badge

Senin, 14 Desember 2020

Adaptasi Kebiasaan Baru Bagi Posyandu Sebagai Pemantau Tumbuh Kembang Balita

Di lingkungan rumah saya, tiap hari kamis pekan kedua tiap bulannya, jadi jadwal anak-anak balita datang ke Posyandu. Sejak jam 9 pagi, para ibu sudah datang dengan balitanya. Para balita yang kegirangan karena bertemu para kader Posyandu yang ramah. Mereka ditimbang, diukur tinggi badan, dan diperiksa tumbuh kembangnya. Sebelum pulang, balita-balita lucu 'dihadiahi' makanan sehat seperti bubur kacang hijau, telur rebus, sayur sop, atau puding susu. 

Posyandu di Bekasi



Tapi sejak pandemi, Posyandu tidak diadakan. Patuh pada kebijakan pemerintah setempat, Posyandu pun menghentikan sementara kegiatannya. Tidak tau sampai kapan, karena hingga saat ini, aula yang dijadikan tempat Posyandu belum menunjukan aktivitas

Namun, bukan berarti Posyandu berhenti total. Para kader mendatangi rumah-rumah yang ada balitanya, untuk tetap mendata. Walau harus mengeluarkan tenaga ekstra, para kader tetap semangat. 

Saya pernah menjadi bagian dari kader Posyandu. Jadi tau betul rasanya bagaimana suka dan dukanya. Capek karena harus berurusan dengan ratusan balita, tapi happy kalau lihat grafik pertumbuhan balita tidak di bawah garis merah. Pekerjaan sukarela yang butuh hati seluas samudera. 

Posyandu, Garda Terdepan Untuk Pantau Tumbuh Kembang Balita 


Ketika Indonesia dinyatakan masuk zona Pandemi, banyak aktivitas yang dihentikan. Terutama aktivitas yang mengundang banyak orang atau kerumunan. Sekolah dna kantor pun terpaksa harus ditutup sementara. 

Tidak terkecuali dengan Posyandu. Kegiatan masyarakat ini pun tidak luput dari kebijakan pemerintah. Apalagi kan Posyandu ini jadi tempat berkumpulnya para balita, yang rentan sekali terjangkit virus. 

Akhirnya, banyak Posyandu yang menutup aktivitas mereka atau tidak mengadakan hari buka Posyandu. Hanya ada sekitar 19.2% Posyandu yang tetap melakukan hari buka Posyandu. Ada sekitar 45.9% tidak melakukan aktivitas Posyandu sama sekali, dan 34.4% Posyandu tetap melakukan kegiatan namun sasaran atau balita yang datang berkurang drastis. Sehingga kegiatannya pun jadi tidak optimal. 

Padahal peran Posyandu itu sangat penting sekali di lingkungan masyarakat. Jangan sampai angka anak yang menderita gizi buruk bertambah karena tidak ada yang aware lagi. 

Edukasi Posyandu



Karena pentingnya peran Posyandu, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI, mengadakan kunjungan ke Posyandu Anggrek 2 Perumahan Tytyan Kencana, Bekasi Utara. 

Dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO selaku Direktur PromKes KemenKes RI menyampaikan bahwa peran serta masyarakat dan kader Posyandu itu sangatlah penting, terutama pada kondisi pandemi seperti sekarang ini. Kader tidak boleh diam, tapi harus tetap bergerak agar nantinya, jika pandemi usai, angka stunting atau anak dengan gizi buruk tidak melonjak. 

Peran kader sebagai penggerak, penyuluh, dan pencatat bisa tetap dilakukan dengan tetap melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru. Kegiatan Posyandu bisa terus dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan begitu, kader juga bisa memberikan edukasi pada masyarakat. 

Dengan ketat memakai masker dimanapun berada, mencuci tangan sebelum dan sesudah memgang sesuatu, serta menjaga jarak, Insya Allah kita bisa mengurangi penyebaran Covid19.  

Penyuluhan Posyandu



Selain memberikan edukasi, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI juga memberikan donasi perlengkapan kesehatan seperti masker, sabun cuci tangan, dan face shield. 

