badge

Senin, 25 April 2016

Menelisik Pindo Deli Pulp & Paper Mill Karawang, Bareng #siAPPJalanJalan



Siapa yang dirumahnya tidak ada kertas sama sekali?  Saya yakin pasti tidak ada yang satupun yang rumahnya terbebas dari kertas. Walau itu hanya kertas ulangan anak-anak atau kertas pembungkus cabe yang kita dapatkan dari tukang sayur.

Penggunaan kertas memang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Karena, kertas memang memiliki manfaat yang sangat banyak juga. Misalnya saja untuk seorang ibu seperti saya, kertas saya gunakan untuk mencatat pengeluaran bulanan, mencatat barang-barang yang harus dibeli, dan membuat catatan-catatan yang lain.

Selain saya, anak-anak juga tidak bisa dihindari dari penggunaan kertas. Ada saja alasan mereka meminta kertas pada saya. Kebetulan di rumah selalu ada kertas HVS untuk print, jadi mereka menganggap bahwa kertas-kertas itu bebas dipakai. Mereka lebih sering meminta kertas untuk menggambar dan belajar menulis. Walau pada akhirnya, kertas itu malah diubah menjadi kapal-kapalan -____-

Kertas Dari Kayu, Kayu Dari Pohon, Lalu....

Kalau semua orang di dunia menggunakan kertas, pasti industri kertas akan terus berkembang. Artinya, industri kertas akan terus memproduksi kertas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Lalu, kalau mereka terus memproduksi kertas, artinya mereka akan membutuhkan bahan baku yang banyak juga. 

Pasti sudah banyak yang tahu kan, kalau bahan dasar pembuatan kertas adalah kayu. Proses pembuatnya sangat panjang hingga akhirnya menghasilkan kertas seperti yang kita gunakan saat ini. Saya sempat penasaran dengan proses pembuatan kertas dan pernah berharap bisa melihat langsung bagaimana kertas itu dibuat. 

Ternyata keinganan saya tercapai juga *horeee* lewat seorang teman blogger, saya dikasih kesempatan untuk berkunjung ke sebuah pabrik kertas di Karawang. Pabrik kertas bernama PT Pindo Deli Pulp & Paper Mill ini sangat luas sekali. Areanya mencapai belasan hektar dan sangat hijau. Banyak pohon akasia yang berjejer, membuat udara di area pabrik sangat segar.



Saya dan beberapa teman blogger serta sosial media expert dari Sinarmas, diajak berkeliling pabrik. Sebelum melihat proses pembuatan kertas, ada sesi product knowledge dari pihak Pindo Deli Pulp & Paper Mill. Di sesi ini, kami diajak untuk mengetahui alur produksi kertas. Mulai dari bahan baku, alat yang dibutuhkan, tenaga kerja, hingga bagaimana kertas itu bisa kita gunakan.



Selain pengetahuan tentang kertas, kita juga diterangkan bagaimana tisu itu dibuat. Nah, disini juga saya tahu kalau ternyata tisu gulungan yang biasa kita temui di toilet tidak boleh digunakan sebagai tisu makan. Hiks..padahal masih banyak rumah makan yang memakai dan meletakkan tisu ini di atas meja makan. Yang akhirnya, para pengunjung yang makan (mau tidak mau) menggunakannya untuk melap mulut dan tangan.

Selesai sesi product knowledge, saya dan teman-teman diajak melihat proses pembuatan kertas. Memasuki area pabrik, kami diminta untuk memakai masker khusus dan penutup telinga. Suara mesin yang sangat bising tidak baik bagi telinga. Kami juga diajak untuk melihat controling room. Dari dalam ruangan inilah, mesin-mesin super besar itu dioperasikan. Ada beberapa orang yang bergantian menjaga dan memantau jalannya mesin.


