badge

Sabtu, 30 Agustus 2014

IKAPI, Sudah Saatnya Bersinergi

Add caption


Saat ini  pertumbuhan buku di Indonesia memang cukup mengagumkan. Jika dulu peredaran buku terbatas, kini bisa kita lihat ratusan buku baru terbit tiap bulannya. Memenuhi rak-rak toko buku. Saling berlomba menarik hati penggila baca. 

Fenomena ini tentunya sangat menggembirakan para book lovers, saya salah satunya. Memiliki banyak pilihan buku tiap bulannya, sangat menyenangkan. Buku-buku fiksi dan non fiksi terbaru, dengan cover-cover yang eye cathcing pastinya sangat menggoda. Tak hanya menggoda mata tapi juga menggoda dompet. Tidak mungkin semua buku yang ada di toko buku bisa saya beli.  Dan, biasanya setelah melalui proses semedi yang panjang akhirnya saya hanya membeli 2-3 buah buku. Itupun setelah cap cip cup dan hitung kancing. 

Buku-buku yang beredar saat ini tak lepas dari kerja keras para penerbit. Mereka berupaya menerbitkan buku yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang saya tahu para penerbit mayor yang ada saat ini, di bawah payung IKAPI, Ikatan Penerbit Indonesia. Asosiasi yang menaungi para penerbit di Indonesia. Saat ini ada 1.126 penerbit di seluruh Indonesia yang berada di bawah naungan IKAPI. Jumlah yang luar biasa. Ternyata banyak sekali penerbit di Indonesia. 


Banyak penerbit, pasti banyak juga buku yang terbit. Jenisnya pun beragam. Sepertinya, buku apapun yang sedang kita butuhkan, pasti ada. Jika sulit menemukannya di toko buku, kita bisa meminta bantuan Mr. Google untuk mencarikan. Namun, buku yang beredar saat ini masih perlu filterisasi. IKAPI yang menaungi para penerbit sudah seharusnya melakukan hal itu. 

Saya sangat menyayangkan ketika mendengar kabar bahwa ada buku-buku yang tak layak baca bisa lolos ke pasaran dan di konsumsi masyarakt. Seperti buku yang mengandung konten terlarang, pengetahuan tentang pasangan sejenis, misalnya. Walau akhirnya buku itu ditarik peredarannya, namun buku  itu menimbulkan jejak yang tidak baik. Apalagi, penerbitnya adalah penerbit mayor yang cukup kredibel dan terkenal. 

Kejadian itu berarti pihak IKAPI belum sepenuhnya melakukan pemeriksaan atau pun filterisasi terhadap buku-buku yang terbit. Memang, sungguh berat memeiksa buku-buku yang harus terbit satu persatu. Apalagi jumlah buku yang terbit tiap minggu bahkan tiap harinya sangat banyak. Pastilah, IKAPI akan kewalahan.

Jika berkhayal menjadi salah satu pengurus IKAPI, saya akan membuat peraturan yang mengharuskan seluruh penerbit menyerahkan buku yang akan mereka terbitkan. Buku itu tidak boleh terbit sebelum ada persetujuan dari IKAPI, tentunya setelah menjalani proses filterisasi. Walaupun penerbit memiliki editor yang bertanggungjawab atas hal ini. Nyatanya, masih ada saja buku yang tidak layak bisa lolos ke pasaran. Ini untuk menyakinkan bahwa  isi yang terkandung dalam buku yang akan terbit itu tidak memuat unsur-unsur yang dilarang. Akan saya buat peraturan baku perihal isi buku yang layak terbit. 

Untuk melakukan proses itu, pastinya dibutuhkan tenaga yang banyak. Yang diperlu dilakukan adalah menjaring tenaga untuk menjadi first reader. Banyak anak muda cukup mumpuni untuk melakukan tugas ini. Tapi, memnag tidak sembarang anak muda yang bisa direkrut. Mereka akan melewati proses seleksi yang ketat dan juga menjalankan training. Perlu diambil sumpah juga bahwasannya mereka akan menjalankan pekerjaan sesuai dengan aturan. Saya akan memberikan peluang ini kepada anak-anak muda normal artinya bukan anak muda alay yang sering berkata "nganuu.." ,"baca naskah itu tuh sakitnya disini...", "gue...naskah..end". Saya akan melambaikan bendera putih untuk anak muda macam ini. 

Sudah saatnya IKAPI melibatkan masyarakat untuk hal ini. Jadi, IKAPI bisa mengetahui sebetulnya buku-buku seperti apa yang sangat dan sedang dibutuhkan. 

Mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan misi dari IKAPI sepatutnya dibarengi dengan tindakan nyatanya. Salah satunya lebih selektif lagi dalam memberikan izin terbit dari sebuah buku yang diterbitkan. Agar tujuan mencerdaskan bangsa bisa tercapai. 











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...