Kamis, 07 April 2016

Saya Bukan Tenaga Kesehatan, Tapi Ini Yang Saya Lakukan Jika Menjadi Tim Nusantara Sehat



Saya tidak memiliki latar belakang pendidikan medis atau kesehatan. Saya hanya lulusan Sastra Inggris dari sebuah Sekolah Tinggi di Bekasi. Jadi, mungkin seperti tidak nyambung ketika saya ingin menjadi bagian dari tim Nusantara Sehat. Saya terlalu percaya diri? mungkin saja. 

Sebelum saya mengurai mengapa saya terlalu percaya diri untuk menjadi Tim Nusantara Sehat, ada baiknya saja jelaskan dulu apa itu Nusantara Sehat. 

Tim Nusantara Sehat

Sebenarnya, saya pernah menuliskan tentang tim hebat ini disini. Tapi saya akan kembali menuliskan tentang mereka. Nusantara sehat adalah sebuah kegiatan yang dibentuk untuk mewujudkan fokus kebijakan Kementrian Kesehatan yaitu penguatan Pelayanan Kesehatan Primer. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 


Tim Nusantara Sehat terdiri para pemuda Indonesia yang berusia maksimal 30 tahun. Mereka adalah para tenaga kesehatan yang berbeda. Kenapa saya katakan berbeda? Karena mereka mau mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk bertugas di pelosok-pelosok Negeri. Mereka ditempatkan di daerah-daerah pedalaman yang penduduknya masih memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Karena rasa peduli yang begitu tinggi, hingga mengalahkan apapun, mereka dengan senang hati mau terjun langsung ke daerah-daerah terpencil. Daerah yang bahkan belum pernah mereka bayangkan sebelumnya. Daerah yang bahkan jika dilihat dari peta itu sangat kecil sekali. 

Yang mereka lakukan disana adalah melayani para penduduk yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Pada tahun 2015 target pelaksanaan program Nusantara Sehat adalah Puskesmas terutama dengan kriteria sangat terpencil di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan, dan daerah bermasalah kesehatan. Puskesmas-puskesmas tersebut pasti menghadapi banyak kesulitan seperti kurangnya tenaga kesehatan. Dengan hadirnya  tim Nusantara Sehat, diharapkan Puskesmas di daerah-daerah terpencil tersebut mampu menjalankan fungsi promotif dan preventif. Sehingga, kehadiran tim Nusantara Sehat bisa memperkuat Puskesmas di daerah tersebut. 

Melihat sepak terjang  para pemuda Indonesia yang tergabung dalam tim Nusantara Sehat, rasanya tidak berlebihan ketika saya mengatakan mereka itu luar biasa. Ketika banyak pemuda yang sibuk dengan urusan mencari kemapanan di kota besar, para pemuda ini malah meninggalkan hiruk pikuk kota hanya untuk membantu sesama. 

Jika Saya Tim Nusantara Sehat

Bapak Anjari dari Kementrian Kesehatan memberikan tantangan bagi blogger untuk menengok tim Nusantara Sehat yang sedang bertugas di pulau Belakang Padang, Batam. Jujur, saya hanya tahu Batam saja. Saya tidak tahu bahwa di Batam ada pulau bernama Belakang Padang. Dan ketidaktahuan saya ini akhirnya membuat saya mencari tahu lewat mesin pencari. 

Belakang Padang

Photo Credit Mivecblog.com

Adalah sebuah kecamatan di Kota Batam, Kepulauan Riau. Belakang Padang ini dijadikan kecamatan bagi pulau-pulau kecil di sekitar Batam. Tapi, karena luasnya yang terbatas, pulau Belakang Padang tidak berkembang sehingga pusat kecamatan akhirnya dipindahkan ke pulau Batam. Berdasarkan data Kecamatan Dalam Angka Tahun 2014, wilayah kecamatan Belakang Padang mencakup kurang lebih 108 pulau. Terdiri dari 43 pulau berpenghuni dan 65 pulau tidak berpenghuni. 


