badge

Jumat, 01 April 2016

[Kenal Lebih Dekat] Ernawati, Teman Siaran Yang Produktif




Kami sudah saling kenal sejak 3 tahun yang lalu. Saat itu saya masih menjadi muridnya di sebuah forum menulis. Kesan pertama yang saya dapatkan tentang Ernawati adalah rendah hati. Memandang dari wajahnya saja pasti sudah bisa ditebak kalau ia adalah sosok yang tidak sombong. Dan benar. 

Erna menjadi salah satu mentor menulis saya. Saat itu ia membawakan materi 'fiksi' dengan gaya khasnya. Walau karyanya sudah banyak yang dipublikasikan, itu tidak menjadikannya besar kepala. 

Saya jadi banyak belajar darinya. Bahwa diantara kesibukan sebagai seorang ibu, tidak lantas membuat kita menjadi tidak berkarya. Sekarang, diantara profesi sebagai seorang penulis, erna juga aktif ngeblog. She's really awesome. Saya sampai takjub melihat semangat ngeblog dan nulisnya. Di antara kegiatan ngeblog, ia masih bisa menulis dan menerbitkan buku. 

Ada pengalaman bersama dia yang menjadi unforgetable moment bagi saya. Kami diundang ke sebuah radio untuk promosi. Erna promosi buku barunya dan saya promosi yang lain. Kami berasal dari forum menulis yang sama dan saya tahu betul bagaimana sepak terjangnya di dunia kepenulisan. Di dalam studio, saya bahkan tidak berhenti tersenyum. Baru pertama kali masuk studio siaran, jadi maklum agak sedikit norak. Karena, dulu saya sempat punya cita-cita jadi seorang penyiar radio. Jadi, siaran bersama Erna saya anggap sebagai mimpi yang tercapai. 



Buku erna yang menurut saya paling berbekas adalah 'Pengantin-Pengantin Al Quds'. Sebuah kumpulan cerpen para pemenang lomba menulis yang diadakan sebuah penerbit. Ceitanya lah yang dijadikan judul buku karena memang sangat inspiratif. Saya yang membacanya pun ikutan bergidik. Karena jalan cerita yang ia tulis memang berbeda. 

Hingga saat ini, kami masih saling bertukar informasi. Kami sama-sama saling belajar soal ngeblog dan menulis. Ketika ada yang tidak erna pahami soal blog, Erna tidak sungkan untuk belajar. Begitupun sebaliknya. Semangat belajar yang tidak kenal batas dan usia. Walau harus menggendong Fay (anak keduanya) ia masih bisa menjadi narasumber di sebuah kelas menulis. 

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kalau kita mau berusaha. Seperti Erna yang mampu menjalani perannya sebagai seorang ibu, penulis dan blogger. Di dunia menulis ia sukses dengan belasan bukunya. Dan di dunia blogging ia sukses menjadi blogger yang produktif. Dan sebagai mama, ia masih bisa mengurus keluarga dengan sangat baik. You're so inspiring :)

O iya, ada yang tertinggal. Selain satu forum menulis, saya dan Erna satu kampus.  Dan Erna adalah adik kelas saya walau beda jurusan. Dunia memang tidak begitu luas. Kita akan selalu dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki kesamaan dengan kita. Sangat lebih baik, jika kita akhirnya berteman bahkan bersahabat dengan mereka. Saling support demi kebaikan masing-masing. 

"Belajar Menjadi Manusia Yang Baik dan Bermanfaat" --Ernawati--

Twitter : @nenglisojung
Instagram : @ernawatililys
Blog : www.ernawatililys.com 

6 komentar:

  1. Waah benar2 sehobi ya. Aku juga pengen kopdar dengan kalian berdua.

    BalasHapus
  2. bacanya bikin terharu, ada genangan hangat dan pengen peluk.Makasi ya kak Suci yang juga sering berbagi ilmu blog kepada saya.

    BalasHapus
  3. Wah, memang berjodoh ya Mbak Suci dengan Mbak Ernawatinya. Kisah perjalanan yang manis :)

    BalasHapus
  4. suka deh dengan alur ceritanya

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...