badge

Jumat, 08 April 2016

Agar Tubuh tetap Fit, Kenali 7 Ion Yang Dibutuhkan Tubuh



Punya tubuh yang selalu sehat pasti keinginan semua orang, ya. Rasanya kalau tubuh sehat, mau melakukan aktiftias apapun jadi lancar-lancar saja. Coba bayangkan kalau kondisi kita tidak sehat. Mau mengerjakan pekerjaan rutin pun pasti akan terganggu. Jangankan untuk melakukan pekerjaan, untuk sekadar bangun dari tempat tidur saja sulit. Oleh karena itu, ketika sehat kita harus benar-benar menjaganya. Menerapkan pola hidup sehat seperti makan makanan dengan gizi seimbang dan juga olahraga. 

Salah satu hal penting yang menjaga tubuh agar tetap fit adalah kecukupan air dalam tubuh. Tahu kan, kalau tubuh kita ini 70% nya adalah air. Iya, tubuh kita ini sebagian besar adalah air. Air atau cairan yang ada dri dalam tubuh kita, digunakan untuk melancarkan aliran darah dengan menjaga volume darah, mengatu sistem kardiovaskular, membuang racun dan sisa makanan, membantu sistem pernafasan, serta menjaga kelembapan dan tekstur kulit. Orang yang kekurangan cairan tentu akan sangat berpengaruh bagi kesehatannya.

Dr. Elvina (Berdiri) Menjlaskan Soal 7 Ion

Dr. Elvina, M.Sc Sp.GK, Ph D, Direktur Micronutrient Initoative, bahkan mengatakan bahwa air adalah bagian dari tubuh mannusia yang tidak boleh diabaikan. Tubuh memiliki mekanisme sendiri dalam menjaga keseimbangan cairan. Ketika kita haus itu artinya kita sudah kekurangan cairan (dehidrasi). Jika dibiarkan akan menimbulkan efek lemas dan tidak fokus. Oleh karenannya, kita harus segera menggantikan cairan yang hilang dengan cara minum. Saat cairan keluar tnap diikuti oleh natrium (Na), maka cairan dari sel akan masuk ke pembuluh darah. Dan inilah yang memicu terjadinya rangsangan haus. 

Mengenal 7 Ion 

Ion adalah elektrolit yang larut dalam air dan memiliki muatan kation (+) dan anion (-). Yang termasuk dalam kation adalah kalium, kalsium, magnesium dan natrium. Dan yang termasuk ke dalam anion adalah klorida, laktat dan sitrat. Semua ion tersebut memiliki fungsi untuk mengatur kerja metabolisme dan listrik tubuh. 

7 Ion tersebut bisa didapatkan melalui makanan. Namun menurut Dr. Elvina, dalam keadaan tertentu misalnya kondisi cuacan yang panas atau ketika berolahraga, ion cepat hilang dan harus diganti juga dengan cepat. Asupan ion dari makanan berguna untuk pemeliharaan kesehatan sehari-hari. Untuk kondisi tertentu, minuman isotonik yang mengandung 7 ion bisa dimanfaatkan. 

Bukan berarti air mineral biasa tidak bisa menggantikan cairan yang hilang. Hanya saja, minuman isotonik memiliki formula khusus dengan kadar ion yang sudah ditentukan. Dan bisa dengan cepat menggantikan ion yang hilang dari tubuh. Cairan yang hilang dari tubuh harus segera diganti (rehidrasi). Dehidrasi dibagi menjadi 3 tahap, yaitu;

1. Dehidrasi Ringan. Terjadi pengurangan cairan sebanyak <5% dari berat badan (BB). Pada dehidrasi tahap ini, cairan bisa diganti secara oral (melalui mulut) seperti minum.

2. Dehidrasi Sedang. Tubuh kehilangan cairan antara 5-10% dari BB.

3. Dehidrasi Berat. Pengurangan cairan sebanyak lebih dari >10%. Dalam kondisi ini, dibutuhkan bantuan infus untuk menggantikan cairan yang hilang. 

Pada kondisi tertentu, dehidrasi ringan bisa berubah menjadi sedang hingga berat apabila seseorang terus-menerus mengeluarkan cairan. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang diare atau muntaber. Penggantian cairan yang hilang bisa dilakukan dengan menggunakan infus agar cairan bisa langsung ke pembuluh darah.

Cek Warna Urin

Secara alami, cairan keluar melalui urin, kulit (keringat) dan uap nafas. Jika kita termasuk orang yang memiliki aktivitas tinggi dan padat, terlebih lagi jika aktivitasnya itu di luar ruangan, maka pengeluaran cairan pun bertambah. Jadi, jangan heran kalau kita akan mudah haus. Dr. Elvina menambahkan bahwa untuk menilai kadar cairan dalam tubuh, kita bisa melihatnya melalui warna urin. Bila warna urin hampir bening, itu tandanya tubuh kita terhidrasi dengan baik. Jika warna urin kuning tua pekat hingga coklat, itu menandakan kita kurang cairan berat. Waktu yang paling tepat memeriksa urin adalah di pagi hari. 

Tipe Dehidrasi

Dehidrasi dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu;
1. Hipertonik adalah air yang hilang lebih banyak daripada Na, sehingga kadar Na tinggi. 
2. Isotonik adalah air dan Na yang hilang jumlahnya sama. 
3. Hipertonik adalah Na yang hilang lebih banyak daripada air.

