badge

Selasa, 20 November 2018

Agar Tetap Mesra Dengan Pasangan


Menikah dan berkeluarga itu sebenarnya ngga sesempurna impian kita sebelum nikah. Ya, seengaknya bagi saya, ya. Dulu, mimpinya punya keluarga yang harmonis dan serba sempurna. Hidup bahagia sama suami dan anak-anak tanpa diribetin sama masalah-masalah rumah tangga. Idealis banget deh pokoknya. Dan, ketika benar-benar menikah, lalu punya anak, mulai deh harapan yang terlalu idealis itu bubar jalan.

Sebulan, dua bulan, setahun nikah mungkin masih adem ayem. Kerikil-kerikil kecil bisa lah diatasi dengan cepat. Setelah ada anak, mulai deh ada ribut-ribut kecil. Buat saya sih wajar, lah. Menyatukan dua kepala dengan pola asuh yang beda, dalam satu rumah. Cuma, terkadang ego masing-masing itu yang masih susah dikendalikan. Yah, namanya juga pasangan muda, egonya masih tinggi dan suka merasa paling benar.



Saya dan suami, ngerasain banget gimana rasanya ribut dari mulai yang kecil, sedang, hingga masuk ke yang paling serius. Puncaknya, sampai pengen hidup masing-masing aja. Duh, kalau diingat rasanya malu juga. Tapi ya gimana, namanya dua orang dengan kepala yang beda, cara berpikir dan cara menyelesaikan masalahnya pun beda. Kadang ya itu, masing-masing merasa paling benar aja.

Selasa, 13 November 2018

Smart Mom Punya Cara Smart Hasilkan Menu Sehat Untuk Smart Kids



Memutuskan buat punya banyak anak, artinya saya harus siap punya banyak kerjaan. Apalagi diantaranya ada yang balita which is masih perlu banyak perhatian. Perlu tenaga ekstra, perlu kesabaran ekstra, perlu stamina ekstra. Pokoknya semuanya harus serba ekstra deh. Kalau ngga punya support system bernama 'suami' bakal lelah banget deh pasti.

Dalam mengurus anak, ibu perlu dukungan dan bantuan dari orang terdekatnya, dalam hal ini suami tentunya ya. Kalau ada yang mengikuti berita, pasti tahu kalau belum lama ini ada seorang ibu yang bunuh diri. Apa pasal? menurut informasi, ibu tersebut depresi setelah melahirkan.



Saat ibu melahirkan berbahagia karena kehadiran bayi mungil, ada sebagian kecil ibu yang malah depresi karena punya bayi. Please, jangan salahin si ibu. Karena yang namanya depresi sangat bisa terjadi pada siapa saja. Depresi bisa datang tiba-tiba, tanpa permisi. Kalau ngga ada penguat dari lingkungan sekitar, depresi bisa tambah parah. 

Senin, 05 November 2018

Anak Dengan Diabetes? Ya, Ada


Mungkin banyak dari kita tahunya diabetes atau familiar dengan sebutan penyakit gula, adalah penyakit orang dewasa. Atau, penyakit penderitanya kebanyakan adalah orang dewasa. Tapi ternyata, diabetes tidak lagi menjangkiti orang dewasa saja loh. Karena saat ini, semua orang, termasuk anak-anak bisa kena diabetes. 



Diabatesnya sendiri saja sudah sangat mengerikan. Ditambah jika penderitanya adalah anak-anak. Makin membuat merinding. Lalu, kenapa anak-anak bisa kena diabetes? Sama dengan orang dewasa lainnya, ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit gula ini bisa diidap oleh anak-anak. Salah satunya ya pola makan. 

Makanan punya kontribusi penting untuk kesehatan tubuh kita. Jika, yang masuk ke dalam tubuh sehat dan berimbang, kemungkinan terjangkit penyakit pun kecil sekali. Bukan tidak mungkin kena penyakit sih, karena penyakit bisa datang kapan saja. Tapi, risikonya mungkin sangat kecil. 

Kamis, 01 November 2018

Ketika Una Akan Jadi Kakak


Di kehamilan keempat ini banyak banget yang nanya 'emang direncanain hamil lagi ya, ci?' Kadang bingung juga tuh jawabnya. Akhirnya ya jawab 'yaa, gitu deh'. Padahal sih sebenarnya ngga terlalu berharap juga bakal hamil lagi. Jadi kondisinya ya nerima takdir aja sih sebenarnya.


Pas udah dapat anak perempuan, rasanya udah puas gitu. Merasa cukup aja dengan 3 anak, ngga sedikit dan ngga terlalu banyak juga. Apalagi kan udah ada anak laki-laki dan perempuan juga. Terus, pas agak abai dengan 'KB Kalender' yang biasa saya dan suami terapkan, tiba-tiba malah 'jadi' lagi. Ya udah, disyukuri aja. Berarti kan Allah masih percaya yaa sama kami. 

Jarak Una dengan adiknya ini nantinya 6 tahun. Jarak yang menurut saya cukup jauh. Karena antara anak pertama, kedua, dan ketiga jaraknya ngga lebih dari 3 tahun. Alhamdulillahnya, anak-anak excited sama kehadiran bakal adik mereka. Termasuk Una yang memang suka banget sama anak bayi.

Selasa, 30 Oktober 2018

Kenapa Penting Banget Buat Tanam Pohon?


Kenapa kita perlu banget tanam pohon? Semua pasti tahu ya kalau pohon itu sumber oksigen alami. Kita bisa dapat asupan oksigen kalau berteduh di bawah pohon. Pohon juga berjasa banget dalam penyerapan polusi. Makin banyak pohon yang ditanam, maka udara makin sejuk dan bersih.



Kalau pohon yang biasa dipilih buat ditanam di rumah sih biasanya pohon buah. Ngga cuma ngademin rumah, buah yang nanti tumbuh juga bisa dikonsumsi keluarga. Di rumah saya deh contohnya, ada pohon mangga dan rambutan. Tiap kali berbuah, sekeluarga besar plus tetangga bisa ikutan makan buahnya. Rumah juga jadi adem karena dapat asupan oksigen alami dari pohon. 

Pohon punya peran penting loh dalam kehidupan kita. Bayangin deh kalau di bumi ini ngga ada pohon sama sekali. Betapa kering dan gersangnya bumi kita. Belum lagi polusi yang bertebaran dimana-mana. Kebayang kan betapa ngga sehatnya hidup dan lingkungan kita tanpa pohon? 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...