Senin, 22 Maret 2021

Kelola Keuangan Ngga Gampang, Tapi Bisa Dilakukan

Salah satu PR rumah tangga yang jujur, menurut saya berat adalah, mengelola keuangan rumah tangga. Dari awal menikah, sampai sekarang anak sudah 4, masih aja berantakan cash flownya. Bukan ngga ada usaha buat memperbaiki. Sering banget ikut kelas financial planning, tapi buat konsisten, itu yang berat banget. Lebih berat dari nungguin episode baru drama #eh :p Ya, pokoknya konsisten itu perlu perjuangan banget. 

Cara Atur Keuangan

Sampai sekarang, masih berusaha supaya ngga payah banget lah. Alhamdulillah, sudah ngga punya cicilan. Jadi, punya budget yang ya lumayan buat masuk ke pos tabungan. Pelan-pelan, saya mulai merapihkan pos-pos pengeluaran. Saya juga terbantu dengan aplikasi pencatat keuangan, yang saya unduh gratis di play store. Tiap kali ada pengeluarah, saya catat lewat aplikasi. Walau kadang masih ada aja yang skip, tapi Alhamdulillah sudah mulai rapih jadinya. Tahu kemana uang keluar, ngga ghaib aja kaya dulu-dulu. 


Tips Mengatur Keuangan Keluarga 

Ahad kemarin, saya ikutan webinar financial bareng Amar Bank dan Tunaiku. Ada mas Aidil Akbar Madjid, seorang Financial Expert yang jadi narasumber. Kalau kata mas Aidil, buat memulai mengatur keuangan, bisa pakai rumus basic pengeluaran bulanan seperti di bawah ini:

  • 40% Kebutuhan Pokok 
  • 30% Cicilan 
  • 20% Masa Depan seperti dana darurat dan investasi 
  • 10% Kebaikan seperti sedekah atau memberi pada orangtua
Itu rumus yang basic banget. Kalau diterapkan secara konsisten, Insya Allah pengeluaran kita bakal lebih rapih dan terencana. Cuma ya itu, harus benar-benar konsisten supaya tujuan merapihkan keuangan bisa terwujud. Karena, rasanya percuma aja ya kalau kita sudah tau rumusnya, tapi ngga dikerjakan atau diaplikasikan. Jadinya bakal halu tujuan merapihkan keuangan keluarga. 

Bagaimana mengecek apakah keuangan keluarga kita sehat atau ngga? Bisa dilihat dari arus keuangan yang ngga asal lewat. Maksudnya, kalau waktu gajian tiba, uangnya tuh berasa kaya numpang lewat aja. Tabungan ngga punya, apalagi investasi. 

Keuangan keluarga yang sehat-sehat itu kalau hutang ngga lebih besar dari pemasukan. Tadi di atas sudah dijelaskan rumus pengeluaran bulanan. Hutang itu ngga boleh lebih dari 30% pemasukan. Kalau dihitung-hitung, lebih dari 30% atau sampai lebih dari 50%, itu sudah ngga sehat banget. 

Menurut mas Aidil, hutang dibagi jadi 2 kategori : Good Debt dan Bad Debt. Contoh keduanya, bisa dilihat lewat gambar di bawah ini ya. 

Tunaiku



Lalu, keuangan yang sehat bisa dilihat dari adanya tabungan atau investasi, serta dana darurat. Dana darurat ini biasanya akan dipakai jika ada anggota keluarga yang sakit, butuh dana untuk perbaikan elektronik, dan dana tak terduga lainnya. 

Hati-Hati Pinjaman Online, Perhatikan Kriteria Pinjaman Online yang Aman 


Banyak banget berita-berita soal pinjaman online yang beredar di media sosial. Ngeri-ngeri sedap sih dengarnya. Kalau ngga kepepet atau butuh banget, jangan deh yaa berurusana sama Pinjaman Online. Makanya, penting banget buat kita belajar mengelola keuangan. Sehingga, ketika butuh dana yang urgent, ngga mengandalkan Pinjaman Online. 

Lalu, kalau memang butuh dana dan mungkin hanya bisa mengandalkan Pinjaman Online, cek dulu deh ciri-ciri Pinjaman Online yang aman. 
  • Terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Ini poin yang sangat penting. Jangan sampai terjebak di Pinjaman Online bodong yang ngga jelas. Nanti bukan untung malah buntung, so sad. Kalau Pinjaman Online yang dituju sudah jelas terdaftar di OJK, Insya Allah jadi lebih aman. 
  • Terpercaya dan Reputable. Kita bisa cari rekomendasi dari media sosial, atau bisa juga cari di mesin pencarian soal Pinjaman Online yang dituju. Banyak cari review jujur juga ya. 
  • Limit Relative Besar. Sebenarnya, ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya. Kalau memang butuhnya ngga banyak, ya ngga usah pinjam banyak-banyak juga. 
  • Cicilan Bisa Panjang. Ini juga bisa jadi salah satu pertimbangan. Cicilan bisa disesuaikan dengan kemampuan membayar ya. 
  • Jaminan. Hati-hati juga soal jaminan ya. Bandingkan dengan pinjaman yang kita ambil, apakah nilai jaminannya setara atau lebih besar. 
  • Bunga Kompetitive. Ini bisa diperhitungkan dan dipikirkan kembali. Apakah bunga dari pinjaman yang diambil masuk akal atau tidak. 

