badge

Minggu, 05 Mei 2019

Sembelit Itu Ngga Enak, Loh!


Saat perut berasa penuh, begah, kaya mau buang air besar tapi ngga bisa, itu rasanya beneran ngga enak banget. Kalau sudah ada yang pernah ngerasain, pasti tau deh rasanya. Ada yang sampai keringat dingin dan nangis nahan rasa ngga enak di perut. Susah buang air yang biasa disebut sembelit ini ngga bisa dianggap remeh loh. Dan tau ngga sih, kalau perempuan itu rentan kena sembelit?



Sembelit adalah kondisi di mana peregerakan usus menurun. Kondisi ini menyebabkan sulit buang air besar dalam waktu yang lama. Biasanya, penderita sembelit buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Sembelit ditandai dengan perut terasa penuh, feses kering dan keras, sakit perut, berdarah ketika buang air, dan buang air tidak bisa tuntas. 

Pas hamil kemarin, saya kena sembelit juga. Dan memang, menurut penelitian, perempuan berisiko lebih tinggi kena sembelit daripada laki-laki, terutama ibu hamil. Ibu hamil itu kondisi tubuhnya kan lagi beda dari perempuan yang ngga hamil. Janin yang ada di rahimnya, banyak bikin perubahan hormon. 

Ada hormon progesteron yang diproduksi saat hamil. Hormon itu yang membuat otot termasuk otot pencernaan melonggar. Akibatnya, makanan yang masuk ke usus itu dicerna dengan sangat lambat dan terjadilah sembelit atau istilah medisnya konstipasi. 

Sembelit bakal menjadi lebih parah atau kronik jika gejala sembelit terjadi lebih dari 3 bulan. Kalau gejalanya makin parah ditandai dengan penurunan berat badan, harus cepat-cepat hubungi dokter ya. Jangan dibiarkan aja. Karena, sembelit itu kan jadi ganggu proses pencernaan dan bakal memperparah kodisi tubuh kita. 

Siapa Yang Rentan Kena Sembelit? 


Sebenarnya, siapapun bisa kena sembelit kalau asupan seratnya kurang. Bahkan bayi pun bisa sembelit. Kasian deh kalau sampai bayi jadi susah buang air besar. Kita aja yang dewasa ngerasainnya ngga enak banget. Yang rentan kena sembelit itu diantaranya ; orang lanjut usia, perempuan, perempuan yang sedang hamil, mereka yang kurang serat atau cairan, kurang aktivitas, kelebihan berat badan atau obesitas, atau mereka yang mengkonsumsi obat yang dapat menyebabkan sembelit kaya anti nyeri atau obat darah tinggi. 

Penyebab Sembelit 


Selain kurangnya asupan serat, penyebab sembelit itu dikarenakan kotoran bergerak lambat dari biasanya. Sehingga, kotoran jadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Kalau yang pernah ngerasain sembelit, kapok deh kalau sampai kena lagi. Karena, rasanya beneran ngga enak. Kaya lagi kangen dan pengen banget ketemu seseorang, tapi ngga kesampaian #eaa 

Penyebab sembelit yang lain diantaranya ;
  • kurang bergerak atau duduk terlalu lama 
  • kurang minum atau asupan cairan 
  • dalam kondisi hamil 
  • stress atau mengalami perubahan lingkungan 
  • karena penyakit tertentu yang menyebabkan sembelit, seperti ; hipotiroid, diabetes, parkinson, atau stroke 
  • penyumbatan pada usus yang disebabkan oleh kanker colorectal, kanker perut, dan fisura anal
  • obat-obatan yang menyebabkan sembelit, seperti ;  antihistamin, antidepresan, atau anti nyeri
Sembelit memang bukan satu penyakit yang berat. Karena, sembelit bisa disembuhkan dengan mengubah gaya hidup. Iya, gaya hidup kaya makan makanan cepat saji, yang biasanya kebanyakan karbonya daripada seratnya. 

Tapi, kalau mengalami sembelit, apa yang harus dilakukan supaya ngga kelamaan? Harus lebih banyak olahraga, supaya tubuh jadi lebih bugar. Banyakin minum air juga, agar proses penyerapan dalam tubuh lebih optimal. Cukupi kebutuhan serat harian tubuh, dengan cara lebih banyak makan sayuran atau sumber serat yang lain. Selain serat, banyakin makan buah-buahan juga ya. 

Gimanapun, feses itu kotoran yang harus rutin dibuang. Jangan biarin numpuk di perut yang akhirnya bikin sembelit. Supaya ngga sembelit, ya harus lakuin aksi pencegahan dong. 

