badge

Selasa, 19 Januari 2016

Indonesia Tetap Aman, Wisata Tetap Jalan




Paska insiden bom sarinah 14 Januari yang lalu, sepertinya Indonesia makin disorot. Tidak bisa dipungkiri juga kalau banyak yang mencari tahu tentang Indonesia. Bahkan saya membaca salah satu status seorang teman di sosial media yang cukup menggelitik, bagi saya. Jadi, di status itu dia mencapture pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada google. Dan cukup mencengagkan bahwa ada yang bertanya "where is Jakarta?" Artinya, masih banyak masyarakat dunia yang tidak kenal dengan Jakarta.

Fenomena kurang terkenalnya Jakarta sebenarnya sudah berlangsung lama. Wisatawan Mancanegara (Wisman) hanya tahu bahwa Indonesia adalah Bali, Lombok, atau Raja Ampat. Mengapa ibukota negara malah kurang pamornya dibanding propinsi? Kurang promosikah sampai para Wisman malah tidak tertarik untuk datang ke Jakarta?

Ketika ada insiden sarinah kemarin, banyak yang mencari tahu soal Jakarta. Seketika, Jakarta jadi perbincangan kelas dunia. Pamornya naik. Rasa ingin tahu masyarakat dunia tiba-tiba lebih tinggi dibanding perbincangan drama korea. Tapi, setelahnya apa Indonesia tetap aman untuk dikunjungi oleh Wisman? Apa dengan kejadian sarinah kemarin, para Wisman tertarik dan mau membuat itinerary ke Jakarta?

Gedung Sarinah (sumber:bumn.go.id)
Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada sidaknya --sehari setelah insiden pemboman-- ke lokasi insiden sarinah mengatakan bahwa Jakarta sudah kembali normal. Keadaan pun sudah kondusif dan berjalan seperti biasa. Jakarta sudah macet lagi seperti sedia kala. Orang-orang sudah banyak yang melakukan aktifitasnya seperti biasa. Menpar juga sempat mengunjungi hotel-hotel yang ada di sekitaran Thamrin dan Jalan Sabang. GM Hotel Mercure, Riganda Togatorop, mengatakan pada Menpar, Arief Yahya bahwa tingkat hunian pada hari kamis bahkan mencapai 91 persen dan menurun ketika weekend yang menjadi 70 persen. Ini wajar karena hotel-hotel yang ada di Ibukota ramai hanya di hari kerja. 

Menpar malah sempat menanyakan tanggapan Wisman yang ia temui di hotel. Wisman asal Belanda bernama Hans Mullen bahkan mengatakan bahwa ia merasa enjoy menikmati Jakarta dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Wisman lain pun masih banyak yang hilir mudik di kawasan thamrin seperti biasanya. Artinya, insiden tragis kemarin itu tidak memberikan efek trauma bagi Wisman. 

Jumlah kunjungan Wisman ke Indonesia tetap tidak mengalami penurunan. Indonesia tetap ramai dikunjungi walau Bali masih tetap menjadi primadonanya. 

Menanggapai kejadian berdarah di Sarinah pada pertengan Januari kemarin memang masih menyimpan duka. Namun, Indonesia tidak lantas terpuruk dan terus menyesali. Terbukti dengan ramainya hestek #KamiTidakTakut yang menjadikannya trending topic di dunia sosial media. Banyak masyarakat yang malah menanggapi ini sebagai penyerangan yang gagal. Saking kreatifnya bangsa Indonesia, insiden yang harusnya membuat ketakutan tersendiri, malah dijadikan bahan lelucon yang mengundang tawa. Penanganan teror pun dilakukan dengan cepat oleh para aparat. Hanya kurang dari 5 jam saja, kawasan Sarinah, Thamrin dan sekitarnya bisa pulih dan beraktivitas seperti biasa. 

Kejadian Sarinah mengajarkan kita agar tetap bersatu dan tetap tenang. Menjaga negara tercinta walau taruhannya adalah nyawa. Lihat saja orang-orang yang malah berkerumun di tengah aksi baku tembak antara polisi dan tersangka pemboman. Pedagang sate yang masih terus melayani pembeli tanpa khawatir gerobak satenya terkena sasaran bom. Pedagang asongan yang entah seberapa besar nyalinya, tetap berkeliling menjajakan dagangannya. Orang-orang yang malah asik menonton sambil tidak lupa selfie dengan latar belakang lokasi insiden yang porak poranda. 

Bunderan Hotel Indonesia (sumber:flickr.com)
Indonesia tetap aman dan Indonesia tetap nyaman. Jakarta tetap friendly untuk tetap dijadikan destinasi wisata para Wisman. Dengan kejadian bom sarinah kemarin, Jakarta makin terkenal dan ini sangat baik bagi potensi wisata yang ada di Jakarta. Jakarta tidak hanya punya ratusan mall dan tempat belanja. Jakarta punya pelabuhan sunda kelapa, menara syahbandar, museum bahari, dan kampung betawai yang kaya akan budaya dan sejarah. Ini kesempatan bagi kita untuk mempromosikan Jakarta seutuhnya. Jakarta bukan hanya untuk belanja lalu menghabiskan uang percuma. Jakarta punya sesuatu yang berbeda. Kekayaan budaya yang akan mengajarkan kita tentang kearifan hidup. Negara kita tetap aman. Dan Ibukota tercinta tetap nyaman. Jadi, buat apa takut ke Jakarta. 

21 komentar:

  1. Amin...amin semoga negara kita tetap aman dan banyak wisatawan yang berkunjung kesini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya, nanti wisman bakal banyak yang datang ke Jakarta. Penasaran sama Sarinah, kayanya :)

      Hapus
  2. Aamiin, memang tak ada yang perlu ditakutkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Indonesia masih tetap aman jadi jangan takut.

      Hapus
  3. Semoga tetap aman ya, supaya pariwisatanya terus berkembang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. semoga potensi pariwisata di Jakarta makin berkembang.

      Hapus
  4. Semoga tetap aman ya, supaya pariwisatanya terus berkembang :)

    BalasHapus
  5. semoga tetap aman..
    ngeri kalau ada yg begitu lg, jauh jauh deh, amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ngga ada lagi dan kita semua tetap aman :)

      Hapus
  6. Tapi mbok ya meski tidak takut, rasanya kurang etis berkerumun di sekitar TKP hanya untuk menonton atau malah foto selfie aja. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejujurnya, memang kurang etis kaya gitu. Khawatir sama keselamatan mereka juga. Tapi, ya begitulah masyarakat Indonesia kini. Selfie lebih penting dari keselamatan.

      Hapus
  7. semoga Jakarta kembali aman ya, meski pun begitu kita tetap harus waspada...

    BalasHapus
  8. Semoga Indonesia tetap aman ya mak.. Dan makin maju pariwisatanya

    BalasHapus
  9. Amin semoga Indonesia aman terus

    BalasHapus
  10. tetap harus positif ya mbak, amin.. Indonesia JAYA

    salam kenal, mak

    BalasHapus
  11. Amiin...semoga Jakarta aman dan Indonesia aman ya mbak :-)

    BalasHapus
  12. Semoga yang kemaren itu teror yg terakhir buat Jakarta dan Indonesia, insyaallah aman...aman...aman...

    BalasHapus
  13. Amiennnnn..
    Kalo ngikutin meme yang tersebar, katanya gini mbak "Indonesia tidak takut! cuma deg-degan" hehehe

    BalasHapus
  14. setuju..Indonesia masih tempat terbaik buat kita.

    BalasHapus
  15. setuju..Indonesia masih tempat terbaik buat kita.

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...