badge

Selasa, 20 Desember 2016

Ibu, Waspada Gadget Holic Pada Anak Ya



Gadget dan anak. Dua hal yang saat ini sulit dipisahkan. Dimana ada anak, biasanya disitu ada gadget. Memang, ngga semua anak memiliki 'candu' dengan gadget, tapi itu jumlahnya sangat sedikit sekali. Kalau kita perhatikan sekeliling kita, banyak sekali anak yang hari-hari nya selalu diwarnai dengan gadget. Tangan-tangan mungil mereka bukan lagi dipenuhi tanah liat atau mainan kayu tapi benda kotak elektronik yang canggih. 


Sadar atau ngga, fenomena candu gadget ini terjadi karena orangtua yang menciptakan. Sebagai orangtua, kadang kita kurang begitu sabar menghadapi rengekan anak. Kita maunya anak tenang dengan cara instan. Dan cara yang ampuh dilakukan adalah dengan memberikan gadget pada anak. Anak akan seperti dihipnotis dengan layar kecil yang ada di hadapannya. Asik sendiri hingga lupa pada dunia di sekelilingnya.


Sebagai ibu yang anak-anaknya lahir di era digital, saya sadar kalau gagdet ngga bisa 100% dijauhi dari anak. Mau ngga mau, era digital itu ya eranya mereka. Jangan bandingin lah dengan zaman kita ((kita)) kecil dulu. Boro-boro ada gadget, nemu telepon umum aja kaya nemu harta karun. Iya, harta karun karena (kalau beruntunt) koin-koinya bisa diambil *ehh ketauan* :p Dan sekarang, gadget seperti kacang goreng yang bisa dapati dengan sangat-sangat mudah. Yang jual banyak, banyak. Mau yang paling mahal sampai paling murah, ada. Tinggal pilih yang sesuai, sesui budget maksudnya.

Jangan heran ya kalau sekarang ini banyak anak balita yang kena speech delay. Sebuah kelaianan dimana si anak mengalami keterlambatan bicara di usia yang seharusnya sudah banyak kosa kata yang keluar. Anak yang sejak bayi dijejali dengan gagdet akan lebih rentan dan berisiko mengalami speech delay. Dan situasi itu diciptakan sendiri oleh orangtua, kita, ya kita.

Selain speech delay, anak juga akan berisiko mengalami berbagai keterlambatan motorik yang lainnya. Kalau kita ngga bisa mengontrol anak dalam hal penggunaan gadget, jangan heran ya kalau anak-anak kita akan mengalami berbagai masalah motorik.

Sekarang, yuk kita bahas bagaimana kita harus mewaspadi fenomena Gadget Holic pada anak. Kita sama-sama belajar ya. Seperti yang saya menghadiri talkshow tentang Gadget Holic  beberapa hari yang lalu bersama Mom N Jo. Ilmu yang saya dapatkan rasanya akan lebih bermanfaat kalau saya bagikan juga di blog. Biar makin banyak orangtua yang aware terhadap penggunaan gadget pada anak.

Gadget Holic adalah keadaan dimana seseorang mengalami ketergantungan pada gadget, merasa gelisah jika tidak berinteraksi dengan gadget. Bisa dibilang, gadget holic adalah orang yang gila pada gadget. Dan fenomena ini yang sedang terjadi pada anak-anak saat ini. Jadi, bukan cuma orang dewasa aja yang memiliki kecanduan pada gadget.

Menurut dr. Anggia Hapsari SpKJ(K), terjadinya gadget holic pada anak disebabkan oleh pengenalan gadget yang terlalu dini. Siapa yang mengenalkan? Yaap, orangtuannya sendiri. Kita sebagai orangtua kadang maunya serba cepat dan instan. Anak rewel, kasih gadget. Anak nangis, kasih gadget. Anak ngga mau makan, kasih gadget. Dan, ketika mereka jadi anteng banget, kita merasa berhasil. Padahal sebenarnya kita sedang memberi peluang pada anak-anak untuk membuat banyak alasan. Menurut penelitian yang dilakukan di USA, sebanyak 72% anak berusia 9-12 tahun berinteraksi dengan gadget setidaknya lebih dari 6 jam sehari.

Selain memberikan dampak kecanduan, apa ibu tahu dampak lain dari penggunaan gadget yang berlebihan pada anak? Yuk, sekarang kita cari tahu.

Kualitas Tidur Berkurang 

Karena waktu yang ada lebih banyak dipakai untuk main gadget, maka waktu untuk tidur pun berkurang. Bukan cuma waktunya saja yang berkurang, tapi kualitas tidurnya pun jadi tidak maksimal. Anak yang kecanduan gadget biasanya akan memiliki risiko sulit tidur 2 kali lipat dari anak yang ngga main gadget.