Jika Perlu, Gunakan Obat Pencahar


Kalau sembelit masih berlanjut, even sudah cukupi serat dan mengubah pola hidup, mungkin bisa coba gunakan obat pencahar. Pernah dengar kan obat pencahar buat melancarakan buang air besar? Ada obat yang bisa dikonsumsi dengan atau tanpa resep dokter. Baiknya memang, kita konsultasikan dulu kondisi kita pada dokter. Supaya kita jadi tahu kondisi kita yang sebenarnya, plus jadi tahu obat apa yang cocok untuk dikonsumsi. 

Salah satu obat pencahar yang sudah familiar itu Dulcolax. Pasti sudah pernah dengar dan tahu dong ya. Dulcolax ini pioner obat pencahar di Indonesia. Obat pencahar ini jadi top of mind jika nyari obat sembelit. Jadi kaya, ingat Dulcolax ya ingatnya sembelit. 



Dulcolax yang keberadaannya sudah 60 tahun, pastinya sudah pengalaman mengatasi sembelit banyak orang. Ada 3 varian Dulcolax yang sekarang tersedia 
  • Dulcolatol Lactulose. Bentuknya sirup yang bisa digunakan oleh anak, dewasa, dan lansia
  • Dulcolax Bisacodyl (5mg). Berbentuk tablet salut enterik yang bekerja efektif dalam semalam 
  • Dulcolax Bisacodyl (10mg) Supositoria. Obat pencahar dari Dulcolax yang cara penggunaanya dimasukan langsung ke dalam dubur. 



Dulcolax ini banyak dipercaya untuk atasi susah BAB sejak pulahan tahun lalu. Bahkan public figure, Nycta Gina pun memilih Dulcolax ketika mengalamai sembelit. Dalam talkshow dan blogger gathering bareng Dulcolax, Gina sharing pengalamannya waktu kena sembelit. Pas dengar pengalamannya, kok ya sama gitu sama saya, kena sembelit parah waktu hamil. Udahlah perut gendut, ditambah harus nongkrong / duduk lama di kloset. Rasanya beneran ngga enak. 

Bermasalah dengan susah buang air besar, gunakan Dulcolax buat atasi susah BAB. 

Puasa Ramadhan, Bebas Sembelit


Nah, lagi bulan puasa kaya gini, kita berisiko kena sembelit juga nih. Kenapa? karena kebanyakan dari kita itu kurang banget asupan seratnya. Lebih banyak makan gorengan dan es ketika berbuka dibanding makanan yang tinggi serat. Pola makan juga jadi seenaknya, makan ini itu karena seharian ngga makan. Semacam balas dendam gitu. 

Harusnya kan, puasa itu bisa bikin kita lebih sehat. Karena organ pencernaan kita punya waktu yang sangat cukup buat bekerja. Tapi kalau buka puasa langsung dihajar sama makanan super banyak, yaa atuhlah ngga ada beda sama sebelum puasa. Ngga kasian tuh sama perutnya? 

Gimana saat puasa kita bisa terhindar dari sembelit? Beberapa tips mencegah sembelit saat puasa yang saya tulis ini, semoga bisa membantu.

1. Selalu konsumsi sayuran saat sahur. Porsinya ngga perlu banyak, asal ada sayur sebagai menu sahur.

2. Konsumsi air mineral / bening sedikitnya 2 liter saat sahur dan berbuka. Lebih dari 2 liter itu lebih baik.

3. Saat berbuka, jangan langsung makan gorengan dan minun es. Dianjurkan berbuka dengan kurma dan air hangat.

4. Hindari berbuka dengan fastfood atau junkfood. Tau dong yaa kenapa fastfood atau junkfood ngga baik buat kesehatan.

5. Konsumsi buah saat sahur dan berbuka. Walau dalam jumlah yang sedikit, yang penting rutin.

Intinya, bulan puasa itu bulan untuk memperbaiki kesehatan, terutama kesehatan pencernaan kita. Bukan bulan kelaparan yang setelah berbuka, kita jadi kaya orang ngga makan seminggu.  Terus kalap makan apa aja. Jangan begitu yaa kalau kita mau sehat.

Dengan memerhatikan asupan saat sahur dan berbuka, semoga kita bisa terhindar dari sembelit yang ngga enak banget. Dan, kalau sembelit melanda, bila perlu minum Dulcolax. Supaya sembelit reda, perutnya bebas begah.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...