Untuk proses penyerapan cairan, sangat dipengaruhi oleh kecepatan pengosongan lambung. Dan, rata-rata penyerapan cairan melalui dinding usus halus. Suhu minuman yang mudah diserap oleh lambung adalah sekitar 10-15 derajat celcius.

Minuman Pengganti Ion

Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, yang harus kita lakukan adalah menggantinya dengan segera dengan cara minum. Secara umum, minuman bisa di bagi menjadi 4, yaitu;

1. Air Mineral. Minuman yang cepat diserap oleh tubuh dan bisa digunakan untuk rehidrasi.

2. Minuman Hipotonik. Mengandung kadar elektrolit (Na) dan karbohidrat rendah (2-3%). Berfungsi mengganti cairan yang keluar dari keringat, tanpa menambah karbohidrat. Minuman jenis ini cepat diserap oleh usus.

3. Minuman Isotonik. Konsentrasinya sama dengan tubuh. Sama dengan minuman hiptonik, isotonik juga menggantikan keringat dan cepat diserap oleh tubuh. Bedanya, isotonik menggantikan elektrolit dan memberikan asupan karbohidrat. Cocok bagi mereka yang memilki aktivitas yang padat.

4. Minuman Hipertonik. Mengandung konsentrasi substansi tinggi dan kandungan karbohidratnya tinggi (10%). Minuman ini berperan sebagai minuman berenergi. Cocok bagi mereka yang berolahraga berat atau mengeluarkan banyak energi. Namun, menurut Dr. Elvina, minuman hipertonik tidak bisa digunakan untuk rehidras karena konsentrasi substansinya tinggi (pekat). Sehingga, pengosongan lambung dan air berjalan lambat. Cairan tubuh akan menjadi hipertonik/pekat dan ini malah akan memperberat dehidrasi.

Olahraga Menjaga Tubuh Tetap Fit

Selain melalui makanan dengan gizi seimbang, untuk tetap sehat kita juga harus rutin berolahraga. Kita bisa memilih olahraga yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan tubuh. Menurut Dr. Grace Tumbelaka, Sp.KO, intensitas olahraga terbagi menjadi ringan, sedang dan berat. Olahraga dengan intensitas berat bersifat endurance (latihan kardio) dengan intensitas 76% dari heart rate (HR) maksimal.

Dr. Grace Tumbelaka
Sebelum berolahraga, jangan pernah terlupa untuk melakukan pemanasan. Karena, kram atau cidera saat berolahraga bisa terjadi. Selain penting melakukan pemanasan, mencukupi tubuh dengan cairan juga tidak kalah penting. Karena salah satu penyebab terjadinya kram atau cidera, karena tubuh kekurangan cairan dan elektrolit. Jadi, sangat penting sekali menjaga asupan cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga. 

Dengan olahraga serta menjaga pola makan termasuk menjaga asupan cairan dalam tubuh, kita bisa tetap fit. Jika tubuh fit, semua aktivitas yang kita kerjakan bisa berjalan lancar. 

21 komentar:

  1. Aku pernah ngecek dari warna urine kaya diatas...dan hasilnya kurang cairan hukzzzz hbs itu njuk tobat jangan sampe kurang minum lagi hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo... minum yang banyak. Biarin aja pipis terus, karena itu salah satu cara buat buang racun.

      Hapus
  2. Nice article nih (y)
    Hal hal penting yang sering terlupakan

    Salam Bloger ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah mau membaca artikel saya :) salam juga.

      Hapus
  3. Ilmu yang sangat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
    Saya harus memperbanyak minum air putih
    Terima kasih artikelnya yang bermanfaat
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir ke 'rumah' saya ini pakdhe :)

      Hapus
  4. Saya masuk ke warna 4, jadi kurang cairan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo.. bisa diobati dengan minum yang banyak.

      Hapus
  5. untuk warna urin kayanya di no 2-3
    saat ini sedang memperbanyak minum air putih
    dan gula sangat dikurangi (ibu ada riwayat diabetes)
    salam sehat dan sukses amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, harus ekstra aware ya pa. Semoga selalu sehat.

      Hapus
  6. PR banget aku nih yang masih suka lupa minum air putih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bisa jangan cuma hape yang ada di samping kita ya lii :) tumbler isi air minum juga pentingg.

      Hapus
  7. Alhamdulillah air putih setiap hari selalu saya minum, kecuali kalo lagi puasa saja mbak :) terima kasih mbak infonya bermanfaat sekali buat saya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaha... saya juga kalau puasa ngga minum air :) minumnya maghrib aja.

      Hapus
  8. Makasih ya Mba atas sharringnya.. MEMANG BENAR TUH PENTING BANGET MENGANAL ION DAN MANFAATNYA BAGI TUBUH KITA AGAR TETAP FIT..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau tulisan ini bermanfaat.

      Hapus
  9. sekarang banyak orang yang mengabaikan minum air yang cukup. padahal dengan meminum air mineral cecara cukup akan membuat tubuh kita cukup akan ion. ion akan menjaga metabolisme dan membantu metabolisme bekerja lebih aktif dan sempurna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup... setuju. Air itu sebagai pembersih juga. Jadi, selagi masih boleh minum banyak, minum deh puas-puas.

      Hapus
  10. Penting sekali memang untuk memperhatikan warna urin. Untuk mengukur kesehatan diri juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku tiap pagi selalu lihat warna urin. Preventif.

      Hapus
  11. Aku baru mampir ke sini masaaaa. *tepokjidat* Iya itu jadi self check banget ya warna urinenya. Ngga stabil antara terhidrasi dengan baik atau belum, huhu.. Thanks for sharing mba suci.

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...