Photo Credit Mivecblog.com

Belakang Padang berbatasan langsung dengan Singapura dan menjadikan pulau ini sebagai salah satu kecamatan perbatasan di Kota Batam. Dari lautnya saja, kita bisa melihat gedung-gedung di Singapura karena memang jaraknya yang sangat dekat. Di pulau yang luasnya hanya 68,4 KM persegi ini terdapat 3 pulau terluar dan 6 titik garis pangkal wilayah Kepulauan Indonesia.

Singapura Yang Terlihat Jelas Dari Pulau Belakang Padang (Photo Credit visitbelakangpadang.com)

Dan ini yang saya lakukan 'Jika Saya Tim Nusantara Sehat'

1. Saya memang tidak kuliah di kedokteran, keperawatan, kebidanan apalagi farmasi. Saya hanya seorang sarjana Sastra yang sedang diamanahi untuk mengurus dan mengamati perkembangan balita di lingkungan rumah saya. Iya, saya seorang kader Posyandu. Tiap bulan saya membantu memantau kesehatan dan tumbuh kembang balita.

Berasma Kader Posyandu sesaat sebelum PIN 2016, Saya Yang Paling Muda 
Saya tahu dibatas apa balita bisa dikatakan menderita gizi buruk. Saya juga tahu bagaimana ciri-ciri balita yang memiliki kemungkinan mengidap Tuberculosis. Pengetahuan itu saya dapatkan dari Puskesmas. Secara rutin, kader-kader Posyandu diberikan edukasi kesehatan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas. 

Ternyata, membantu orang dalam hal pelayanan kesehatan itu sangat menyenangkan. Walau saya hanya berhubungan dengan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, rasanya sudah sangat bahagia. Membantu sesama memang memberikan rasa bangga yang sulit untuk diungkapkan. 

2. Saya ingin berjumpa dengan ibu-ibu dan balita di pulau Belakang Padang, Batam. Apakah di sana ada Posyandu? Saya benar-benar ingin tahu. Bagaimana ibu-ibu disana memantau pertumbuhan balita mereka. Karena saya seorang kader Posyandu yang memang terbiasa dengan urusan tumbuh kembang balita, saya ingin sekali memberikan sedikit edukasi yang saya dapat dari Puskesmas. Walau mungkin tidak sedetail dokter anak, tidak ada salahnya kan memberikan apa yang bisa saya sharing.

Ikut Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional
Saya selalu percaya bahwa berbagi tidak akan membuat rugi. Malah, kita akan mendapatkan banyak hal dengan berbagi. Pengetahuan saya soal Perilaku Hidup Sehat Bersih (PHBS), Penaganan ketika balita sakit, tentang penyakit Demam Berdarah, Tuberculosis, dan lain lain bisa jadi bekal saya membantu warga Belakang Padang. Ya, memang tidak setara dengan para dokter spesialis. Karena, ilmu yang saya dapat itu hanya ilmu dasarnya saja. 

3. Setiap perjalanan pasti akan memberikan pengalaman. Jika saya menjadi tim Nusantara Sehat, pasti akan banyak kegiatan yang terjadi. Dan itu, akan menjadi pengalaman yang berharga. Sesuatu yang berharga bukan cuma perkara uang atau materi, kan. Bisa berjumpa dengan saudara-saudara kita yang jauh dan membagikan sedikit ilmu yang kita punya, tentu akan menjadi sebuah perjalanan yang berharga.

Saya pun memimpikan hal itu. Ada deretan kegiatan yang ingin saya lakukan bersama dengan warga Pulau Belakang Padang. Karena saya suka sekali dengan balita dan anak-anak, saya akan mengajak mereka serta para ibu untuk melakukan aktivitas. Seperti, permainan edukatif tentang kesehatan. Sambil bermain mereka bisa tahu bagaimana cara mencuci tangan yang benar, cara membersihkan rumah yang benar, atau bagaimana mandi yang benar.

Dan jika diurai satu persatu, pasti akan sangat banyak sekali yang ingin saya lakukan di Pulau Belakang Padang. Saya hanya berharap dan berdoa semoga saya betul-betul bisa berjumpa dengan balita, anak-anak, dan ibu-ibu disana. 

Photo Credit Here

Tidak ada komentar: