Selasa, 01 September 2015

Sehat Dengan Ikan Dan Hasil Laut Dalam Negeri


Sebenarnya saya ngga terlalu suka mengolah ikan. Biasanya, kalau beli ikan itu minta dibersihkan sebersih-bersihnya sama mamang tukang ikannya. Amisnya yang bikin saya ngga kuat. Apalagi saat diolah, baunya bisa menyebar kemana-mana. Jadi, dirumah itu jarang sekali ada menu ikan.

Tapi, melihat dan akhirnya tahu bahwa nutrisi yang terkandung pada ikan itu sangat banyak, saya pun akhirnya mencoba untuk suka dengan ikan. Terlebih bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Sayangya anak-anak ngga terlalu suka dengan ikan yang masih berbentuk ikan. Sebagai ibu saya harus pintar-pintar dong. Nah, saat sedang bingung mencari olahan ikan yang cocok buat anak-anak, bertemulah saya dengan olahan ikan yang diproduksi oleh Kelola Mina Laut (KML) di SME Tower, Jakarta. Saat itu kebetulan saya sedang menghadiri acara di tempat yang sama.

Di stand KML saya banyak bertanya soal olahan ikan yang dijual KML pada petugas stand. Saya sempat bertanya pula soal perusahaan lokal yang produknya bisa sampai di ekspor keluar negeri. Karena, jujur ini kali pertamanya saya menjumpai brand KML ini.

Tentang Kelola Mina Laut


Kelola Mina Laut (KML) merupakan perusahaan pengolah hasi laut yang berdiri sejak 18 Agustus 1994. Didirikan oleh Mohammad Nadjikh yang awalnya melihat peluang yang sangat besar akan hasil laut. Produk pertama KML adalah teri nasi dan teri medan. Kedua jenis ikan ini sangat melimpah di wilayah tuban dan sangat menarik perhatian. Dan, kedua produk inilah yang membawa KML sampai ke Jepang.

Pada 1999, KML mulai mengembangkan produk ikan selain teri seperti kerapu, kakap merah dan gurita. Namun, produksinya masih untuk ekspor. Dan, 2001 udang pun mulai dikembangkan dan diproduksi. Menurut Winanda Prima dari KML Food, pasar terbesarnya masih di Amerika dan Jepang. Pantas saja, brand KML masih asing di telinga. Karena, memang mereka lebih fokus pada ekspor.

Masih menurut Winanda, tiap tahun KML di audit oleh semacam BPPOM dari Amerika (Food and Beverage Administration/FDA) untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Pernah satu kali terjadi kendala soal regulasi namun semuanya bisa diatasi dengan baik. Dan, hingga kini proses ekspor masih terus berlanjut.

Tahun 2003, KML mulai mengembangkan dan mengolah rajungan. Menganggapi pasar yang semakin besar, tahun 2005 KML mulai mengolah hasil laut ke dalam bentuk olahan lain seperti baso seafood, tempura dan lainnya. Permintaan pasar yang makin bergairah dan variatif, 2013 KML mengolah seafood menjadi olahan kering seperti ikan teri nasi balado, keripik ikan kalapan dan teri jengki balado.

Dan, yang terbaru KML mengelurkan produk sayur yaitu edamame. Edamame itu kacang kedelai, namun ini lebih familiar di Jepang dan negara luar daripada di Indonesia.

Berdayakan Nelayan Lokal

Ini yang menjadi poin menarik bagi saya. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, KML memberdayakan 100 ribu nelayan. Nelayan-nelayan tersebut tersebar di perairan yang kaya akan hasil laut seperti Jawa, Lombok, Flores, Kupang, Dowo, Luwuk dan Gorontalo. Jelas, saya jadi bangga karena nelayan-nelayan kita punya peran penting dalam olahan KML yang sudah ‘Go International’.

Jika diakumulasi, hasil tangkapan laut KML mencapai 2000 ton per tahunnya. Semuanya berkat kerjasama yang baik antara KML dengan para nelayan binaan.