Diharapkan, dengan pemberian donasi tersebut, akan makin banyak masyarakat yang peduli akan pentingnya menjaga kesehatan. Terutama di era pandemi saat ini. 

Harus diingat ya, Pandemi still exsist. Masih berlangsung dan entah kapan akan berakhir. Jadi, yuk sama-sama jaga kesehatan diri sendiri dan keluarga. Kalau semua masyarakat bergerak aktif dan bisa bekerjasama dalam mencegah penyebaran virus, bukan tidak mungkin Pandemi ini akan segera berakhir. 



Rabu, 25 November 2020

[Review] Pengalaman Treatment di Nouria Skin Beauty Solution Summarecon Bekasi

Walau terlahir sebagai perempuan, tapi bisa dibilang, saya itu ngga perempuan banget. Mungkin karena kakak saya itu cowok, jadi pas kecil tuh seringanya diajak main ala cowok. Saya suka banget manjat pohon, even pernah disengat lebah pun, ngga pernah kapok. Trus, suka ngejar layangan putus juga. Duh, kalau inget jaman kecil dulu, suka ketawa sendiri aja.  

Treatment di Nouria Skin Beauty Solution


Pas sudah menikah dan punya 4 anak, mulai dikit-dikit 'kenalan' sama yang berbau perempuan. Kaya pakai skincare, walau masih belum rutin. Ke salon, walau bisa kehitung jari lah. Tapi kalau pas ada kesempatan dan off course 'uang lebih', saya happy sih kalau bisa treatment di salon. Berasa reward aja buat diri sendiri. 

Senin, 23 November 2020

[Review] Scarlett Body Care : Bisa Spa di Rumah Aja

Kalau dihitung, sudah 8 bulan loh kita hidup di tengah pandemi. Kuat juga, ya. Alhamdulillah, masih dikasih sehat dan kuat melewati kondisi yang serba ngga pasti. Walau banyak juga yang mati-matian berjuang demi bisa tetap hidup. Apapun itu, yuk kita bersyukur. Pada diri sendiri yang sudah berjuang sejauh ini.



Buat saya pribadi, pandemi ini banyak kasih pelajaran. Ibarat sekolah, kita lagi banyak mengerjakan soal-soal ulangan. Saking banyaknya ulangan, eh kita lupa kalau diri kita butuh apresiasi. Biar ngga terlalu capek aja gitu. 

Kalau saya, reward atas kerja keras saya menjaga keluarga, bisa melakukan apa yang saya suka sendirian. Pergi sebentar keluar rumah buat sekadar makan, nonton film, belanja bulanan, atau spa dan luluran di rumah. Semuanya bisa bikin mood jadi baik lagi. Jadi, kalau lagi 'sumbu pendek', saya bakal melakukan salah satu hal di atas. 

Rabu, 07 Oktober 2020

5 Film Korea Terbaik Untuk Menemani Kamu Kerja Dari Rumah

6 bulan berlalu dan pandemi belum berlalu. Kalau dipikir-pikir, kuat juga ya kita melalui masa dimana semuanya serba ngga pasti. Bagi yang saat ini masih dianugerahi kesehatan, jangan pernah lupa buat bersyukur setiap hari ya.  Jangan kebanyakan rebahan, biar ngga numpuk penyakit. Karena di kondisi saat ini, kita harus banget jaga imunitas. Biar corona juga enggan mampir. 

Film Korea Terbaik


Buat yang sudah mulai masuk kerja, tetap patuhi protokol kesehatan ya. Selain makan, jangan sampai lepas masker. Buat yang kerjanya masih dari rumah, tetap jaga kesehatan juga. Jangan mentang-mentang kerjanya dari rumah, tapi malah abai sama kesehatan. Karena yang namanya penyakit datangnya ngga terduga. 

