Kamis, 27 September 2018

Yang Harus Diketahui Tentang Pengaruh Lingkungan Pada Tumbuh Kembang Anak


Sebagai orangtua, kita pasti maunya kasih yang terbaik buat anak. Kita bakal melakukan apa aja yang penting anak bisa bahagia. Kayanya tuh kalau lihat anak senang, serasa dapat hadiah yang gede banget. Rasanya ngga bisa diungkapkan dengan kata-kata deh. 


Selain memberikan makanan yang bergizi buat menunjang tumbuh kembangnya, pendidikan yang baik buat masa depannya, kita juga pasti berupaya memberikan tempat tinggal yang terbaik buat anak-anak. Tempat tinggal yang nyaman dimana mereka bisa berkembang dengan baik. Karena, tahu ngga sih kalau tempat tinggal berikut lingkungannya sangat memengaruhi tumbuh kembang anak?

Saya sangat percaya lingkungan itu punya peran yang sangat penting dalam memengaruhi pertumbuhan anak-anak. Selain pola asuh yang kita terapkan di rumah, pola asuh lingkungan juga punya bagian dalam tumbuh kembang anak. Ngga kehitung berapa banyak anak yang menjadi baik dan sebaliknya, karena terpengaruh sama lingkungannya. 

Kenapa lingkungan berpengaruh banget sama tumbuh kembang anak? karena mereka sehari-hari tumbuh di situ. Setiap hari mereka melihat, berinteraksi, dan akrab dengan lingkungan rumahnya. Jadi jangan heran ya kalau ada anak yang mengeluarkan kata-kata kasar ketika mereka bermain. Ya, karena mereka meniru apa yang mereka lihat dan dengar di lingkungan mereka.

Makanya, kita benar-benar wajib pilih tempat tinggal serta lingkungan yang bisa mendukung mereka jadi pribadi yang baik. Karena ya kalau tinggal di daerah atau lingkungan yang kurang baik, effort kita sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak jadi makin berat. 

Oke deh, sekarang mari kita cari tahu soal pengaruh lingkungan terhadap tumbuh kembang anak. Ini jadi oleh-oleh dari saya setelah ikutan talkshow parenting beberapa hari yang lalu.

Lingkungan Yang Baik = Tumbuh Kembang Yang Baik


Mimpi semua orangtua pasti pengen punya anak yang tumbuh kembangnya sempurna dan baik. Ngga sedikit dari kita akan menerapkan pola asuh yang baik. Banyak baca buku, ikutan seminar, dan sharing langsung dengan expert jadi cara yang bisa ditempuh, demi menciptakan anak sesuai impian kita. Ngga jarang dari kita jadinya idealis banget, saking pengen dapat yang terbaik.


Reynitta Poerwito, Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Eka Hospital BSD mengatakan dalam Talkshow "Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal Terhadap Tumbuh Kembang Anak" kalau anak itu pun sama dengan orang dewasa, pasti punya masalah dalam perkembangannya. Masalah-masalah kecil, yang kalau dibiarkan bakal jadi bom waktu yang siap meledak kapan aja.

Apa sih masalah anak-anak itu? sulit fokus, susah beradaptasi, kurang percaya diri, penakut, adalah beberapa masalah anak yang mesti kita perhatikan. Permasalahan-permasalahan pada anak itu bisa jadi penyebabnya adalah karena kurang nyamannya anak dengan lingkungannya atau kurangnya fasilitas yang membuat mereka nyaman.

Ketika mereka merasa ngga nyaman dengan lingkungan, itu bisa sangat memengaruhi fokus belajar mereka. Duh, PR lagi kan buat orangtua kalau anaknya susah fokus ketika belajar. Kalau dibiarkan, bisa-bisa perkembangan mereka di sekolah juga ikutan berpengaruh. Mereka jadi mudah stress dan tertekan. Nantinya, itu bakal jadi masalah besar kalau dibiarkan berlarut. 
"Lingkungan yang buruk memang dapat memengaruhi besar kecilnya tekanan/stress yang dirasakan anak. Karena anak-anak banyak belajar dari lingkungan sekitarnya, perkembangan mental anak sangat dipengaruhi oleh mendukung atau tidaknya lingkungan tempat anak tersebut tinggal" Reyynitta. 
Ada sebuah data dari The Journal Psychosomatic Medicine yang mengungkapkan bahwa lingkungan yang buruk (kualitas udara dan air yang buruk, sumpek, serta minim ruang hijau) menunjukkan peningkatan kortisol (hormon yang dilepaskan ketika seseorang stress) hingga 75%. Perlu diketahui kalau hormon kortisol ini juga diketahui dapat menekan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah dan gula darah, hingga menyebabkan obesitas.


Anak itu rentan atau ngganya pada stress, bisa dipengaruhi juga oleh pola asuh dari orangtua. Faktor-faktornya antara lain:
  • Pola asuh yang ngga cocok dengan karakter anak
  • Kondisi lingkungan yang kurang mendukung kebutuhan fisik dan mentalnya 
  • Masalah yang ngga teratasi dengan baik 
  • Memakasakan keinginan orangtua 
Dampak dari masalah tersebut adalah anak jadi kurang percaya diri, gampang emosi, daya tangkapnya kurang, hingga ngga seimbangnya penerimaan stimulus dam reaksi emosi mereka. 