Butuh Dana Untuk Keperluan Produktif? Manfaatkan Tunaiku Saja!


Nah, sekarang masuk ke bagaimana mencari Pinjaman Online yang terpercaya dan aman. Di Webinar yang saya ikuti, ada narasumber dari Tunaiku yang menjelaskan, bagaimana Tunaiku bisa menjadi solusi untuk pengadaan dana. 

Kalau buibu yang lagi merintis UKM, pasti suka terkendala sama modal kan ya. Entah untuk memperbanyak produksi, menambah peralatan, atau untuk meluaskan area produksi. Kadang juga, mau memulai usaha, mentoknya ya di modal. Jadilah ngga jalan-jalan deh usahanya. 

Untuk bisa mendapatkan dana untuk keperluan produktif seperti itu, buibu bisa loh memanfaatkan Tunaiku. Eh iya, mungkin ada yang belum tau tentang Tunaiku, lemme tell you ya bund. 

Tunaiku adalah sebuah platform pinajam digital tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia, Tbk. Tunaiku menjadi solusi bagi masyarakat yang butuh dana, tapi belum terlayani oleh Lembaga Keuangan Formal. 

Apa sih kelebihan Tunaiku dari Pinjaman Online lain? Tunaiku bisa mengakomodir pinjaman mulai dari 2 juta hingga 20 juta rupiah. Interest bunganya flat sekitar 3-4% per bulannya. Jangka waktu pinjaman yang bisa dipilih mulai dari 6 bulan hingga 20 bulan. Biaya administrasi sudah dimasukan ke dalam cicilan. 

Bagaimana syarat mengajukan pinjaman di Tunaiku? Gampang aja bund. Syaratnya itu antara lain : 
  • Peminjam  atau nasabah harus berusia 20 - 55 tahun
  • Memiliki penghasilan yang dibuktikan dari slip gaji atau buat yang wirausaha bisa dibuktikan dengan laporan keuangan atau rekening koran
  • Memiliki KTP 
  • Peminjam berada di wilayah cakupan Tunaiku
Kalau dirasa sudah sesuai dengan syarat-syaratnya, bisa coba diajukan saja ya bund. Caranya, tinggal unduh aplikasi Tunaiku di playstore. Ikuti langkah-langkah yang diminta. Kalau semua langkah diikuti dengan benar, tinggal tunggu saja apakah pinjaman yang diajukan diterima atau ditolak. Kalau, pengajuan ditolak, bisa kok diulang lagi setelah 30 hari. 

Mau Penghasilan Tambahan, Ikutan Referral Tunaiku Saja!


Nah, ini buat yang mau dapat penghasilan tambahan. Buibu bisa ikutan program referral dari Tunaiku. Jadi, program referral ini adalah program yang buat oleh Tunaiku Amar Bank, untuk memberikan kesempatan kepada siapa saja, agar bisa menjadi pemberi referensi pinjaman Tunaiku. 

Tunaiku Amar Bank



Agen referral Tunaiku bakal dapat komisi setiap bulan, sesuai dengan skema program referral yang diikuti. Ada 2 skema yang tersedia, yaitu : 
  • Silver - di skema ini, agen akan dapat Rp. 30.000 per valid aplikasi 
  • Gold - di skema ini, agen bakal dapat Rp. 200.000 per pencairan dana
Kewajiban agen referral Tunaiku apa aja? Kalau mau dapat benefit di atas, tentu ada kewajibannya ya bund. Nah, kewajibannya itu antara lain:
  1. Memberikan informasi yang benar tentang Tunaiku 
  2. Membantu proses pendaftaran nasabah (jika diperlukan) 
  3. Tidak berbuat curang atau menyalahgunakan status referral, seperti ; minta biaya formulir, memberikan info yang salah tentang Tunaiku, menghilangkan nama Tunaiku dari proses referral, dan lain-lain. 
  4. Menginfokan kode referral di media sosial. Format yang bisa digunakan adalah ReferralTunaiku_kode referral
  5. Memberikan edukasi kepada peminjam / nasabah terkait status peminjaman. 
Mudah dipahami kan ya? Kalau masih ada yang perlu ditanyakan, atau perlu informasi lebih lanjut soal Tunaiku, bisa coba hubungi Tunaiku di admin-referral@amarbank.co.id atau bisa lewat webiste https://partner.tunaiku.com/

Referral Tunaiku












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.