Awalnya kami tidak diperkanankan mengambil gambar di area pabrik, karena sensor kamera akan mempengaruhi mesin. Tapi, akhirnya kami diizinkan untuk mengambil beberapa gambar untuk keperluan menulis, dengan catatan tidak menggunakan flash.

Proses pembuatan kertas ini sangat rumit dan panjang. Melihat prosesnya ini, saya jadi merasa bersalah karena terkadang masih suka boros dalam penggunaan kertas. Bahan dasar pembuatan kertas adalah kayu. Yang perlu diingat adalah kayu yang digunakan adalah kayu yang berasal dari hutan industri. Hutan industri adalah hutan yang memang sengaja dibuat untuk dipanen. Pohon akasia menjadi pohon yang digunakan dalam industri kertas. Jadi, bahan bakunya bukan berasal dari hutan alami. Ingat Ya!.



Di pabrik ini saya melihat gulungan kertas yang besar sekali. Mungkin ukurannya, 50 kali dari ukuran badan saya. Gulungan kertas inilah yang nantinya akan diolah kembali menjadi kertas-kertas yang lebih kecil lagi. Udara di pabrik ini sangat panas dan pengap karena hampir semua area dipenuhi oleh mesin super besar. Ukurannya memang sangat besar dan tingginya hampir mencapai langit-langit.



Karena waktunya sangat terbatas, saya dan teman-teman blogger harus keluar dari area pabrik. Padahal saya masih belum puas. Yang ingin sekali saya lihat adalah proses pemotongan kertas hingga menjadi kertas yang biasa digunakan di rumah. Saya juga ingin sekali melihat proses pembuatan tisu hingga proses pengepakannya. Tapi, memang waktu kami sangat terbatas. Mungkin lain waktu, saya masih diberi kesempatan untuk melihat prosesnya.


Acara #siAPPJalanJalan ini diakhiri dengan makan siang bersama di sebuah kantin yang masih berada di kawasan pabrik. Menikmati menu makan siang sambil istirahat dan berbincang dengan teman-teman blogger.

Trip ini jadi trip pabrik pertama saya bersama teman-teman blogger. Seru karena bisa tahu proses pembuatan kertas. Tapi, yang lebih seru karena bisa dapat teman baru dan pengalaman baru. Semoga bisa ketemu dengan #siAPPJalanJalan di next trip.

10 komentar:

  1. Wah pabriknya besar sekali...pasti karyawannya banyak. Tapi semoga penggunaan kertas bisa lebih dihemat biar tidak bertambah banyak pohon yg ditebang. Salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, luas banget. Karyawannya juga ribuan :)

      Hapus
  2. Pernah melihat proses pembuatan kertas jg saat msh gadis (cieeee gadis :)) ).
    Dulu bapak kerja di salah satu media yg kebetulan punya pabrik kertas sendiri.
    Mesin2nya berisik dan besar2 hehe.
    Soal kertas, utk dibaca, saya lbh memilih buku berbahan kertas ketimbang baca pakai gadget. Ya, moga2 semua perusahaan kertas bijak dlm kaitannya dgn bahan baku kertas ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku baru pertama nih mba main ke pabrik kertas, ternyata panass banget yaa :p Mesin-mesin besarnya itu yang bikin panas dan berisik makanya kita harus pakai ear plug kalau ngga bisa budek seketika :P

      Hapus
  3. menarik sekali, bole saya coba? :D

    BalasHapus
  4. Wah pabriknya besaar aku pernah penelitian limbah pabrik kertas (sludge) ambil dari Jambi.

    BalasHapus
  5. Wah disitu lah saya bekerja mba Husna . . .Sebenarnya total luasnya 450 hektar . . dan Jumlah Karyawan nya hampir 10rbu . .

    BalasHapus
  6. wah keren banget yah..
    pantas untuk dicoba nih

    BalasHapus
  7. saya jadi penasaran nih, jadi pengin coba dehh

    BalasHapus
  8. sip, kalo mau beli dmna ya mba?
    saya pengin coba juga nih

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...