Kalau kualitas tidur sudah ngga baik, bisa jadi bangun tidur masih dalam keadaan lelah dan lesu. Jangan heran kalau anak jadi gampang uring-uringan. Mereka juga akan mudah rewel atau cranky.. Dan itu semua sangat ngga baik bagi tumbuh kembangnya. Orang dewasa saja kalau kurang tidur bakal pusing, gimana dengan anak-anak coba.

Anti Sosial

Ini yang paling kentara sekali. Anak yang nempel banget sama gadget, akan menjadi anak yang ngga peduli dengan lingkungan sekitarnya. Mereka jadi anak yang individual dan ngga peka dengan apa yang terjadi di sekelilingnya. Padahal, pada usia-usia itulah anak-anak harusnya lebih banyak mengenal lingkungannya.

Ketika mereka sudah asik dengan gadgetnya sendiri, maka fokus mereka akan tertuju hanya pada gadget. Mereka ngga peduli dengan apa yang terjadi di sekelilingnya. Dan itu sangat menyedihkan. Usia mereka seharusnya bermain dengan teman-temannya. Melakukan kegiatan fisik bersama yang akan melatih motoriknya. Tapi saat mereka sudah kecanduan gadget, kegiatan lain akan jadi kegiatan yang ngga asik bagi mereka.

Kesehatan Terganggu 

Ini dampak yang menurut saya sangat parah. Dan saya yakin ibu yang lain pun setuju. Para Gadget Holic mungkin tidak sadar kalau mereka mempertaruhkan kesehatan mereka. Kecanduan gadget secara berlebihan akan membuat fisik menjadi mudah lelah. Biasanya akan ada keluhan pada mata, leher, dan tangan.

Bisa dibayangkan ya kalau seseorang selama 6 jam itu menunduk, lalu yang aktif hanya jari dan tangan. Mata pun menjadi anggota tubuh yang ikut kena imbasnya. Pedih, berair, dan memerah. Jika itu terjadi terus-menerus, maka jangan heran kalau si gadget holic akan mudah sakit.

Selain mata, otot leher dan punggung pun bisa terganggu kesehatannya. Jika berlangsung secara terus menerus, akan berpengaruh pada postur tubuh. Saat berinteraksi dengan gadget, anak biasanya akan menunduk dan membungkuk, jika terlalu lama tentu akan menjadikan postur tubuh menjadi tidak baik.

Jadwal Belajar Terganggu 

Keasikan main gadget, artinya si anak akan mengabaikan pelajaran-pelajaran sekolahnya. Bagaimana mau konsentrasi belajar kalau yang ada di pikirannya hanya game-game unduhan di smartphonenya. Kalau sudah ngga bisa konsentrasi belajar, lalu bagaimana nilai pelajaran mereka akan bagus?

Gadget akan membuat anak jadi ngga bisa membagi waktu antara belajar dan aktifitas lain. Fokus mereka hanya pada gadgetnya saja. Dan itu akan berimbas buruk kan pada nilai-nilai mereka di sekolah. Sebagai orangtua, tentu ngga mau kan kalau anak-anak dapat nilai yang jelek di semua mata pelajaran.

Sekarang, kita cari tahu yuuk ciri-ciri Gadget Holic.
  1. Gelisah jika tidak ada gagdet di dekatnya atau di genggamannya. 
  2. Menghabiskan waktu hanya dengan gadgetnya
  3. Selalu memeriksa gadgetnya, mengecek notifikasi sosmed dan lain-lain
  4. Panik jika gadget tertinggal di rumah
  5. Gelisah jika ngga punya kuota internet atau ngga dapat wi-fi 
  6. Membawa gadget kemana pun., bahkan ke kamar mandi sekalipun
Jika ngga segera diatasi, jangan heran kalau nantinya si Gadget Holic ini akan menjadi sangat susah dipisahkan dari gadget. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? 


Terapi Khusus Gadget Holic 

Memang ada ya terapi khusus gadget holic? Ada. Ini serius loh. Memang ada terapi yang khusus diformulasikan khusus untuk anak-anak atau mereka si Gadget Holic. Mom N Jo, sebuah tempat spa yang cabangnya sudah dimana-mana, kini punya terapi khusus bagi pecandu gadget. Ngga cuma anak-anak yang dilayani, tapi orang dewasa yang membutuhkan terapi ini pun bisa merasakan terapi ini.