Zata Ligouw, Editor In-Chief LolaMagz.id yang juga jadi narasumber di acara talkshow juga mengatakan kalau lingkungan yang buruk pastinya bakal membuat anak jadi ngga nyaman. Pengalaman itu pernah dialaminya ketika kecil. Jadi memang benar adanya yaa, kalau lingkungan itu punya andil yang sangat besar dalam memengaruhi pertumbuhan anak., baik mental dan fisiknya. 

Biarkan Anak Tumbuh Di Luar Ruang 


Anak-anak kita hari ini kan termasuk generasi Z yang tumbuh dengan pesatnya perkembangan teknologi. Jangan samakan dengan kita yang jadi anak kecil 20-30 tahun yang lalu. Dimana saat itu, ngga ada paparan gadget sama sekali. Akhirnya kan kita jadi lebih banyak main di luar rumah sama teman-teman. Masih inget dong sama permainan jaman dulu kaya petak umpet, karet, galasin, congklak, dan masih banyak lagi. Betapa bahagianya ya masa itu kalau diingat. 

Sebenarnya, kita juga bisa kok membuat anak-anak lebih aktif main di luar ruangan daripada mematung cuma sama gadgetnya. Udah ngga keitung berapa banyak anak yang jadi 'korban gadget'. Jangan sampai jumlah korbannya makin banyak, karena ketidakpedulian kita. 

Gadget itu ibarat pisau bermata dua. Ia bisa jadi baik kalau digunakan dengan baik, dan berubah jadi buruk dan mengerikan ketika ngga digunakan dengan baik dan bijak. Jadi, sebagai orangtua kita punya loh peranan penting untuk aktivitas gadget pada anak ini. Kita yang harusnya punya kendali, bukan anak yang malah mengendalikan kita. 

Ajak atau minta anak untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Aktivitas yang bisa mengasah fungsi motorik anak, sehingga mereka jadi lebih kreatif, aktif, dan lebih sehat. The American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa permainan jasmani di lingkungan terbuka sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak. Ada juga studi dari University of Illinois yang menyebutkan, kegiatan outdoor selama 30 menit bisa membantu anak yang mengalami gangguan perhatian dan hiperaktif jadi lebih berkonsentrasi di sekolah, serta jauh lebih tenang di rumah. 
"Pengalaman punya tiga orang anak, yang sejak kecil sudah dibiasakan beraktivitas fisik di ruang terbuka, otomatis kemampuan motorik kasarnya juga akan berkembang lebih cepat" Zata Ligouw
Reynitta menambahkan kalau anak juga punya kebutuhan yang datangnya dari lingkungan tempat tinggal. Lingkungan tempat tinggal harus bisa memenuhi kebutuhannya dalam belajar dan berkesplorasi, sehingga mereka bisa banyak belajar dengan bebas dan ruang geraknya ngga terbatas. Sebagai orangtua, kita juga perlu memikirkan bagaiman anak-anak kita bisa belajar, terutama belajar tentang dunia luar. Makanya, perlu banget didukung dengan hunian yang ramah anak dan punya banyak fasilitas yang bisa dieksplorasi.

Tumbuh Baik Di Lingkungan Ramah Anak 


Memilih hunian yang baik buat anak kan memang tanggungjawab orangtua ya. Makanya penting banget memilah dan memilih, mana hunian yang lingkungannya mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Ada sebuah hunian yang concern pada tumbuh kembang anak. Bisa dibilang, hunian ini didesain dengan konsep ramah anak. Bisa jadi pilihan bagi para orangtua yang ingin punya lingkungan yang mendukung buat perkembangan anak-anaknya.

Familia Urban, sebuah kawasan hunian yang berlokasi di Bekasi ini memiliki konsep Green Spaces dan Walkable Neighbourhood. Dengan luas 176 hektar, hunian ini dibuat bukan cuma sebagai tempat berteduh tapi sebuah hunian yang menyatu dengan alam. Memiliki fasilitas ruang terbuka hijau, jalur pedestarian yang aman, serta halaman yang sangat cukup untuk anak-anak beraktivitas.

Konsep Green Spaces merupakan area hijau yang difungsikan sebagai penghijauan. Tujuannya agar kualitas udara di Familia Urban menjadi lebih baik. Sedangkan Walkable Neighbourhood dibuktikan dengan banyaknya jalur pedestarian. Tujuannya, agar penguni Familia Urban bisa melakukan aktivitas berjalan kaki, sehingga dapat bersosialiasai dengan penghuni lainnya.


Kawasan landed house ini dikembangkan oleh PT TImah Karya Properti yang merupakan anak perusahaan dari PT Timah (Persero) Tbk. Dikembangkan dengan pendekatan kenyamanan bagi semua penguhinya. Hanya 28% lahannya yang dijadikan kawasan residensial. Selebihnya, dimanfaatkan sebagai Ruko (5%), CBD (11%), Fasum Fasos (3%), Greenery (11%), Pond (9%), Main Boulevard (11%) dan Jalan Kawasan (22%).


Gimana soal harganya nih? Hunian di Familia Urban dirilis mulai dari 460 jutaan. Mungkin bisa  ya dipikirkan, apakah harganya wort it dengan konsep dan fasilitas hunian yang ditawarkan.

Yang pasti, lingkungan tempat tinggal itu punya peranan penting dalam pertumbuhan anak-anak. Saya juga percaya, lingkungan yang baik nantinya bakal menghasilkan anak-anak yang baik juga. Tentunya, peran orangtua juga ngga kalah penting dari itu semua. Dengan kata lain, dukungan lingkungan dan orangtua saling terkait dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak kita ya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.