Minggu, 04 Oktober 2020

Mau Pandemi Lekas Kelar? Patuhi Aturan Adaptasi Kebiasaan Baru

 

Lagi-lagi ngomongin si coronces. Rasanya hampir muak banget dengan mahkluk tak kasat mata itu. Sudah 7 bulan ada di Indonesia dan dia masih betah dong. Karena dia, kita jadi punya batas untuk beraktivitas. Mau keluar rumah selalu was-was karena dia bisa menyerang dengan cepat. Kalau si virus itu wujudnya seperti manusia, bisa kita hindari kan. Bisa kita kasih pelajaran juga karena kehadirannya sudah benar-benar meresahkan dan menakutkan. 

Dari awal orang pertama yang dikonfirmasi positif covid19, saya sudah sangat hati-hati. Anak-anak ngga boleh keluar rumah, selalu minta mereka buat cuci tangan setelah pegang-pegang sesuatu, dan meminta mereka untuk banyak minum juga. Dibilang takut, iya saya takut. Takutnya lebih ke anak-anak. Karena mereka tingkat risikonya lebih tinggi.  


Minggu, 20 September 2020

Minyak SW Sumber Waras, Amunisi Keluarga Untuk Adaptasi Kebiasaan Baru

Minyak SW Sumber Waras, Amunisi Untuk Keluarga | Setengah tahun sudah yaa kita melewati pandemi ini. Mau ngga mau, suka ngga suka, kita masih harus sabar. Menunggu hingga keadaan jadi lebih baik. Keadaan kita mungkin ngga akan bisa sama lagi kaya awal tahun 2020, sebelum si coronces datang. Namun setidaknya, kita akan hidup tanpa rasa ketakutan lagi. 

Minyak SW Sumber Waras

Yang bisa kita lakukan saat ini adalah berusaha sekuat tenaga buat jaga kesehatan. Ngga boleh lengah, abai, atau bersikap bod amat. Pokoknya ngga boleh. Karena, si virus itu akan kalah dengan imunitas yang kuat. Makanya, sekarang ada istilah 'Adaptasi Kebiasaan Baru'. Maksudnya, agar kita bisa beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru, seperti : sering cuci tangan pakai sabun, pakai masker kemanapun, dan jaga jarak dengan orang lain. 

Rabu, 26 Agustus 2020

ASI Berkualitas Berasal Dari Ibu Yang Bahagia

Kalau kita cari referensi tentang apa saja yang membuat ibu sukses menyusui, salah satu jawabannya pasti bahagia. Beberapa kali ikut kelas ASI, narasumber yang kebanyakan adalah dokter, selalu mengatakan 'ibu menyusui harus bahagia'. Bukan tanpa alasan loh kalau kebahagiaan merupakan kunci keberhasilan menyusui. Karena memang para ahli, terutama dokter sudah punya hasil penelitiannya. 

tips sukses menyusui


Menyusui bukan hal yang mudah bagi ibu. Tapi bukan berarti ngga bisa dilakukan. Banyak faktor yang menjadikan menyusui itu ngga mudah. Ada ibu yang diberi keberlimpahan ASI, tapi karena satu hal, ngga bisa menyusui anaknya. Ada yang punya keinginan dan tekad yang kuat buat menyusui, tapi ASI nya ngga keluar sama sekali. Dan, ada yang ASI nya berlimpah tapi ada faktor yang membuatnya ngga bahagia saat menyusui. 

Kamis, 13 Agustus 2020

Jangan Takut Ke Dokter Gigi, Patuhi Saja Protokol Kesehatan

Ada yang punya masalah gigi, terus worry kalau harus ke dokter gigi? Wajar. Karena pandemi ini bikin kita jadi harus selalu ekstra waspada. Jangankan ke dokter gigi, ke tukang sayur deket rumah aja khawatir. Ketemu banyak orang yang kita sendiri ngga tau apakah mereka terpapar Covid19 atau ngga. 

Protokol Kesehatan Ke Dokter Gigi


Kita, mau ngga mau harus menahan diri keluar rumah kalau ngga penting banget. Karena itu salah satu cara agar mata rantai virus corona bisa putus. Walau kangen main, ketemu teman-teman, ngobrol dan makan bareng tanpa ada rasa was-was. Bahkan kalau kita ngerasa ngga enak badan, ngga boleh buru-buru ke rumah sakit. 