Saat launching treatment Gadget Holic di Mom n Jo Depok, ada seorang terapis yang didatangkan langsung dari Amerika. Mrs. Marybetts Sinclair mengatakan kalau gadget holic biasanya akan mengalami masalah pada leher, otot punggung dan tulang belakang. Postur pun perlahan akan mengalami perubahan, dari tegak menjadi bungkuk. Kalau ngga segera diatasi, bukan ngga mungkin kan si gadget holic akan seperti orangtua renta yang bungkuk. Terapis yang sudah berpengalaman selama 40 tahun ini mengajarkan bagaimana terapi dan cara memijit bagi si gagdet holic ini. Sempat dipraktekan pada seorang anak juga. Jadi, kami yang hadir bisa dengan jelas melihat proses pemijatannya.




Untuk terapi di rumah, bisa menggunakan gym ball. Fungsinya untuk mengembalikan postur tubuh kembali seperti semula. Lakukan secara rutin ya supaya hasilnya pun maksimal. Selain menggunakan gym ball, terapi yang bisa dilakukan adalah pemijatan pada otot bahu, punggung, leher, dada, dan mata. Terapi ini bisa dilakukan sendiri di rumah, dan lakukan secara rutin.

Tapi, bagi yang memang ngga sempat melakukannya sendiri di rumah, bisa datang saja ke Mom n Jo Spa terdekat. Karena treatment ini akan segera hadir pada bulan Januari nanti di semua Mom n Jo. O iya, kalau ada yang belum tahu apa itu Mom n Jo, saya kasih tahu ya. Jadi, Mom n Jo adalah pelopor spa khusus bayi dan ibu hamil yang sudah ada sejak 8 April 20016, jadi usianya sudah 10 tahun. Dan kini sudah memiliki cabang di jabodetabek, Bandung, Surabaya, Cirebon, Bali, Makassar, Balikpapan, dan Bangka Belitung. Untuk alamat lebih lengkapnya, bisa cek di http://momnjo.com/branch ya, alamatnya lengkap ko.



Salah Satu Spot Di Mom n Jo :) 
Untuk mendapatkan treatment gadget holic, biayanya hanya 195 ribu untuk 45 menit. Terapi ini akan menjadikan otot-otot yang tegang karena kebanyakan bermain gadget menjadi lebih rileks. Dan pastinya akan lebih segar dan tubuh pun jadi lebih bugar.

Tetap aware ya buibu pada penggunaan gadget. Anak-anak itu harusnya lebih banyak melakukan aktifitas fisik, bukan malah asik sendiri dengan gadget. Semua kontrol ada pada orangtua. Kalau orangtua mau memberi batasan dan aturan, Insya Allah anak-anak ngga akan menjadi gadget holic. Setuju?


16 komentar:

  1. Ini juga yang jadi bahasan saya dan suami mbak Husna....
    Seberapa sih kita boleh mengizinkan anak untuk menggunakan gadget....
    Trus gimana cara yang tepat untuk membatasinya.
    Nice sharing mbak, di daerah saya juga dekat Mom n Jo, saya pernah ke sana nya untuk pijit ibu hamil. Baru tau ada treatment baru ini... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang jelas, kendali ada di tangan kita. Anak-anak bisa dikasih batasan waktu dalam penggunaan gadget, dan selalu temani mereka ketika berinteraksi dengan gadget.

      Hapus
  2. harus antisipasi nih.. skrg memang agak ngeri klo sudah terpampang gadget

    BalasHapus
  3. Wahh iya. Gadget itu ibarat dua mata pisau ya mba uci. Penting sekaligus berbahaya. Susah memang apalagi anak zaman sekarang. Ah postingan ini jadi pembelajaran buat saya biar lebih aware lagi. Makasih mba uci. Oya di treatment mon and jo ada batasan usia mulai berapa gitu ga mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kita belajar yaa mba :)

      Hapus
  4. Aku udah mau booking nih biar bisa nyobain treatment ini. Leher udah sakit banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh... kamu juga gadget holic yaa :)

      Hapus
  5. Bagus banget infonya mak Husna. Terutama bagian gym ball itu. ah nanti cari dan share cara ini. Terima kasih juga sudah diingatkan juga sharenya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan dicoba di rumah ya mba :)

      Hapus
  6. Kayanya sekeluarga harus coba deh. Pada gak bisa lepas dari gadget soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saling mengingatkan aja ketika sudah terlalu lama berinteraksi dengan gadget.

      Hapus
  7. Wajib dicoba nih. Berasa pegal semua satu badan

    BalasHapus
  8. Ya Allah, jadi ingat anakku. :(

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...