badge

Jumat, 07 Desember 2018

Trembesi, Ki Hujan Penangkal Polusi


Kalau lagi lewat di jalan-jalan raya, pasti suka deh lihat ada pohon rindang dengan daun yang lebat di pinggir-pinggir. Ada yang tau kah apa nama pohon yang biasa ditanam itu? Kalau yang saya tau sih, nama pohonnya yaitu Akasia. Pohon-pohon itu bukan tanpa alasan loh ditanam, bukan sekadar penghias jalan aja. Tapi, pohon-pohon tinggi dan rindang itu ditanam untuk menyerap polusi dan memberikan nuanasa sejuk di sekitarnya. 



Ternyata, selain pohon akasia yang biasa ditanam, ada juga pohon Trembesi yang ditanam sebagai pohon penyerap polusi. Pohon ini malah jauh lebih baik dalam menyerap polusi dan memberikan oksigen alami. Dari data disebutkan, kalau trembesi bisa menyerap karbondioksida sebanyak 28,5 ton per tahunnya. 


Trembesi mampu hidup hingga ratusan tahun dan tinggi pohonnya bisa mencapai 35 meter. Itu kenapa, trembesi banyak dipilih untuk ditanam di pinggir-pinggir jalan. Bentuk pohonnya yang menyerupai payung dengan banyak cabang, beneran bikin teduh. 

Kamis, 29 November 2018

Yang Dibutuhkan Saat Traveling Bareng Anak


Traveling sama anak khususnya balita itu, sejujurnya emang repot. Banyak banget yang perlu disiapin demi jalan-jalan yang sukses. Jangankan sama balita, sama anak yang udah agak gede yang usianya diatas 7 tahun aja masih bikin repot. Why? karena walaupun mereka bisa nyiapin barang-barang sendiri, tetep aja harus ada campur tangan ibunya.


Pokonya pengalaman banget deh betapa repotnya kalau mau traveling bareng anak. Semua kebutuhan mereka selama traveling itu harus dicek plus disiapin juga. Pernah tuh ngasih kepercayaan sama mereka buat packing baju dan keperluan sendiri, terus pas dicek ulang banyak yang ngga masuk ke dalam tas mereka. Jadilah tasnya dibongkar lagi sama si bunda. 

Minggu, 25 November 2018

Pengalaman Pregnancy Treatment Di Mom N Jo Galaxy, Bekasi



Sebenarnya sih, kehamilan keempat sekarang sama sekali ngga diprediksi dan ngga diniatin juga. Tadinya pengen 'tutup pabrik' aja, karena udah ada anak laki-laki dan perempuan juga. Tapi ya ngga bisa dibilang kebobolan juga sih. Jadinya gimana deh :p akupun bingung juga. Jadi ya kalau ada yang nanya 'emang direncanain yaa anak keempat ini?' ya saya cuma bisa bilang 'hmm..ngga juga sih'


Walau udah merasakan beberapa kali hamil, tetap aja tiap kehamilan punya ceritanya sendiri. Di kehamilan pertama saya sempat ngeflek dan akhirnya saya harus cuti seminggu dari kerjaan. Kehamilan kedua saya lagi bimbingan skripsi dan sidang di usia kandungan masuk 7 bulan. Kehamilan ketiga yang agak bikin sedih juga, karena saya terpaksa menutup bisnis kuliner saya yang baru banget dibuka. Karena mual dan mabok yang parah, ya udah ngga bisa dipaksain juga deh. Dan, kehamilan keempat ini, jadi kaya flashback ke kehamilan pertama. Jadi banyak belajar lagi.

Jumat, 23 November 2018

BNPB Sudah Lakukan Apa Untuk Pemulihan Sulawesi Tengah?



Jum'at, 28 September 2018. Seluruh Indonesia dikejutkan dengan bencana besar yang ngga pernah diduga. Bencananya mengingatkan kita sama bencana belasan tahun lalu di Aceh. Tsunami dan gempa bumi, terjadi di Palu, Sulawesi Tengah ketika senja. Ketika banyak orang yang harusnya beristirahat setelah seharian beraktifitas, bencana itu datang begitu cepat.



Gempa dengan kekuatan 7,4 SR membuat panik semua warga di Palu. Belum habis kepanikan dan ketakutan warga, Tsunami menghantam lalu menenggelamkan ratusan rumah warga. Benar-benar bencana yang sangat mengerikan. Karena hanya dalam hitungan detik, ratusan orang hilang dan banyak ditemukan sudah tak bernyawa, rumah warga terbawa arus dan hancur. 

Selasa, 20 November 2018

Agar Tetap Mesra Dengan Pasangan


Menikah dan berkeluarga itu sebenarnya ngga sesempurna impian kita sebelum nikah. Ya, seengaknya bagi saya, ya. Dulu, mimpinya punya keluarga yang harmonis dan serba sempurna. Hidup bahagia sama suami dan anak-anak tanpa diribetin sama masalah-masalah rumah tangga. Idealis banget deh pokoknya. Dan, ketika benar-benar menikah, lalu punya anak, mulai deh harapan yang terlalu idealis itu bubar jalan.

Sebulan, dua bulan, setahun nikah mungkin masih adem ayem. Kerikil-kerikil kecil bisa lah diatasi dengan cepat. Setelah ada anak, mulai deh ada ribut-ribut kecil. Buat saya sih wajar, lah. Menyatukan dua kepala dengan pola asuh yang beda, dalam satu rumah. Cuma, terkadang ego masing-masing itu yang masih susah dikendalikan. Yah, namanya juga pasangan muda, egonya masih tinggi dan suka merasa paling benar.



Saya dan suami, ngerasain banget gimana rasanya ribut dari mulai yang kecil, sedang, hingga masuk ke yang paling serius. Puncaknya, sampai pengen hidup masing-masing aja. Duh, kalau diingat rasanya malu juga. Tapi ya gimana, namanya dua orang dengan kepala yang beda, cara berpikir dan cara menyelesaikan masalahnya pun beda. Kadang ya itu, masing-masing merasa paling benar aja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...