Sabtu, 01 Agustus 2020

Berbagi Kebaikan Kurban Bareng Dompet Dhuafa

Tiap masuk bulan Dzulhijah, pasti sudah banyak yang siap-siap nyari hewan kurban. Di sekitar rumah juga sudah banyak yang jual hewan kurban. Jadi kalau sudah lihat banyak kambing, domba, dan dan sapi di pinggir-pinggir jalan, artinya sebentar lagi mau lebaran haji. 

Kurban di Dompet Dhuafa


Beruntung banget kalau tiap tahun bisa kurban.Terakhir bisa beli hewan kurban sendiri itu 2 tahun yang yang lalu. Mulai dari pilih kambing sampai nganter ke masjid, saya lakukan sendiri. 

Saya pun maunya setiap tahun ada lah hewan kurban yang yang diberikan ke masjid terdekat.Tapi, mentok lagi di budget. Sedih banget sebenarnya. Kalau mau dipaksakan nabung sejak bulan Dzulhijah tahun lalu, pasti bisa aja. Cuma ya gitu deh. Kadang ada aja pengeluaran yang (menurut saya) lebih prioritas. 

Jumat, 24 Juli 2020

5 Hal Yang Bisa Ibu Lakukan Supaya Lebih Rileks



Semuanya pasti setuju, kalau menjadi ibu itu bukan hal yang gampang. Di lihat dari sisi manapun, jadi ibu itu perlu perjuangan yang berat. Bukan nakut-nakutin yang belum jadi ibu ya, tapi memang begitu keadaannya. Ngga bisa dihindari, bahkan kalau di rumah ada assisten rumah tangga sekalipun. Apa kabar ibu yang ngerjain semua-muanya sendiri? Kebayang gimana rasanya deh.

Tips happy buat ibu

Terlebih buat ibu yang sedang hamil atau menyusui, rasa capeknya memang bisa berlipat-lipat. Mesti bagi fokus antara ngurus rumah, anak dalam kandungan atau bayi, dan mesti ngurus diri sendiri juga. Jangan sampai kecapekan ngurus yang lain, eh malah diri sendiri ngga diperhatikan. Kalau sudah sakit, malah lebih repot karena tenaga kita jadinya terbatas. 

Rabu, 22 Juli 2020

Tak Bisa Qurban Tahun Ini? Ikut Sedekah Daging Aja, Yuk


Setiap masuk bulan Djulhijah, tawaran dan ajakan berqurban pasti jadi banyak banget. Yang memiliki kemampuan untuk berqurban tiap tahun, pasti ngga akan melewati kesepatan untuk bisa berqurban. Buat beli kambing, domba, atau bahkan sapi, dananya ada. Bahagia banget kalau bisa qurban tiap tahun. Apalagi kalau sampai bisa qurban sekeluarga. Siapa sih yang ngga mau berqurban, ibadah yang spesial hanya untuk Allah. 




Sebenernya, kalau mau memaksakan diri untuk nabung demi bisa qurban, pasti bisa aja. Allah yang menjamin rezekinya. Tapi biasanya, kita akan mendahulukan yang lebih prioritas kaya uang sekolah anak-anak dan kebutuhan sehari-hari. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang. Rasanya kok sedih banget. Banyak kepala keluarga yang di PHK, kehilangan pekerjaan, dan bingung bagaimana mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Jumat, 03 Juli 2020

Generasi Emas Bebas Stunting, Dimulai Dari Ibu Yang Cerdas


Katanya, banyak anak, banyak rezeki. Nyatanya, banyak anak, banyak juga rezeki yang mesti dicari. Anak memang rezeki yang Allah berikan, tapi bukan berarti kita malah banyak-banyakan anak tanpa mikirin kelangsungan hidup mereka. Ingat, anak itu juga amanah yang harus dijaga. Dijaga agar dapat pendidikan yang layak, dijaga juga kesehatannya supaya tumbuh dan berkembang dengan baik. 

agar si kecil tidak stunting


Mau punya anak satu atau banyak, sama-sama ada tantanganya. Dan tiap orangtua punya tantangan sendiri dalam mengurus anak-anaknya. Namun yang pasti, sebagai orangtua, kita sama-sama punya kewajiban buat menjaga kesehatan mereka.Gimanalah mereka bisa tumbuh dengan baik, kalau kita abai sama kesehatan mereka. 

