabkan karena terjadinya pencemaran
  • Otoritas kesehatan yang berwenang sudah menyatakan, bahwa sirop obat yang sudah melalui verifikasi ulang dan sudah dirilis oleh BPOM adalah sirop obat yang aman
  • Dokter Spesialis Anak tidak perlu ragu untuk meresepkan sirop obat kepada pasien
  • Masyarakat bisa kembali menggunakan sirop obat dengan tetap mengikuti aturan pakai
Terakhir, Tirto juga mengingatkan kepada anggotanya, dalam hal ini perusahaan-perusahaan farmasi untuk tetap disiplin dalam menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Benar (CPOB) dan Cara Distribusi Obat yang Benar (CDOB). Agar, masyarakat bisa tenang dalam menggunakan kembali sirop obat.

Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia


GPFI merupakan wadah komunikasi dan konsultasi antar sesama pelaku usaha farmasi dan juga antara perusahaan, dengan pemerintah serta pihak-pihak terkait lainnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masalah produksi, distribusi, dan pelayanan obat. Berdiri sejak 1969, anggota GPFI telah memenuhi 90% kebutuhan obat nasional secara volume, dan memproduksi lebih dari 2.000 item obat sirop dan puluhan ribu item obat sediaan lainnya. GPFI memiliki anggota lebih dari 150 produsen obat nasional, 1600 PBF obat yang terdiri dari 600 PBF nasional dan 1000 PBF lokal dan lebih dari 20.000 apotek dan toko obat di Indonesia.

Sebagai ibu, informasi yang saya dapatkan di Dialog Interaktif Kesehatan sangat bermanfaat dan membantu sekali. Bermanfaat untuk diri sendiri dan membantu mereka yang memang membutuhkan informasi terkait sebaran #SiropObatAman untuk anak. Semoga tulisan ini bisa sampai ke para ibu di seluruh Indonesia. Bahwa penggunaan sirop obat kini sudah aman, jadi buibu bisa kembali memasukan sirop obat ke dalam kotak obat.





Jika ingin mendapatkan informasi seputar obat, buibu bisa follow media sosial @gpfarmasi.id ya. 


 


1 komentar:

  1. Mengingat kasus gagal ginjal anak karena sirop kemarin masih meninggalkan rasa takut, apalagi sekarang dihadapkan dengan musimm seperti ini yang bisa membuat si kecil mudah sakit. Kabar baik ini adanya sirop aman untuk dikonsumsi anak, terima kasih informasinya!

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.