Tiap pulau biasanya menghasilkan tangkapan yang berbeda-beda. Seperti; pulau Sulawesi banyak menghasilkan gurita, Jawa terkenal dengan ikan teri. Untuk udang, dihasilkan dari tambak di Makasar dan Gresik. Istimewanya, udang hasil tambak 50 ribu penambak udang ini telah masuk ke jaringan retail Wallmart di Amerika Serikat. Baik menggunakan label sendiri ataupun privat. Bangganya..
Prestasi Membanggakan

21 tahun meramaikan pasar seafood, KML telah memiliki pasar di 30 Negara. Dan pasar terbesarnya ada di Amerika dan Jepang. Ada 2000 kontainer seafood per tahun yang dikirim KML untuk memenuhi pasar. Semua target produksi berhasil dicapai berkat kerjasama yang baik. Kerjasama antara ratusan ribu nelayan dan petani tambak yang menjadi binaan KML.

Dan, keberhasilan mengembangkan usaha perikanan, KML dianugerahi penghargaan Indonesian Export Award 2001, Wirausahawan Terbaik 2009, Perusahaan Peduli Pendidikan 2010, dan yang baru-baru ini Indonesian Most Creative Companies 2015.

Produk Kelola Mina Laut

Produk unggulan KML masih di unit hasil laut karena memang basicnya adalah hasil laut. Berbagai macam ikan yang dihasilkan seperti kerapu, kakap merah, ikan karang, tenggiri, tuna, bandeng, nila, patin, gurita, kepiting dan udang. Semua ada yang dijual dalam bentuk utuh atau potongan. Untuk kepiting dijual dalam bentuk kalengan yang 100 % daging saja. Jadi, ngga ribet deh pisahin cangkangnya. Sayangnya, untuk kepiting ini hanya dijual di luar negeri. Mungkin karena harganya yang lumayan mahal.


Saat saya berkunjung ke stand KML, saya sempat dibuat pusing sendiri. Karena, jumlah produk yang sangat banyak dan pastinya enak semua. KML memiliki beberapa brand untuk hasil produksinya, diantaranya; minaku, foody, dan daitsabu.

Olahan seafood KML yang siap masak itu bermacam-macam. Ada fish cake yang menurut saya unik. Fish cake ini terbuat dari pasta ikan/surimi (campuran berbagai jenis daging ikan yang berwarna putih). Bentuknya mirip roti dan cara menyajikannya cukup digoreng saja. Rasanya itu gurih dan wangi khas ikannya terasa sekali. Ada juga Takoyaki, makanan khas Jepang dengan isian potongan cumi. Ini yang paling saya suka. Lalu ada tempura, terbuat dari surimi yang cara penyajiannya bisa digoreng atau di kukus. Ada juga bola (baso) seafood seperti bola cumi, ikan, udang, dan salmon.

Setelah dibuat pusing, akhirnya saya memutuskan untuk membeli olahan seafood yang pasti disukai anak-anak. Saya membeli baso cumi, tempura, kaki naga, scaloop, fish cake, takoyaki, french fries dan edamame. Saya juga membeli olahan teri seperti teri nasi balado, teri jengki balado dan keripik ikan kalapan. Semuanya cukup untuk stok lauk satu minggu bahkan lebih.


Benar saja, anak-anak suka dengan semua yang saya beli. Saya juga menyajikannya untuk bekal sekolah mereka. Alhamdulillah, dengan olahan ikan dari KML ini anak-anak jadi doyan makan ikan walau dalam bentuk yang lain. Itu bukan masalah, karena manfaat dan gizinya masih sangat tinggi. 


3 komentar:

  1. ikan aku suka.. ikan bakar, goreng, pepes, di kuah.. smua doyan... hihihi.. setuju.. ikan bgs u pertumbuhan otak anak, ditunggu pengolahan ikannya :)

    BalasHapus
  2. kebalikan, dong. Kalau anak-anak saya penggemar ikan kelas berat hehehe. Dan, saya juga paling suka masak ikan. Karena asalkan ikan segar, cukup digaramin sedikit aja udah enak banget rasanya :D

    BalasHapus
  3. Usaha Takoyaki sukses dengan omset puluhan juta menggunakan Takoyaki Baker. Semoga Sukses. :)

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.