Rabu, 13 Mei 2020

Buka Bareng FWD, Tetap Seru Walau Virtual Dari Rumah Aja


Tahun-tahun lalu, kalau Ramadhan gini suka banyak banget dapat undangan buka puasa bareng. Event blogger sekaligus buka puasa bareng temen-temen blogger. Seru karena momennya beda aja. Tahun ini beda banget rasanya. Pandemi yang entah kapan selesainya, bikin semua acara delay bahkan dibatalkan. 

Tapi, dari masa pandemi inilah akhirnya banyak hikmah yang kita dapat. Waktu yang ada benar-benar dimanfaatkan untuk lebih dekat sama keluarga. Bonding sama keluarga juga jadi lebih kuat. 

Kadang, suka kangen ketemu temen-temen blogger lagi. Ngobrolin blog, trending topic, content, sama project-project menghasilkan. Walau sekarang pun masih bisa ngobrol lewat media sosial, tapi rasanya memang beda kalau tatap muka. Ya jangankan sama teman-teman blogger, sama keluarga sendiri aja mesti ditahan-tahan dulu kan ketemuannya. Demi sehat semuanya, makanya ditahan-tahan dulu ngga ketemuan. 

Sabtu, 25 April 2020

Siapa Saja Yang Perlu Melakukan Test Corona?


Akhir tahun 2019, berita soal wabah Corona di Wuhan mungkin bikin kita kaget. Virus baru yang ukurannya bahkan sekecil debu dan ngga terlihat itu, mampu bikin kota Wuhan lumpuh. Kota kecil di China itu mendadak jadi kaya kota hantu, ngga berpenghuni. Jalan-jalan sepi, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga kantor-kantor ditutup.



Kita yang di Indonesia, hanya bisa prihatin dengan kondisi di Wuhan. Saya, sesekali lihat beritanya dan ngga tau kenapa tiba-tiba bisa nangis. Apalagi pas lihat berita ada mahasiswa asal Indonesia yang terisolasi, ngga bisa kemana-mana dengan kondisi bahan makanan seadanya. Sedih. Saat itu ngga kebayang kalau pada akhirnya, Coronavirus atau Covid-19 jalan dengan cepat ke Indonesia. 

Jumat, 27 Maret 2020

Auto2000 Digiroom, Virtual Toyota Showroom Dalam Saku



Berasa banget ngga sih, kalau wabah yang sedang melumpuhkan dunia ini benar-benar mengubah hidup kita? Semua aspek kehidupan terganggu dan kita dituntut untuk sabar. Ngga pernah kebayang ya, kalau 2020 yang belum sampai tengah tahun ini, jadi tahun mengerikan. Dimana-mana orang banyak yang takut, megurung diri di rumah, dan menerapkan social distancing.

Untuk bisa survive, kita harus benar-benar taat pada aturan, menerapkan pola hidup sehat, hingga banyak-banyak doa dan ibadah. Soon, wabah ini bisa hilang dan bumi bisa sehat lagi seperti sedia kala.



Namun, di tengah kekalutan yang sedang kita alami, kemudahan teknologi seakan jadi penawar ya. Ada yang memudahkan kita selama kita lagi ngga bisa kemana-mana. Misalnya saja, saat butuh kendaraan atau mau service kendaraan yang ada, tapi kita ngga bisa ke showroom. Ternyata semua bisa kita lakukan hanya lewat gadget. Iya, semudah itu karena ada satu dealer yang ngga perlu diragukan lagi performanya, yang memudahkan kita.

