badge

Kamis, 28 Mei 2015

Konsisten Terapkan Food Combining Untuk Hidup Yang Lebih Sehat




Sehat adalah anugerah dari Tuhan yang kadang alpa kita syukuri. Jika sudah sakit, maka baru terasa betapa berharganya sehat itu. Banyak cara akan dilakukan ketika sakit telah datang menghampiri. Padahal, untuk menjaga kesehatan itu sendiri, yang kita butuhkan adalah kemauan dan konsisten.

Saya pribadi terkadang masih sering tergiur dengan makanan yang mungkin tidak banyak memberikan kontribusi gizi dan nutrisi. Tapi, saya tetap berupaya dengan keras, sedikit demi sedikit saya pun belajar untuk menerapkan pola Food Combining dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin saat ini istilah Food Combining sudah sangat familiar, namun memang tidak banyak orang yang menerapkannya. 


Pada dasarnya Food Combining memang mirip dengan pola 4 sehat 5 sempurna yang mengutamakan Nutrifood atau makanan bernutrisi. Namun, Food Combining lebih memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia. Seperti pencernaan, penyerapan dan pembuangan yang ternyata memiliki insensitas yang berbeda pada pagi, siang dan malam. Dalam Food Combining juga diperhitungkan soal asam basa makanan. Jadi, ada makanan-makanan yang tidak bisa dikombinasikan karena akan menghambat kerja sistem pencernaan.

Sudah 1 tahun ini saya menerapkan Food Combining. Walau terkadang masih kecolongan, namun saya tetap berusaha untuk menerapkannya. Dan, inilah Food Combining yang saya jalankan selama 1 tahun dan akan terus berlanjut.

  1. Tidak mencampur antara makanan darat dan laut. Ini yang konsisten saya terapkan. Saya tidak akan makan udang dengan ayam, ayam dengan ikan, atau telur dengan ikan. Karena, kedua makanan tersebut memiliki tingakat kelarutan yang berbeda. Sehingga, jika dimakan bersamaan, tidak baik bagi sistem cerna dan tubuh.
  2. Tidak makan karbo dengan karbo. Saya sangat berusaha menerapkan Food Combining yang satu ini, walau terkadang masih kecolongan. Misalnya saya tidak makan mie dengan nasi atau kentang dengan nasi. Saya juga mengurangi asupan karbo yang berlebihan. Paling banyak saya makan nasi 2 kali dalam sehari. Itu sudah paling banyak karena rata-rata saya hanya satu kali makan nasi. Saya lebih suka ubi, singkong atau makanan berkarbohidrat lain selain nasi.
  3. Mengurangi makan protein hewani. Saya memang tidak terlalu suka dengan daging (kambing, sapi atau ayam). Jadi, saat saya tau bahwa mengkonsumsi protein hewani yang berlebihan itu tidak baik, saya lebih mudah menerapkannya pada konsep Food Combining yang saya jalani. Sebisa mungkin saya tidak makan daging dengan nasi. Kalaupun terpaksa makan, saya akan lebih memilih sayur.
  4. Perbanyak konsumsi buah. Ini yang terkadang saya masih lalai. Namun, saya tetap berusaha mengkonsumsi buah minimal satu kali dalam sehari. Buah yang kaya serat dapat memperlancar fungsi penceranaan.

Itulah Food Combining yang saat ini saya jalani. Walau salah satunya terkadang masih sering kecolongan, namun saya tetap berusaha agar konsisten. Saya juga kan ingin menjadi bagian dari #HealthAgent. Bagi saya, menjaga kesehatan dan menjadi sehat itu sebuah pilihan. Akan lebih mudah dijalani ketika kita sadar akan banyak manfaat yang bisa diambil dengan menerapkan pola makan yang sehat. Bagi saya, sehat adalah anugerah terbesar yang wajib dijaga.


[Risalah Husna]


#HealthAgent

5 komentar:

  1. Pengin juga sih ikut ber food combining gini. Tapi susaaah yaaa menerapkannya. Hihi...

    BalasHapus
  2. iya mba kadang-kadang saya juga masih kelupaan xixixi.

    BalasHapus
  3. Pengeen banget ikutan nerapiin, tapi godaannya besar bgt. Mampir juga yuk maak

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak, kadang godaan itu yang bikin kita jadi ngga konsisten. Saya kan follow mak ayunin udah lama banget, sering mampir juga :-) karena update blogpostnya selalu muncul di dashboard saya.

      Hapus
  4. makasih sob, sangat menarik sekali...

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Komentarnya. Maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...