Minggu, 15 Maret 2020

Ngga Mau Pakai Parfum? Mandi Parfum Pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Aja



Dulu, saat masih remaja saya itu paling suka pakai cologne. Secara sekolahnya jauh, harus naik kendaraan umum yang you know banyak asap dan polusi. Belum lagi kalau cuaca lagi panas-panasnya. Bisa lepek di dalam angkot. Kebayang betapa semerbaknya keringat campur bakteri. Makanya, cologne seakan jadi penyelamat penampilan deh. Minimal yaa orang yang duduk sebelah saya itu ngga mendelik terus tutup hidung.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


Nah, pas nikah sesekali masih pakai parfum,tapi sekadar biar ngga bau badan aja. Kalau sampai yang menyengat banget, suami langsung protes. Dalam agama yang saya anut, perempuan sebaiknya ngga pakai wangi-wangian yang mencolok (hidung). Boleh pakai parfum, tapi hanya ketika bersama suami saja. Ada juga sih yang berpendapat, asalkan tidak menyengat sampai di kejauhan 2 meter bahkan lebih, diperbolehkan dengan tujuan agar ngga muncul bau-bau yang kurang sedap. Kalau tujuannya buat pamer parfum, hmm itu malah jadinya haram. Itu yang saya yakini ya. 

Jumat, 13 Maret 2020

Review Promina Homemade VS CERELAC Risenutri



Wih, jarang-jarang nih saya bikin product comparison gini. Tapi sejak punya Baby Khal, saya jadi banyak banget belajar. Bukan berarti di anak sebelumnya saya ngga belajar. Tapi di era nya Khal ini ilmu tentang parentingnya tuh jadi banyak banget yang mesti dipelajari. 5 tahun yang lalu, saat Una lahir, ngga pake ngikutin ilmu parenting yang ada di jagat maya. Karena ya, perkembangan media sosial belum semasif sekarang ini.



Buibu milenial hari ini kan apa-apa kata media sosial, apa-apa ngikutin selebgram, apa-apa kata momseleb, padahal ngga semuanya bisa cocok buat anak sendiri. Kalau sekadar cari referensi aja sih yaa it's okay. Tapi jangan sampai, plek ketiplek ngikutin apa kata mereka. Akhirnya yang merasa ngga cocok dengan metode parenting salah satu momseleb, malah jadinya ribut. Duh. buang-buang energi aja sih. 

Jumat, 21 Februari 2020

(Bukan) Ingin Punya Banyak Anak


akhirnya, setelah terendap begitu lamanya, tulisan ini saya sentuh juga :p 

Tiap kali saya berpapasan dengan orang dalam kondisi gendong Khal, lalu orang itu nanya 'anak keberapa?' dengan cepat saya menjawab 'keempat', ekspresi mereka sudah bisa ditebak. Amaze, kaget, heran, yaa semacam itu. Saya sering kali mikir, apa salah yaa punya banyak anak? Atau mereka masih ngga nyangka, perempuan yang wajahnya masih cocok jadi anak kuliahan ini kok bisa punya banyak anak hahahha. 



Perkembangan jaman yang diikuti majunya pemikiran banyak orang, mungkin punya banyak anak bukan lagi sebuah hal yang harus dilakukan. Ada yang merasa cukup dengan punya 2 anak, bahkan ada aja yang ngga mau punya anak. Alibinya, kalau punya anak, karir jadi terhambat, ngga bisa hangout bareng teman-teman, sampai takut uangnya abis buat gede-in anak. Hmmm, serahhh dah. 

Jumat, 07 Februari 2020

Wake-Wake dan ASI Booster Ala Uchi

Masih inget banget drama pas hamil, perjuangan melahirkan, dan sekarang ada di momen menyusui yang dramanya pun makin aduhai. Tapi yaa gimana yaa, namanya juga sayang. Mau gimana pun dramanya, tetap aja dilewati dengan penuh cinta #asheek. Ya pokoknya, proses alami seorang ibu itu memang penuh warna. Yang perlu dilakukan adalah melewati, bukan menghindari.



Padahal Khal bukan anak pertama which is harusnya saya ngga kaku banget dalam menyusui. Tapi setiap anak yang lahir punya karakternya sendiri. Khal satu dari anak saya yang heboh banget kalau nyusu. Sudahlah anak laki yang sekali nyedot bisa ngosongin payudara, belum lagi kalau sudah kepengen nyusu suka ngga sabaran. Terkadang, saya suka kesal sendiri. Nangis sambil menyusui, rasanya sudah ngga kehitung.

Senin, 03 Februari 2020

Jadi #PahlawanSenyum Bareng Pepsodent Siwak Baru,Yuk!





لَأَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ

"Kalau bukan karena akan memberatkan umatku, maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu (shalat)" 
Hadits riwayat Bukhari Muslim



Pepsodent Siwak


Ribuan tahun lalu, Rasulullah menggunakan siwak untuk membersihkan mulut. Sebagai muslim yang taat, kan memang sebaiknya mengikuti apa yang diperintahkan, atau dikerjakan oleh Rasulullah. Karena ngga ada satupun keburukan di dalamnya, ketika Rasulullah memerintahkan sesuatu. Salah satu sunnah yang diajarkan adalah membersihkan mulut dengan siwak. Mengapa disunnahkan? karena Rasulullah tahu ada banyak manfaat yang bisa didapat jika dikerjakan. 

Rabu, 29 Januari 2020

Kacamata Terapi K Ion Nano Dan Kesehatan Mata Seorang Blogger



Blogger dan laptop. Dua hal yang saling berhubungan dan memang ngga bisa dipisahkan. Blogger itu kerjanya pakai laptop untuk nulis, ditambah gawai untuk tetap update pada media sosial. Makin sering berinteraksi dengan laptop dan gawai untuk durasi yang lama, maka kita tuh bakal berasa ada yang beda sama mata kita. Iya ngga sih? Karena saya tuh ngerasain banget. Yang dulunya mata jarang pedih dan berair, sekarang ini jadi lebih sensitif. 

Kacamata Terapi K Ion Nano


Makin lama, jarak pandang jadi lebih terbatas. Lihat orang, benda, atau tulisan yang jauh, sudah ngga bisa lagi. Jadi mesti didekatin dulu, baru deh jelas. Saya ngga tahu mata saya sekarang sudah minus berapa. Karena tuh pengen ke dokter mata buat periksa, kok rasanya ngga sempat terus. Padahal kan salah satu cara supaya mata lebih nyaman melihat, ya dengan pakai kacamata. Lalu pas banget, ada teman yang referensiin kacamata tanpa harus ke dokter dulu. Kacamata terapi K Ion Nano dari K-Link yang katanya sudah banyak dipakai orang. 

Rabu, 22 Januari 2020

The Launch of ERHA at Watson : Makin Dekat Dengan Produk ERHA Skin & Hair Series


Jujur, saya bukan tipe yang telaten buat oles-oles krim wajah. Dulu saya berpikirnya, ribet amat sih mau tidur saja mesti pakai krim muka segala. Ngga cuma satu krim, tapi bisa dua atau tiga. Bayanginnya saja, jiwa tomboy saya berontak. Bener deh, dulu tuh paling ngga bisa melakukan hal -yang-perempuan-banget- yang satu itu. Jadi, ketika malam dan ngantuk ya tidur aja. 

Seiring waktu dimana jadi sering ketemu orang banyak, mulai deh agak berubah sedikit. Ngga langsung telaten juga sih, tapi ya berusaha agak feminim dikit. Mulai kenal foundation, blush on, eye shadow, dan lipstik. Kalau bedak padat sih sudah mulai pakai sejak lulus SMA :) Iya, selama sekolah saya cuma pakai bedak tabur aja pokonya mah. 



Makin ke sini, mulai deh aware sama kesehatan kulit. Pengaruh lingkungan kerja juga which is penampilan dituntut untuk enak dipandang. Mulai dandan dikit-dikit asal terlihat lebih fresh. Sekarang jadi kenalan juga sama skincare yang isinya krim siang, krim malam, dan serum. Perlahan mulai nyoba telaten buat pakai. Walau banyakan lupanya daripada ingatnya. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...